Fakta: Bertatapan Mata dengan Bayi Menciptakan Bonding

Penelitian terbaru membuktikan menatap mata bayi berguna membangun komunikasi mama dan si Kecil

1 Desember 2018

Fakta Bertatapan Mata Bayi Menciptakan Bonding
static.pexel.com
Tatap mata Mama, Nak!

Tentu Mama senang menatap lekat bayi mama. Apalagi ketika ia didekap erat untuk menyusu. Aroma lembut bayi dan tatapan matanya yang bulat penuh akan memikat hati mama.

Sebuah penelitian terbaru yang diberitakan di HealthDay.com, menemukan bahwa bertatapan mata dengan bayi akan membuat gelombang otak selaras.

“Ketika orang dewasa dan bayi saling menatap, mereka akan membuat koneksi yang menunjukan keinginan dan menjajaki kemampuan untuk berkomunikasi. Kami menemukan gelombang otak orang dewasa dan bayi itu akan terhubung dan saling menyelaraskan,” kata Victoria Leong, dari Departemen Psikologi Universitas Cambridge, Inggris.

Persiapan Komunikasi Lebih Baik

Persiapan Komunikasi Lebih Baik
c1.staticflickr.com
Halo, Sayang!

Studi mengenai gelombang otak menemukan efek dari bertatapan mata antara orang dewasa dan bayi. Saat saling bertatapan, emosi, detak jantung, dan aktivitas otak akan menjadi selaras.

“Mekanisme ini membuat orangtua dan anaknya siap berkomunikasi. Saling bertatapan mata membuat bayi belajar kapan harus bicara dan kapan harus mendengar. Bahkan bayi baru lahir pun akan bisa belajar lebih efketif jika orangtua atau pengasuhnya menatap matanya,” kata Leong.

Penelitian mengenai gelombang otak ini dilakukan Cambridge terhadap 36 pasang orangtua dan bayi mereka. Peneliti mengukur aktivitas gelombang otak memakai elektroda yang ditempelkan di kepala mereka.

Para orangtua diminta berinteraksi dengan bayi mereka. Orangtua juga diminta menyanyikan lagu anak sambil menatap mata bayinya. Kemudian ditemukan, bahwa saat tatapan mata terjadi, gelombang otak orangtua dan si Bayi langsung saling menyelaraskan.

Sam Wass, salah satu peneliti menegaskan bahwa penelitian ini masih sangat awal. Mereka belum bisa menarik kesimpulan lebih jauh selain memberitakan bahwa benar terjadi sinkronisasi gelombang otak saat orangtua menatap mata bayinya.

“Kami belum bisa memberi klaim bahwa apa yang terjadi bisa disebut telepati. Kami masih perlu waktu untuk menentukan mengapa dan bagaimana sinkronisasi itu terjadi,” kata Wass.

Studi tersebut telah dipublikasikan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Baca juga: Jawaban sains tentang cara terbentuknya bonding antara Mama dan anaknya

Editors' Picks

Tips dari Popmama.com

Tips dari Popmama.com
maxpixel.freegreatpicture.com
Mataku indah ya?

Agar Mama bisa berkonsentrasi saat menatap mata si Bayi:

1. Dekatkan wajah Mama ke arah mata si Bayi

Jarak pandang bayi baru lahir masih sangat minim, hanya sekitar 25-30 cm saja. Kemampuan jarak pandang itu akan berkembang seiring umur. Pastikan jarak mama cukup dekat agar si Bayi tidka kesulitan melihat dan mengamati Mama.  

2. Sambil menatap, bukalah komunikasi dengan menyebut namanya, menyanyi, atau bercerita tentang apa saja

Karena otak Mama dan bayi akan sinkron, maka semua komunikasi itu akan lebih mudah dicernanya. Perhatikan, bayi Mama pasti juga akan memberikan reaksi dengan menatap Mama dengan lekat, tersenyum, atau mengoceh.

3. Singkirkan benda pengganggu, terutama gadget

Hitung berapa banyak waktu yang Mama habiskan untuk menatap gadget dan berapa lama untuk menatap si Bayi? Pastikan lebih banyak yang dihabiskan untuk menatap bayi Mama ya. 

Baca juga: 5 cara agar bonding dapat terbentuk sejak dini