Bayi Prematur: Gejala, Penyebab, dan Risiko

Simak selengkapnya di sini mengenai gejala, penyebab dan risiko bayi prematur

20 November 2021

Bayi Prematur Gejala, Penyebab, Risiko
Unsplash/Jens Johnsson

Menjadi orangtua merupakan hal yang didambakan banyak orang. Namun, dibutuhkan persiapan yang matang bagi setiap calon orangtua untuk menghadapi serangkaian tantangan yang mungkin terjadi.

Salah satu tantangan bagi orangtua adalah saat melahirkan bayi prematur.

Setiap orangtua yang melahirkan bayi prematur tentunya akan sangat cemas dan khawatir karena banyak risiko tak diinginkan yang bisa terjadi pada bayi.

Perlu Mama ketahui bahwa saat ini, teknologi medis semakin berkembang, sehingga tingkat kelangsungan hidup bayi prematur semakin tinggi.

Namun, menurut Centers for Disease Control and Prevention, kelahiran prematur masih menjadi penyebab utama kematian bayi di seluruh dunia.

Selain itu, kelahiran prematur juga merupakan penyebab utama gangguan sistem saraf jangka panjang pada anak.

Mengetahui risiko tersebut, alangkah baiknya Mama memahami lebih dalam mengenai kelahiran bayi prematur. 

Nah, kali ini Popmama.com akan membahas mengenai gejala, risiko, penyebab dan cara menangani bayi prematur. Langsung saja simak informasinya ya, Ma!

1. Apa itu bayi prematur?

1. Apa itu bayi prematur
Pixabay/SeppH

Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkan jauh sebelum waktu yang seharusnya. Pada umumnya, bayi normal lahir di antara minggu ke-37 hingga minggu ke-40.

Sedangkan bayi prematur lahir sebelum minggu ke-37, sehingga mereka lahir sebelum siap untuk berkembang di luar rahim.

Terdapat empat kategori kelahiran prematur yang ditentukan berdasarkan usia kehamilan, di antaranya adalah:

  • Late preterm, yaitu bayi yang lahir di antara minggu ke-34 dan minggu ke-36 kehamilan.

  • Moderately preterm, yaitu bayi yang lahir di antara minggu ke-32 dan minggu ke-34 kehamilan.

  • Very preterm, yaitu bayi yang lahir kurang dari 32 minggu kehamilan.

  • Extremely preterm, yaitu bayi yang lahir pada atau sebelum 25 minggu kehamilan.

Editors' Picks

2. Gejala bayi prematur

2. Gejala bayi prematur
Unsplash/Hush Naidoo Jade Photography

Bayi yang lahir prematur bisa menunjukkan gejala yang beragam. Hal ini tergantung pada kategori bayi yang lahir prematur.

Namun, bayi prematur memiliki beberapa karakteristik umum, mulai dari penampilan dan perilaku hingga kebiasaan makan dan tidur mereka.

Berikut adalah beberapa gejala bayi prematur:

  • Ukuran tubuh kecil, dengan kepala yang besar, sehingga tampak tidak proporsional.

  • Bayi memiliki tubuh yang kecil karena kurangnya simpanan lemak.

  • Terdapat rambut halus (lanugo) yang menutupi sebagian besar tubuh bayi.

  • Kulit bayi sangat tipis, bahkan terkadang terlihat pembuluh darah di bawah permukaan kulit karena lapisan lemak ekstra belum terbentuk. 

  • Suhu tubuh rendah, terutama saat setelah lahir di ruang bersalin, karena kurangnya lemak tubuh.

  • Mengalami gangguan pernapasan.

  • Kurangnya refleks untuk mengisap dan menelan, sehingga menyebabkan kesulitan makan.

3. Penyebab kelahiran prematur

3. Penyebab kelahiran prematur
freepik.com/biancoblue

Penyebab kelahiran prematur pada dasarnya sulit untuk diidentifikasi. Namun, ada beberapa faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil melahirkan lebih awal dari waktu seharusnya.

