7 Penyebab Muntah yang Terjadi pada Bayi, Pastikan Mama Waspada!

Informasi ini sangat penting diketahui agar Mama bisa mengatasi bayi muntah

29 April 2021

7 Penyebab Muntah Terjadi Bayi, Pastikan Mama Waspada
Unsplash/holliesantos

Bayi sering mengalami muntah mendadak, meski sebelumnya tidak terlihat sakit. Mama mungkin merasa bingung saat menghadapi hal tersebut. Penyebab muntah yang biasa dialami bayi bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan dan tangisan yang berkepanjangan, hingga kelainan saluran cerna.

Penyebab bayi muntah sangat beragam berdasarkan usia dan gejala lain yang menyertainya. Muntah yang dialami mungkin terjadi sesekali selama bulan pertama pasca kelahiran bayi.

Kondisi tersebut bisa saja hanya disebabkan oleh gangguan makan yang cukup ringan. Namun, penyebab bayi muntah juga bisa menjadi pertanda kalau si Kecil mengalami kondisi yang serius. Lalu, apa saja penyebab bayi muntah yang perlu Mama tahu? 

Berikut Popmama.com rangkum penyebab bayi muntah yang perlu Mama waspadai.

1. Mengalami refluks

1. Mengalami refluks
Unsplash/kellysikkema

Bayi mengalami refluks biasanya karena otot kerongkongan dan lambung yang belum matang sempurna sehingga susu yang diminum bisa kembali naik ke kerongkongan setelah disusui. Hal ini menyebabkan ASI keluar dari mulut atau hidung bayi.

Tak perlu khawatir, Ma. Kondisi ini akan membaik seiring berjalannya waktu, terutama saat bayi sudah mengonsumsi makanan padat. Namun, bila muntah terjadi terus menerus dan bayi tampak kesakitan, Mama sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

2. Mengonsumsi makanan berlebihan

2. Mengonsumsi makanan berlebihan
Unsplash/lwolski

Terlalu banyak mengonsumsi makanan juga bisa menjadi penyebab bayi muntah.

Seringkali bayi yang disusui melalui susu botol bisa muntah jika mengonsumsi makan berlebihan. Karena lubang botol susu yang besar menjadi alasan bayi terlalu banyak menyusu. Oleh karena itu, Mama harus bisa mengatur porsi makan untuk si Kecil agar tidak terlalu banyak dan usahakan saat memberikan botol susu pada bayi harus diperhatikan bagian lubangnya agar bayi tidak tersedak atau muntah. 

Hal ini juga bisa terjadi karena perut bayi masih belum terbiasa mencerna makanan. Bayi pun secara tidak langsung harus belajar untuk tidak menelan susu terlalu cepat atau makan berlebih.

Editors' Picks

3. Gangguan flu perut

3. Gangguan flu perut
Unsplash/lumapimentel

Tahukah Mama apa itu flu perut? Gangguan flu perut juga disebut Gastrienteritis virus, yakni penyakit yang disebabkan adanya infeksi virus pada perut. 

Jika infeksi virus atau bakteri memengaruhi lapisan perut atau usus bayi, maka akan menimbulkan gejala seperti kehilangan nafsu makan, muntah, diare, demam, dan sakit perut. Dari gejala itu, bayi mungkin akan muntah selama beberapa hari dalam kasus flu perut. Biasanya muntah akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 12 jam sampai dengan 24 jam. 

4. Mengalami infeksi

4. Mengalami infeksi
Unsplash/ignaciocampo

Biasanya muntah dan diare dapat disebabkan karena adanya infeksi saluran cerna atau sistem organ lainnya. Hal ini bisa terjadi karena sistem kekebalan sedang melawannya. Gejala lainnya yang dialami bayi saat mengalami infeksi saluran cerna adalah diare ringan, bayi yang cepat marah atau menangis, nafsu makan yang buruk, mengalami kram perut dan nyeri serta demam. 

5. Alergi makanan

5. Alergi makanan
Unsplash/daen_2chinda

Mama harus tau, alergi terhadap makanan bisa menyebabkan bayi muntah. Hal ini juga bisa mengakibatkan bibir dan mata bengkak serta gatal. Biasanya pola makan mama juga menjadi penyebab utama alergi pada bayi yang disusui. Makanan seperti susu, telur, kacang-kacangan, ikan, biji-bijian, dan gandum adalah alergen yang umum. Jadi, reaksi gejala alergi seperti muntah bisa berkembang beberapa menit hingga beberapa jam setelah terpapar alergen.

6. Keracunan makanan pada bayi

6. Keracunan makanan bayi
Unsplash /kellysikkema

Keracunan makanan bisa terjadi pada bayi yang diberi susu botol. Nah, botol yang tidak steril, makanan basi, dan makanan atau udara yang terkena bakteri Salmonella atau E. coli   dapat mengakibatkan bayi keracunan makanan hingga menyebabkan muntah dan diare. Untuk itu pastikan Mama mensterilkan botol dan alat makan yang digunakan oleh bayi. Jangan lupa juga untuk masak makanan MPASI hingga matang sempurna.

7. Penyempitan pilorus

7. Penyempitan pilorus
Unsplash/huchenme

Penyempitan Pilorus atau Stenosis Pilorus Kongenital adalah bagian perut yang terhubung ke usus sejak lahir. Kondisi inilah yang mencegah makanan masuk dari perut ke usus dan menyebabkan muntah yang hebat. Karena kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi, kekurangan gizi, dan masalah kesehatan lainnya pada bayi dan ini membutuhkan perhatian medis segera.

Dampak penyempitan pilorus juga bisa menyebabkan kekurangan nutrisi. Gejala ini dapat terjadi dalam jangka waktu empat minggu sampai enam minggu. Masalah ini bisa diatasi dengan tindakan operasi.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan bayi muntah. Semoga informasi ini membuat Mama lebih waspada, ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.