ASI Perah Bercampur Darah, Amankah Dikonsumsi Bayi?

Apakah mengonsumsi ASI yang bercampur darah bisa membahayakan bayi? Simak jawabannya di sini!

1 Juli 2022

ASI Perah Bercampur Darah, Amankah Dikonsumsi Bayi
Freepik/fabrikasimf

Bagi Mama yang memberikan ASI perah untuk bayi mungkin pernah menyadari adanya perubahan warna pada ASI. Perubahan warna ASI ini normal terjadi karena asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh Mama.

Namun, ada juga kondisi di mana ASI berubah warna atau terdapat bercak merah seperti bercampur dengan darah. Hal ini bisa membuat sebagian besar Mama menjadi khawatir dan langsung membuang ASI demi kesehatan si Kecil. 

Lantas, apa yang menyebabkan ASI bercampur dengan darah? Apakah berbahaya jika bayi mengonsumsi ASI yang bercampur dengan darah?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut Popmama.com telah merangkum amankah bayi minum ASI perah yang bercampur darah? Disimak, yuk, Ma!

1. ASI bisa berubah warna karena bercampur dengan darah

1. ASI bisa berubah warna karena bercampur darah
Freepik/Comzeal

ASI perah pada umumnya berwarna putih dengan sedikit warna kekuningan atau kebiruan. Namun, ASI bisa berubah warna karena beberapa faktor, termasuk bercampur dengan darah.

Darah dapat mengubah warna ASI menjadi merah muda, merah, oranye, atau coklat. Namun, tidak semua ASI yang berubah warna disebabkan oleh darah.

Jadi, sebaiknya jangan dahulu panik dan khawatir. Alangkah baiknya pastikan dahulu apa yang menjadi penyebab ASI berubah warna.

Editors' Picks

2. Penyebab ASI perah bercampur dengan darah

2. Penyebab ASI perah bercampur darah
Freepik/freepik

Darah dalam ASI biasanya bukan disebabkan oleh masalah serius. Namun, jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, sebaiknya Mama konsultasikan masalah ini pada dokter.

Berikut beberapa penyebab ASI bercampur dengan darah:

  • Ada luka pada puting

Penyebab paling umum yang membuat ASI bercampur dengan darah adalah karena adanya luka pada puting. Luka pada puting bisa berupa luka lepuh, eksim, dan luka akibat posisi menyusui yang kurang tepat atau isapan bayi terlalu kuat yang menyebabkan perdarahan. 

Tetapi, setelah luka di puting mama sembuh, kemungkinan besar ASI tidak lagi bercampur dengan darah dan warnanya kembali normal.

  • Rusty pipe syndrome

Rusty pipe syndrome atau sindrom pipa berkarat merupakan kondisi perubahan warna ASI yang muncul pada hari-hari pertama menyusui. Kondisi ini disebabkan oleh pembengkakan payudara vaskular yang dapat meresap ke dalam saluran ASI sehingga kolostrum atau ASI terlihat berwarna kecoklatan, oranye, atau berwarna kekuningan menyerupai karat.

  • Kapiler yang rusak

Ada pembuluh darah kecil di payudara mama yang disebut kapiler. Kapiler bisa rusak karena penggunaan pompa ASI yang tidak tepat atau terjadi trauma pada payudara. Darah dari kapiler yang rusak ini bisa merembes ke dalam ASI dan menyebabkan perubahan warna.

  • Mastitis 

Mastitis merupakan infeksi payudara yang menyebabkan luka dan keluarnya darah dari payudara yang terinfeksi. Darah yang keluar akibat adanya infeksi dapat tercampur dengan ASI saat Mama menyusui atau memerahnya.

  • Papiloma intraductal jinak

Papiloma intraductal merupakan pertumbuhan jaringan di payudara yang tidak bersifat kanker. Papiloma intraductal ini bisa tumbuh di dalam saluran susu atau merusak saluran susu yang menyebabkan keluarnya darah dari puting.

  • Kanker payudara

Jika kondisi ASI bercampur dengan darah berlangsung dalam jangka waktu lama, sebaiknya konsultasikan masalah ini pada dokter. Pasalnya, ada beberapa jenis kanker payudara seperti karsinoma duktal dan penyakit paget, yang dapat menyebabkan perdarahan dari puting.

3. Amankah jika bayi mengonsumsi ASI yang bercampur dengan darah?

3. Amankah jika bayi mengonsumsi ASI bercampur darah
Freepik/Jcomp

Aman atau tidaknya bayi mengonsumsi ASI yang bercampur darah bergantung pada penyebab dan gejala yang Mama alami, serta seberapa banyak darah yang bercampur dengan ASI. Misalnya, beberapa tetes darah dalam beberapa hari pertama menyusui tidak memerlukan tindakan khusus, apalagi jika tidak disertai dengan gejala yang mengganggu.

Jadi, jawabannya aman bagi bayi mengonsumsi ASI yang bercampur dengan sedikit darah. Selama bayi masih menyusu dengan baik, Mama bisa terus menyusui si Kecil. 

Darah akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Jika darah masih tidak berhenti dalam waktu seminggu, barulah sebaiknya Mama memeriksakan diri ke dokter.

4. Masalah yang bisa ditimbulkan akibat ASI bercampur dengan darah

4. Masalah bisa ditimbulkan akibat ASI bercampur darah
Pexels/SarahChai

ASI yang bercampur dengan darah memang mungkin tidak berpengaruh pada si Kecil. Namun, dalam beberapa kasus, anak mungkin mengalami masalah berikut ini:

  • Masalah menyusui

Sedikit darah tidak akan mempengaruhi kondisi si Kecil. Namun, jumlah darah yang banyak dapat mengubah rasa ASI sehingga anak mungkin tidak menyukai rasanya dan menolak untuk menyusu.

  • Muntah

Dalam beberapa kasus, anak yang mengonsumsi ASI yang bercampur darah dalam jumlah banyak juga dapat menyebabkan muntah.

  • Perubahan warna tinja

Saat minum ASI yang disertai darah, tinja bayi mungkin akan sedikit berwarna gelap dari biasanya, atau Mama mungkin melihat sedikit darah yang terlihat di popoknya. Jika ini disebabkan dari darah yang berasal dari ASI, maka Mama tidak perlu khawatir.

Namun, jika darah yang ada di popok dalam jumlah yang banyak dan Mama tidak melihat ada darah dalam ASI mama, segera hubungi dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

5. Yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi ASI yang bercampur dengan darah

5. bisa Mama lakukan mengatasi ASI bercampur darah
Freepik/shurkin_son

Menunggu darah keluar hingga berhenti sendiri adalah solusi terbaik jika hanya sedikit darah yang keluar di hari-hari pertama menyusui. 

Jika perdarahan berasal dari puting yang luka, Mama bisa mengatasinya dengan nipple cream yang aman untuk membantu menyembuhkan dan melindungi puting mama.

Jika menyusui jadi terasa menyakitkan, Mama bisa berhenti menyusui sejenak hingga puting mama sembuh. Mama bisa melakukan pompa ASI untuk menjaga suplai ASI si Kecil. Namun, tetap berhati-hati saat memompa ASI dengan menjaga hisapan dan kecepatan di tingkat yang nyaman.

Nah, itulah informasi mengenai amankah bayi mengonsumsi ASI perah yang bercampur darah. Apabila Mama masih khawatir kondisi ini bisa memengaruhi kesehatan si Kecil, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter untuk menerima pemeriksaan lebih lanjut.

Semoga informasi ini bisa membantu ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk