5 Tanda Infeksi pada Bayi Baru Lahir, Mama Wajib Waspada

- Bayi baru lahir rentan infeksi karena sistem imunnya belum matang; perubahan suhu, termasuk demam 38°C atau lebih dan suhu di bawah 36,5°C, perlu diwaspadai.
- Tanda bahaya lain meliputi napas cepat, cuping hidung kembang-kempis, retraksi dada, penolakan atau penurunan minum ASI, serta muntah berulang yang kuat.
- Bayi yang sangat lemas, sulit dibangunkan, atau mengalami kulit pucat, bercak, kebiruan, maupun kuning makin pekat perlu segera mendapat pemeriksaan medis.
Melihat si Kecil lahir ke dunia menjadi salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup Mama. Tapi di balik kebahagiaan itu, ada juga rasa cemas yang wajar muncul, apalagi soal kesehatannya di bulan-bulan pertama.
Sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir memang masih dalam tahap belajar melawan kuman, sehingga ia jadi lebih rentan terkena infeksi dibandingkan dengan anak yang lebih besar.
Sayangnya, si Kecil belum bisa bicara untuk memberi tahu Mama kalau ada yang tidak beres di tubuhnya. Untungnya, tubuh si Kecil biasanya memberi sinyal lewat perubahan kecil yang bisa Mama amati sehari-hari.
Sebelum Mama panik dan bertanya-tanya tentang kondisi bayi mama, berikut Popmama.com mengulas 5 tanda infeksi pada bayi baru lahir, dikutip dari Apollo Pharmacy. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Perubahan suhu tubuh

Pexels/Tima Miroshnichenko Demam sering dianggap tanda utama bayi sakit, tapi ternyata bukan itu saja yang perlu Mama perhatikan. Suhu rektal 38 derajat Celsius ke atas memang tergolong demam pada bayi baru lahir.
Namun, suhu tubuh si Kecil yang turun hingga di bawah 36,5 derajat Celsius justru sama berbahayanya dan tak boleh diabaikan. Tubuh bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu sendiri, sehingga kondisi ini bisa menjadi pertanda infeksi sedang menyerang.
Menariknya, ada bayi yang justru tidak demam sama sekali meski sedang terinfeksi, melainkan suhu tubuhnya turun drastis alias hipotermia. Karena itu, Mama sebaiknya tetap waspada meski termometer menunjukkan angka normal, terutama jika muncul gejala lain yang mencurigakan.
2. Kesulitan bernapas

Pexels/freestocks.org Selanjutnya, perhatikan juga pola napas si Kecil, sebab ini termasuk tanda yang cukup mudah dikenali. Napas yang terlalu cepat, cuping hidung yang kembang-kempis, atau suara mendengkur setiap kali bayi mengembuskan napas patut dicurigai.
Mama juga perlu jeli melihat area dada dan tulang rusuk si Kecil saat bernapas. Jika kulit di sekitar rusuknya tertarik masuk terlalu dalam setiap tarikan napas, kondisi ini disebut retraksi dan menandakan bayi sedang kesulitan bernapas.
Gangguan napas semacam ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang cepat menjadi masalah serius pada paru-paru. Segera bawa si Kecil ke dokter jika Mama melihat tanda-tanda tersebut, apalagi jika muncul bersamaan dengan gejala lain.
3. Ada masalah saat memberikan ASI

Pexels/Anna Shvets Bayi baru lahir memang belum bisa makan banyak sekaligus, tapi perubahan pola menyusu yang tiba-tiba tetap perlu Mama waspadai. Si Kecil yang mendadak menolak ASI atau susu botol termasuk tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Selain menolak menyusu, porsi minumnya yang tiba-tiba jauh berkurang dari biasanya juga patut dicurigai. Kondisi ini bisa jadi cara tubuh si Kecil memberi tahu bahwa ada yang tidak beres.
Muntah yang terjadi berkali-kali dan semburannya yang cukup kuat juga masuk dalam daftar tanda yang perlu diwaspadai. Kalau Mama melihat kombinasi menolak ASI dan muntah berulang, sebaiknya jangan ditunda lagi untuk memeriksakan si Kecil ke dokter.
4. Lemas atau mengantuk berlebihan

Pexels/upender photography Bayi baru lahir memang identik dengan jam tidur yang panjang, jadi Mama mungkin tidak langsung curiga saat si Kecil banyak tidur. Padahal, bayi sehat seharusnya tetap mudah dibangunkan saat waktunya menyusu.
Nah, yang perlu diwaspadai adalah ketika si Kecil terlihat lemas berlebihan, tubuhnya lunglai seperti tanpa tenaga, atau sulit sekali dibangunkan meski sudah dicoba berkali-kali. Kondisi lemas seperti ini berbeda jauh dari sekadar mengantuk biasa.
Jika Mama sudah mencoba membangunkan si Kecil dengan berbagai cara tetapi responsnya tetap minim, jangan tunggu lebih lama lagi. Segera cari bantuan medis karena ini bisa jadi tanda infeksi yang sudah cukup serius.
5. Perubahan Warna Kulit

Pexels/Renjith Tomy Pkm Kulit si Kecil yang mulus dan sehat biasanya punya warna yang cukup konsisten setiap hari. Perubahan warna kulit menjadi pucat, belang-belang seperti bercak, kebiruan, atau kuning yang makin pekat perlu Mama perhatikan baik-baik.
Warna kulit kebiruan, misalnya, bisa muncul di area bibir atau ujung jari dan menandakan tubuh si Kecil kekurangan oksigen. Sementara itu, kuning yang makin pekat bisa jadi tanda kondisi jaundice yang memburuk dan butuh penanganan lebih lanjut.
Karena warna kulit bisa berubah cukup cepat, ada baiknya Mama rutin mengecek kondisi si Kecil, terutama di area wajah dan tubuh yang terkena cahaya. Jika perubahan warna ini muncul bersamaan dengan gejala lain seperti lemas atau napas tidak biasa, segera hubungi dokter anak.
Nah, itulah pembahasan mengenai 5 tanda infeksi pada bayi baru lahir yang harus Mama ketahui agar si Kecil dapat ditangani dengan tepat. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!





















