Jangan Panik, Ini Cara Atasi Bayi Kuning!

Sebelum terlambat, lakukan penanganan ini!

18 Juni 2018

Jangan Panik, Ini Cara Atasi Bayi Kuning
en.wikipedia.org

Menurut laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), AS, sekitar 60 persen dari seluruh bayi yang lahir mengalami sakit kuning.

Bahkan 8 dari 10 bayi prematur (yang lahir sebelum usia 37 minggu), mengalami sakit kuning. Hal tersebut dapat terjadi pada bayi karena bilirubin yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan yang bisa diolah oleh hati bayi.

Padahal sebelumnya, saat masih dalam janin, bilirubin ini dikeluarkan melalui plasenta Mama. Akibatnya, bilirubin menumpuk di dalam darah sehingga menyebabkan kulit, telapak, dan mata bayi menjadi kekuningan. 

Jika bayi mama merupakan salah satu dari bayi kuning, maka sebaiknya Mama segera melakukan penanganan secepatnya.

Sebelum terlambat, kali ini Popmama.com akan memberikan 7 cara mudah yang dapat Mama lakukan untuk mengatasai bayi kuning.

1. Lebih banyak konsumsi ASI

1. Lebih banyak konsumsi ASI
Unsplash/pedro nogueira

Agar masalah bayi kuning mama dapat teratasi dengan cepat, maka hal yang perlu Mama lakukan adalah membrikan ASI eksklusif secara rutin dan lebih banyak pada Si Kecil.

Zat yang terkandung dalam ASI dapat meningkatkan sistem imun pada bayi dibandingkan sebelumnya. Nah, tugas sistem imun tersebut adalah untuk menjaga sel otak dari serangan bilirubin yang tinggi.

Bukan hanya untuk menyembukan bayi kuning, ASI yang cukup juga dapat memberikan ketenangan pada bayi, serta menghindarkan bayi dari dehidrasi.

Maka dari itu, ketika menemukan bayi mama menguning di seluruh tubuhnya, maka carilah cara agar Mama dapat memperbanyak produksi ASI untuk Si Kecil.

2. Jemur di matahari pagi

2. Jemur matahari pagi
Unsplash/picsea

Selain memberikan ASI yang cukup, menjemur bayi juga dapat digunakan untuk mengatasi bayi kuning.

Vitamin D yang terdapat pada sinar matahari pagi sangat membantu bayi untuk bisa menghilangkan penyakit kuning yang ada di tubuhnya.

Mama hanya perlu menjemurnya tepat pada pukul setengah tujuh pagi sampai dengan pukul sembilan pagi, dan pastikan bahwa cuaca di pagi itu tidak mendung.

Jemurlah Si Kecil dalam kondisi telanjang selama 30 menit hingga satu jam. Namun, usahakan agar matanya terlindung dai paparan sinar matahari secara langsung ya, Ma. 

3. Perhatikan kondisi fisiknya

3. Perhatikan kondisi fisiknya
Unsplash/sean roy

Setelah melakukan beberapa hal diatas, Mama juga perlu mengontrol kondisi fisik bayi. Mama perlu mewaspadai jika bayi memiliki fisik lemas serta tidak aktif bergerak.

Selain itu, Mama juga perlu khawatir jika ia tidak mau menyusu atau seringakali merintih.

Ketika hal itu terjadi pada Si Kecil, maka Mama harus segera tanggap dan segera membawa bayinya ke rumah sakit.

Jangan ditunda-tunda lagi ya, Ma!

Editors' Picks

4. Menjalankan terapi sinar

4. Menjalankan terapi sinar
Commons.wikimedia.org

Terapi sinar yang dilengkapi dengan fototerapi dapat menjadi salah satu jalan yang dapat Mama lakukan untuk mengatasi bayi kuning.

Untuk menjalankan terapi yang satu ini, biasanya bayi akan diletakkan ke dalam box kemudian tubuhnya akan dilakukan penyinaran.

Cara lain juga bisa dengan menggendong bayi masuk ke dalam ruangan fototerapy, setelah itu dilakukan penyinaran dengan rentang waktu yang ditentukan.

5. Melakukan tindakan medis lebih lanjut

5. Melakukan tindakan medis lebih lanjut
Unsplash/rawpixel

Jika kuning pada tubuh Si Kecil tak kunjung berkurang dalam kurun waktu selama 2 minggu, maka sebaiknya Mama segera memeriksakannya ke dokter spesialis anak.

Dengan memeriksakannya ke dokter maka dokter akan mengecek kadar bilirubin bayi, apakah ia memiliki kadar bilirubin yang tinggi ataukan tidak.

Jika tinggi, dokter akan melakukan penyinaran atau bahkan melakukan transfusi darah kepada bayi tersebut.

6. Mengetahui penyebab lainnya

6. Mengetahui penyebab lainnya
Unsplash/verdes cosmin

Cara termudah yang dapat Mama lakukan sebelum memutuskan untuk melakukan pengobatan pada bayi kuning adalah dengan mencari tahu apakah penyakit tersebut disebabkan oleh faktor fisiologis ataukah karena faktor patologis.

Jika disebabkan oleh faktor fisiologis, maka penyakit kuning tersebut bisa hilang dengan sendirinya. Sedangkan jika dikarenakan oleh faktor patologis, maka diperlukan campur tangan dokter untuk mengatasinya.

7. Jangan biarkan ia dehidrasi

7. Jangan biarkan ia dehidrasi
Commons.wikimedia.org

Jangan pernah biarkan bayi kuning mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk memberikan cairan sesering mungkin kepada bayi.

Caranya adalah dengan memberikan ASI selama 3 sampai dengan 4 jam.

Setelah itu, ketika bayi bangun tidur, berikanlah ASI dengan segera! Jangan tunggu hingga bayi menangis terlebih dahulu ya, Ma.

Nah, itulah ketujuh cara untuk mengatasi bayi kuning yang perlu Mama ketahui. Jika menemukan Si Kecil dengan kondisi seperti itu, jangan pernah tunda pengbatannya ya.

Teruslah berusaha dan berdoa agar Si Kecil dapat pulih dan tumbuh menjadi anak yang sehat. Semangat, Ma!

Baca Juga: Wah, Ternyata Ada Bahaya Mengintai Jika Menjemur Bayi Terlalu Lama