Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pexels/Chris Mac (bayi)
  • Kolik infantil ditandai tangisan tanpa sebab jelas lebih dari tiga jam sehari, minimal tiga hari seminggu, sering disertai wajah memerah, tangan mengepal, lutut tertarik, dan perut tegang.

  • Kemungkinan penyebab kolik meliputi GERD, alergi, intoleransi laktosa, serta faktor psikologis; gejala seperti muntah darah, sulit makan, atau berat badan tidak naik perlu diperhatikan.

  • Growth spurt adalah fase singkat kenaikan tinggi dan berat badan pesat, yang dapat mengubah nafsu makan serta pola tidur tanpa menimbulkan rasa sakit pada bayi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi tumbuh dan terus berkembang. Saat mengasuh bayi, Mama menemukan banyak hal baru yang mungkin membuat bingung.

Beberapa hal itu memiliki gejala yang mirip sehingga membuat Mama bingung. Padahal, mengetahui apa yang terjadi pada si Kecil bisa mendorong Mama untuk mengatasi masalah itu dengan tepat.

Misalnya, bayi mengalami kolik dan growth spurt. Beberapa gejalanya mungkin mirip. Tapi, apa perbedaan antara kolik dan growth spurt pada bayi? Bagaimana Mama mengatasi keduanya?

Jangan khawatir, Popmama.com sudah merangkum informasi tentang perbedaan kolik dan growth spurt pada bayi.

Kolik pada Bayi

Ilustrasi bayi menangis (Unsplash.com/ Jessica Hearn)

Bayi yang baru lahir menjadikan tangisan sebagai satu-satunya cara untuk berkomunikasi. Namun, pernahkah Mama mengalami si Kecil menangis tanpa henti selama berjam-jam tanpa alasan yang jelas? Kondisi ini dikenal sebagai kolik infantil.

Kolik infantil merupakan kondisi di mana bayi menangis lebih dari 3 jam dalam sehari, terjadi setidaknya selama 3 hari dalam seminggu tanpa alasan yang jelas atau penyebab organik. Biasanya kondisi ini berlangsung selama 1 minggu terakhir.

Penyebab Kolik pada Bayi

ilustrasi bayi menangis (unsplash.com/unsplash+)

Tanda bahaya kolik infantil dibagi dalam empat kelompok penyebab tersering. Keempat penyebab tersebut adalah sebagai berikut:

1. Penyakit Refluks Gastroeosfagus (GERD)

  • Posisi tubuh Sandifer: Posisi punggung bayi melengkung yang tidak normal

  • Hematemesis: Muntah darah

  • Gagal tumbuh: Berat badan bayi tidak naik sesuai usia

  • Kesulitan atau penolakan makan: Bayi tampak tidak mau makan atau kesulitan saat makan.

2. Alergi

Bayi dengan gejala kolik infantil yang disertai regurgitasi (keluarnya makanan/cairan dari lambung ke mulut secara spontan berlebihan), gejala gangguan napas yang tidak membaik dengan pengobatan biasa, serta adanya tanda-tanda alergi pada bayi atau riwayat alergi dalam keluarga, perlu dipertimbangkan kemungkinan alergi sebagai penyebab keluhan tersebut.

3. Intoleransi Laktosa

Alergi atau intoleransi terhadap protein susu sapi bisa membuat bayi merasa tidak nyaman, terutama pada perut. Biasanya kondisi ini juga disertai gejala lain seperti diare atau feses yang lebih encer. Meski banyak yang berpikir mengganti susu formula bisa jadi solusi, cara ini belum tentu efektif mengatasi kolik. Karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter sebelum mengganti susu agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.

Adapun gejala bayi mengalami intoleransi laktosa adalah flatus (buang angin) yang berlebihan, diare, perut kembung, dan ruam di sekitar anus.

4. Faktor Psikologis

Kolik infantil tidak hanya menyebabkan kecemasan pada orang tua, tetapi juga memengaruhi hubungan antara orang tua dan bayi. Tangisan yang sulit dihentikan bisa membuat ibu stress. Jika ibu mengalami depresi, hal ini dapat memengaruhi perkembangan mental, emosi, sosial, dan kemampuan berpikir (kognitif) bayi di masa depan.

Gejala Kolik

ilustrasi bayi menangis (pexels.com/Laura Garcia)

Sebelum membahas cara ampuh mengatasi kolik pada bayi baru lahir, Mama sebaiknya mengenali gejala kolik pada bayi. Bayi yang terserang kolik cenderung lebih rewel dari biasanya.

Selain itu, tangisan bayi akan terdengar lebih melengking dengan wajah yang memerah. Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa menit hingga 3 jam atau lebih dan kadang disertai dengan buang angin atau buang air besar.

Ciri-ciri lain yang ditunjukkan pada bayi kolik adalah posisi tangannya yang mengepal, lutut ditarik ke arah perut dan otot-otot perut yang mengencang.

Growth Spurt atau Percepatan Pertumbuhan pada Bayi

Bayi telentang (Unsplash/Ames May)

Growth spurt atau percepatan pertumbuhan adalah periode singkat ketika tinggi (panjang) dan berat badan si Kecil meningkat pesat. Percepatan pertumbuhan memengaruhi bayi, anak-anak, dan remaja. Pola pertumbuhan setiap anak unik.

Pertumbuhan pesat bayi adalah perubahan fisik yang terjadi seiring bertambahnya usia bayi. Ini berbeda dengan tonggak perkembangan.

Keduanya mungkin terjadi pada waktu yang sama, tetapi tonggak perkembangan adalah tindakan dan keterampilan yang menandai kematangan bayi pada tahap-tahap tertentu (seperti perkembangan bahasa dan keterampilan motorik halus).

Gejala Growth Spurt pada Bayi

Bayi tengkurap (Unsplash/Jinhui Chen)

Perubahan tinggi dan berat badan bayi adalah tanda paling langsung bahwa mereka mengalami percepatan pertumbuhan. Tanda-tanda percepatan pertumbuhan lainnya mungkin termasuk:

  • Peningkatan atau penurunan nafsu makan

  • Rewel atau ledakan emosi

  • Perubahan kebiasaan tidur

  • Munculnya gigi susu

Perbedaan Kolik dan Growth Spurt pada Bayi

Popmama.com/AI/Sysilia Tanhati (Apakah bayi harus menggunakan sarung tangan dan sarung kaki?)

Bayi tidak akan merasakan apa-apa saat mengalami growth spurt, Ma. Mama mungkin memperhatikan perubahan pola makan atau tidur yang membuat bayi lebih rewel dari biasanya. Tetapi itu bukan tanda rasa sakit.

Growth spurt tidak menyebabkan nyeri lengan dan kaki seperti nyeri pertumbuhan pada umumnya. Ketidaknyamanan apa pun selama percepatan pertumbuhan bayi bersifat sementara.

Sedangkan pada kolik, bayi cenderung lebih rewel dari biasanya.

Selain itu, tangisan bayi akan terdengar lebih melengking dengan wajah yang memerah. Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa menit hingga 3 jam atau lebih dan kadang disertai dengan buang angin atau buang air besar.

Ciri-ciri lain yang ditunjukkan pada bayi kolik adalah posisi tangannya yang mengepal, lutut ditarik ke arah perut dan otot-otot perut yang mengencang.

Itu penjelasan tentang perbedaan kolik dan growth spurt pada bayi. Diskusikan juga dengan dokter bila Mama menemukan hal yang membuat khawatir.

Curated For You

Editorial Team

Related Article