Ibu hamil yang mengalami kondisi berikut lebih berisiko untuk melahirkan bayi prematur:

  • Diabetes

  • Penyakit jantung

  • Penyakit ginjal

  • Tekanan darah tinggi

Selain kondisi di atas, ada faktor terkait kehamilan yang bisa menyebabkan kelahiran prematur, di antaranya adalah:

  • Mengalami malnutrisi sebelum dan selama kehamilan.

  • Merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, atau minum terlalu banyak alkohol selama kehamilan.

  • Mengalami infeksi tertentu, seperti infeksi saluran kemih dan membran.

  • Pernah mengalami kelahiran prematur pada kehamilan sebelumnya.

  • Memiliki masalah pada rahim.

  • Pelebaran serviks terlalu awal.

Selain itu, ibu hamil yang berusia di bawah 17 tahun atau lebih dari 35 tahun juga memiliki potensi lebih besar untuk melahirkan bayi prematur.

4. Risiko bayi prematur

4. Risiko bayi prematur
Unsplash/Sharon McCutcheon

Semakin dini bayi lahir, maka semakin besar juga kemungkinan ia memiliki masalah medis. Berikut adalah masalah yang mungkin dialami bayi prematur:

  • Kesulitan bernapas

  • Berat badan rendah

  • Lemak tubuh rendah

  • Ketidakmampuan untuk mempertahankan suhu tubuh normal

  • Memiliki masalah gerakan dan koordinasi

  • Kesulitan makan

  • Kulit terlihat pucat atau kuning yang tidak normal

Selain kondisi di atas, bayi prematur juga dapat lahir dengan kondisi yang mengancam jiwa, seperti berikut:

  • Perdarahan otak

  • Perdarahan paru-paru

  • Hipoglikemia atau gula darah rendah

  • Sepsis neonatorum, yaitu infeksi darah yang terjadi pada bayi yang baru lahir

  • Pneumonia atau infeksi dan radang paru-paru

  • Patent ductus arteriosus, yaitu kelainan di mana pembuluh yang menghubungkan arteri pulmonalis kiri dengan aorta desendens yang tetap terbuka setelah bayi lahir

  • Anemia, yaitu kekurangan sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh

  • Sindrom gangguan pernapasan neonatal, yaitu gangguan pernapasan yang disebabkan oleh paru-paru yang tidak berkembang dengan baik

Beberapa dari kondisi di atas dapat diatasi dengan penanganan medis yang tepat.

Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, maka dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang lebih serius, hingga mengancam jiwa.

5. Cara menangani bayi prematur

5. Cara menangani bayi prematur
Unsplash/Christian Bowen

Dilansir dari World Health Organization (WHO), lebih dari tiga perempat bayi prematur dapat diselamatkan dengan perawatan yang tepat, seperti perawatan selama kelahiran dan pascakelahiran. 

Penanganan bisa dilakukan dengan pemberian suntikan steroid antenatal yang diberikan kepada ibu hamil yang berisiko lahir prematur.

Sementara itu, bayi prematur dapat dirawat dengan kangaroo mother care atau metode kanguru, yaitu bayi digendong oleh sang Mama dengan kontak kulit ke kulit. Selain itu, bayi juga dapat diberikan antibiotik untuk mengobati infeksi. 

Alangkah baiknya jika Mama mencegah kelahiran prematur dengan cara menjaga kehamilan yang sehat, seperti seperti mengonsumsi makanan bernutrisi, tidak merokok dan minum alkohol, serta rutin memeriksa kandungan ke dokter untuk mengidentifikasi jika ada faktor yang bisa menyebabkan kelahiran prematur.

Nah, itulah informasi seputar bayi prematur, mulai dari penyebab hingga cara menanganinya. Semoga informasi ini membantu ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.