Aspirator elektrik
Apakah Nasal Aspirator Aman untuk Bayi? Begini Cara Pakai yang Tepat

- Nasal aspirator membantu membersihkan sumbatan pada hidung bayi yang belum mampu mengeluarkan lendir sendiri.
- Jenis-jenis nasal aspirator, seperti listrik, bohlam, dan hisap mulut, memiliki kelebihan dan cara penggunaan yang berbeda.
- Pentingnya menggunakan larutan saline, menjaga kebersihan alat, dan menghindari kesalahan umum saat menggunakan nasal aspirator pada bayi.
Hidung tersumbat akibat lendir yang menggumpal tentu kerap membuat si Kecil merasa tidak nyaman bahkan sering rewel saat menyusu atau tidur. Kondisi ini wajar terjadi, khususnya karena bayi masih belum mampu mengeluarkan lendir dari hidungnya sendiri, seperti orang dewasa.
Untuk membantu mengatasi keluhan tersebut, nasal aspirator umum digunakan sebagai sebuah solusi. Namun, apakah nasal aspirator aman untuk bayi?
Yuk, ketahui selengkapnya terkait keamanannya serta cara penggunaannya yang baik untuk si Kecil pada artikel Popmama.com berikut ini.
Table of Content
Apakah Nasal Aspirator Aman untuk Bayi?

Nasal aspirator atau penyedot ingus aman digunakan pada bayi. Menggunakan alat penyedot ingus dapat memudahkan bayi untuk bernapas, apalagi si Kecil belum bisa mengeluarkan ingusnya sendiri. Pastikan Mama menggunakan nasal aspirator yang dirancang sesuai usia anak.
Disarankan menggunakan semprotan saline atau tetes saline untuk mengencerkan lendir sebelum menyedotnya pada hidung si Kecil.
Kegunaan Nasal Aspirator untuk Bayi

Nasal aspirator merupakan alat yang bermanfaat untuk membantu membersihkan sumbatan pada hidung bayi. Mengingat bayi belum mampu untuk mengeluarkan lendir dari hidungnya sendiri, alat ini membantu Mama melakukan penanganan dengan lembut dan aman.
Namun, Mama juga perlu memerhatikan penggunaannya untuk mencapai hasil yang lebih efektif. Selain itu, Mama juga perlu rajin membersihkannya secara rutin agar tetap higienis saat digunakan.
Jenis Nasal Aspirator Bayi

Nasal aspirator membantu dalam mengatasi lendir yang tersumbat pada hidung bayi. Alat tersebut terdiri dari berbagai jenis dengan kegunaan serta manfaat masing-masing.
Berikut beberapa jenis nasal aspirator yang baik digunakan untuk bayi:
Jenis aspirator ini bekerja dengan sistem hisap otomatis dengan tenaga baterai. Selain itu, jenis aspirator ini umumnya dilengkapi dengan berbagai pilihan tingkat kekuatan hisap yang dapat menyesuaikan dengan kenyamanan si Kecil, bahkan beberapa produk dari jenis nasal aspirator ini dilengkapi dengan fitur musik untuk meningkatkan kenyamanan si Kecil.
Aspirator bohlam
Jenis aspirator ini terbuat dari bahan karet sederhana dengan harga yang lebih mudah dijangkau. Cara kerjanya dengan menekan dan melepaskan bohlam untuk menyedot lendir dari hidung bayi. Namun, alat ini tergolong sulit untuk dibersihkan sehingga Mama perlu mengikuti petunjuk perawatan agar tetap aman dan efektif digunakan.
Aspirator hisap mulut
Jenis aspirator ini menggunakan selang yang dihisap oleh orang tua sekaligus disertai filter sekali pakai untuk mencegah lendir masuk ke dalam mulut. Alat ini banyak disukai oleh orangtua karena mudah untuk dikendalikan dan dibersihkan. Jenis nasal aspirator ini juga memberikan tampilan secara langsung terhadap lendir yang berhasil dikeluarkan.
Cara Menggunakan Nasal Aspirator pada Bayi

