Penggunaan kain gurita kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat, mulai dari mencegah bayi masuk angin hingga mengatasi pusar bodong.Padahal, berbagai manfaat tersebut belum terbukti secara medis.
Berikut fakta di balik beberapa mitos mengenai penggunaan gurita pada bayi, antara lain:
1. Tidak mencegah bayi masuk angin
Bayi yang mengalami kondisi yang sering disebut sebagai ‘masuk angin’ umumnya berkaitan dengan terlalu banyak udara tertelan. Hal ini dapat terjadi ketika bayi menangis terlalu lama atau memiliki posisi menyusu yang kurang tepat.
Kolik juga dapat membuat perut bayi terasa kembung dan bergas. Karena itu, cara yang lebih tepat untuk membantu mencegah kondisi tersebut adalah dengan memposisikan bayi dengan benar saat menyusu dan menenangkannya ketika menangis, bukan dengan melilitkan gurita pada perutnya.
2. Tidak membantu mengecilkan perut buncit bayi
Pemakaian gurita juga bukan cara yang tepat untuk mengecilkan perut bayi baru lahir yang tampak buncit. Perut bayi yang terlihat besar, penuh, dan membulat sebenarnya merupakan kondisi yang wajar, terutama setelah ia menyusu banyak.
Hal ini terjadi karena otot perut bayi masih belum berkembang secara sempurna. Dorongan dari bagian dalam perut pun dapat membuat perut bayi tampak lebih menonjol.
Seiring pertambahan usia dan perkembangan tubuhnya, kondisi perut yang terlihat penuh tersebut akan mengecil dengan sendirinya, sehingga penggunaan gurita tidak diperlukan.
3. Tidak dapat mencegah pusar bodong
Banyak orangtua juga khawatir jika pusar bayinya terlihat menonjol atau bodong. Namun, kondisi tersebut bukan disebabkan karena bayi tidak memakai gurita.
Pusar bodong terjaid karena adanya otot cincin perut tidak menutup dengan sempurna usai bayi lahir. Alhasil, usus di dalam perut menekan pusar, sehingga membuatnya tampak menonjol.
Pusar bodong umumnya dapat membaik atau menghilang dengan sendirinya seiring tumbuh kembang anak. Pada banyak kasus, kondisi ini dapat membaik ketika anak bertambah besar, bahkan hingga usia sekitar 4–5 tahun.
Selain itu, penggunaan gurita untuk mengatasi tali pusat yang belum puput juga bukan cara yang tepat. Tali pusat sebaiknya dibiarkan lepas dengan sendirinya. Mama perlu mengusahakan agar tali pusat bayi tetap kering serta tidak terkena urine atau tinja.
Itu dia penjelasan mengenai perlukah memakaikan gurita pada bayi. Semoga bisa menjadi ilmu bagi para orangtua di luar sana, ya.