Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Komdigi: Hoaks Vaksin BCG dan DPT Picu Campak pada Bayi
Magnific
  • Komdigi membantah klaim media sosial bahwa vaksin BCG rekombinan atau DPT mRNA membuat bayi pasti terkena campak tanpa kontak dengan penderita.

  • Dokter Andreas Wilson Setiawan menjelaskan BCG berisi bakteri Mycobacterium bovis yang dilemahkan, sedangkan DPT mengandung komponen difteri, tetanus, dan pertusis; keduanya tidak mengandung virus campak.

  • Campak menular melalui droplet, aerosol, atau cairan saluran napas penderita. Bayi yang belum menerima vaksin campak justru berisiko lebih tinggi tertular dan menularkannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah dilahirkan, bayi umumnya wajib mendapatkan imunisasi untuk melindunginya dari berbagai penyakit berbahaya yang dapat dicegah. Beberapa di antaranya seperti vaksin BCG dan DPT. 

Namun, dalam unggahan media sosial, disebutkan bahwa pemberian kedua vaksin ini justru menjadi penyebab anak terkena penyakit campak di kemudian hari. Pada Rabu (16/09/2026), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam situs resminya telah membantah asumsi tersebut melalui sebuah berita.

Bagaimana informasi lengkapnya? Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai hoaks vaksin BCG dan DPT picu campak pada bayi.


Vaksin BCG dan DPT Tidak Memicu Campak pada Bayi

Magnific

Dilansir dari situs resmi Komdigi, beredar luas di media sosial sebuah unggahan yang menyatakan bahwa semua anak-anak yang baru lahir lalu disuntik BCG rekombinant atau DPT mRNA membuat mereka akan terkena campak meski tidak berkontak fisik dengan orang lain yang terkena campak.

Unggahan tersebut menyebut jika bayi sudah “dimasukkan” virus campak pada saat baru lahir melalui suntikkan vaksin BCG.

“Faktanya, klaim yang menyebut bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT pasti akan terkena campak karena virus campak sudah dimasukkan melalui vaksin adalah hoaks,” tulis Komdigi dalam unggahannya.


Ini Penjelasan Ahli soal Vaksin BCG dan DPT

Magnific

dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes, AIFO-K, CBP.Med, Akp. menjelaskan bahwa vaksin BCG dapat mencegah penyakit tuberkulosis dan mengandung bakteri hidup yang telah dilemahkan, yaitu Mycobacterium bovis. Tentunya, vaksin ini pun tidak mengandung virus campak.

Sementara, vaksin DPT diberikan untuk melindungi bayi dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini mengandung toksoid difteri, toksoid tetanus, serta komponen bakteri pertusis, dan juga tidak mengandung virus campak.

dr. Andreas menegaskan, virus campak hanya terdapat pada vaksin  khusus, seperti MMR vaccine (vaksin campak). Vaksin tersebut berfungsi untuk melindungi anak dari campak, gondongan, dan rubella. Sehingga, klaim bayi “dimasukkan” virus campak sejak lahir melalui vaksin BCG atau DPT tidak memiliki dasar ilmiah.


Bukan Vaksin BCG dan DPT, Ini yang Menyebabkan Campak

Magnific/pvproductions

Sejatinya, campak ditularkan melalui droplet (percikan) pernapasan, aerosol, atau kontak dengan cairan dari saluran napas penderita. Kondisi ini tidak berkaitan dengan pemberian vaksin DPT dan BCG.

Justru, bayi yang belum mendapatkan vaksin campak memiliki risiko yang lebih tinggi untuk tertular dan menularkan penyakit tersebut. Sehingga, klaim dalam unggahan media tersebut adalah konten yang menyesatkan (misleading).

Itu tadi informasi mengenai hoaks vaksin BCG dan DPT picu campak pada bayi. Apakah di media sosial Mama juga sempat terpapar mengenai isu ini?


Curated For You

Editorial Team

Related Article