ilustrasi bayi menangis (unsplash.com/unsplash+)
Tanda bahaya kolik infantil dibagi dalam empat kelompok penyebab tersering. Keempat penyebab tersebut adalah sebagai berikut:
1. Penyakit Refluks Gastroeosfagus (GERD)
Posisi tubuh Sandifer: Posisi punggung bayi melengkung yang tidak normal
Hematemesis: Muntah darah
Gagal tumbuh: Berat badan bayi tidak naik sesuai usia
Kesulitan atau penolakan makan: Bayi tampak tidak mau makan atau kesulitan saat makan.
2. Alergi
Bayi dengan gejala kolik infantil yang disertai regurgitasi (keluarnya makanan/cairan dari lambung ke mulut secara spontan berlebihan), gejala gangguan napas yang tidak membaik dengan pengobatan biasa, serta adanya tanda-tanda alergi pada bayi atau riwayat alergi dalam keluarga, perlu dipertimbangkan kemungkinan alergi sebagai penyebab keluhan tersebut.
3. Intoleransi Laktosa
Alergi atau intoleransi terhadap protein susu sapi bisa membuat bayi merasa tidak nyaman, terutama pada perut. Biasanya kondisi ini juga disertai gejala lain seperti diare atau feses yang lebih encer. Meski banyak yang berpikir mengganti susu formula bisa jadi solusi, cara ini belum tentu efektif mengatasi kolik. Karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter sebelum mengganti susu agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.
Adapun gejala bayi mengalami intoleransi laktosa adalah flatus (buang angin) yang berlebihan, diare, perut kembung, dan ruam di sekitar anus.
4. Faktor Psikologis
Kolik infantil tidak hanya menyebabkan kecemasan pada orang tua, tetapi juga memengaruhi hubungan antara orang tua dan bayi. Tangisan yang sulit dihentikan bisa membuat ibu stress. Jika ibu mengalami depresi, hal ini dapat memengaruhi perkembangan mental, emosi, sosial, dan kemampuan berpikir (kognitif) bayi di masa depan.