Dengan mengetahui langkah-langkah yang tepat, Mama tidak hanya membersihkan lendir pada hidung bayi secara efektif, tetapi juga menghindari si Kecil terhadap segala risiko iritasi pada saluran hidung.
Berikut merupakan langkah-langkah yang dapat Mama lakukan saat menggunakan nasal aspirator pada bayi.
Teteskan larutan saline ke dalam alat nasal aspirator untuk melembutkan hisapan lendir pada saluran hidung bayi. Cara ini juga mengurangi risiko iritasi pada hidung si Kecil.
Posisikan bayi dengan membaringkannya secara telentang dengan lembut. Pastikan kepala bayi dalam posisi stabil selama proses penyedotan berlangsung.
Mama dapat memasukkan ujung alat aspirator secara perlahan ke dalam lubang hidung si Kecil secukupnya saja, jangan terlalu dalam.
Setelah selesai digunakan, bersihkan nasal aspirator sesuai petunjuk untuk menghindari penumpukan bakteri di dalam alatnya.
Mama juga perlu memerhatikan bahwa penggunaan serta perawatan setiap jenis nasal aspirator berbeda-beda. Pastikan Mama tidak sembarangan dalam menggunakannya agar alat tetap aman saat digunakan.
Hindari Kesalahan Umum saat Menggunakan Nasal Aspirator pada Bayi

Penggunaan nasal aspirator umumnya aman digunakan dengan cara yang tepat. Namun, penggunaan secara kurang tepat dapat menimbulkan risiko. Oleh karena itu, Mama perlu memahami beberapa kesalahan umum ketika menggunakan aspirator bayi untuk menghindari risiko tersebut.
Hidung sensitif
Apabila si Kecil memiliki hidung yang rentan dalam mengalami mimisan, sebaiknya hindari penggunaan nasal aspirator bagi si Kecil karena daya hisapnya dapat memperparah pendarahan.
Selain itu, jika Mama melihat adanya darah pada lendir saat melakukan hisapan, segera hentikan dan berikan waktu pemulihan bagi si Kecil sekitar 3 –4 jam sebelum mencoba lagi.
Mama dapat mengkonsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila sering menemukan darah pada lendir saat melakukan hisapan dengan nasal aspirator.
Hisap tanpa larutan
Larutan saline membantu dalam mengencerkan lendir agar lebih mudah dikeluarkan dari hidung bayi. Oleh karena itu, menggunakan aspirator tanpa larutan tersebut merupakan hal yang tidak dianjurkan.
Pastikan Mama telah meneteskan 2–3 tetes larutan saline pada tiap lubang hidung bayi dan tunggu beberapa detik agar lendir tersebut encer terlebih dahulu, kemudian Mama boleh dapat melakukan penghisapan pada bayi secara lembut.
Penggunaan aspirator yang masih kotor
Selalu pastikan untuk menggunakan nasal aspirator dalam bersih sebelum digunakan. Aspirator yang kotor menjadi tempat berkembangnya bakteri, terutama karena lingkungan yang lembap. Karena itu, Mama perlu membersihkan aspirator pada setiap selesai pakai dengan air mengalir sesuai petunjuk agar si Kecil terhindar dari segala risiko infeksi.
Tips Lain untuk Meminimalisir Hidung Tersumbat pada Bayi

Selain dengan mengandalkan nasal aspirator, Mama dapat menerapkan beberapa cara berikut untuk membantu meredakan ketidaknyamanan dan mendukung pernapasan si Kecil yang sehat.
Tinggikan sedikit kepala bayi
Mama dapat meninggikan sedikit posisi kepala si Kecil dengan bantuan bantal atau handuk yang digulung dan diletakkan di bawah kepalanya untuk membantu melancarkan sumbatan di hidung pada si Kecil.
Mandi air hangat
Rasa hangat dari air mandi tersebut dapat membantu melegakan sumbatan lendir pada hidung bayi untuk sementara sekaligus membuatnya merasa lebih nyaman.
Mama juga dapat menggosokan sedikit penghangat, seperti minyak telon, pada bagian dada bayi untuk membantu menenangkan sekaligus menghilangkan sumbatan pada hidung bayi.
Pastikan bayi terhidrasi
Pastikan Mama selalu memberikan si Kecil asupan cairan yang cukup sepanjang hari.
Mama dapat memberikan si Kecil ASI atau susu formula sesuai dengan usianya. Asupan cairan harian yang cukup membantu mengencerkan sumbatan lendir pada saluran pernapasan sehingga lebih mudah untuk dibersihkan.
Gunakan humidifier
Humidifier dapat menjadi solusi karena uap dingin yang dihasilkan membantu melembabkan udara sekaligus membantu mengencerkan lendir sehingga pernapasan si Kecil terasa lebih lega.
Nah, itu tadi penjelasan terkait penggunaan nasal aspirator untuk bayi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya, Ma.


















