Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Umur Berapa Bayi Sudah Tidak Begadang? Ini Penjelasannya
Pexels/Jonathan Borba
  • Pola tidur bayi umumnya mulai teratur sekitar usia 6 bulan; sebagian mulai tidur 6–8 jam pada usia 3 bulan, sementara lainnya baru mendekati 1 tahun.
  • Bayi baru lahir sering terbangun karena perut kecil, kebutuhan menyusu, dan belum mengenali siang-malam; tidur siang cukup serta rutinitas konsisten membantu malam lebih tenang.
  • Konsultasikan ke dokter bila pola tidur berubah drastis, terbangun disertai demam, rewel berlebihan, sulit menyusu, tampak kesakitan, atau tidak membaik meski rutinitas sudah diterapkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pola tidur bayi umumnya mulai lebih teratur sekitar usia 6 bulan, sementara sebagian bayi dapat tidur 6–8 jam pada malam hari mulai usia 3 bulan. Sebagian lainnya masih terbangun hingga mendekati usia 1 tahun.
  • Who?
    Bayi baru lahir hingga bayi usia sekitar 15 bulan serta orangtua yang memantau jadwal tidur, kebutuhan menyusu, dan tanda gangguan tidur pada anak.
  • Where?
    Perubahan pola tidur terjadi dalam rutinitas harian bayi, termasuk saat tidur siang dan malam di lingkungan perawatan bayi.
  • When?
    Bayi baru lahir sering terbangun setiap beberapa jam. Siklus tidur mulai teratur sekitar usia 6 bulan; sebagian bayi baru tidak sering begadang ketika mendekati usia 1 tahun.
  • Why?
    Bayi baru lahir terbangun karena perut masih kecil dan perlu menyusu, belum membedakan siang-malam, serta belum memiliki jadwal tidur baku. Tidur siang yang kurang juga dapat membuat bayi lebih sulit tidur malam.
  • How?
    Orangtua dapat menjaga tidur siang sesuai usia, menerapkan jadwal konsisten, dan menghindari stimulasi berlebihan sebelum tidur. Dokter anak perlu dikonsultasikan bila perubahan tidur mendadak disertai demam, sulit menyusu, atau tampak kesakitan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi kecil sering bangun malam karena perutnya masih kecil dan ingin minum susu. Mereka juga belum tahu bedanya siang dan malam. Saat umur sekitar 3 sampai 6 bulan, tidur bayi mulai lebih teratur. Ada juga yang baru lebih tenang dekat umur 1 tahun. Kalau bayi demam atau terlihat sakit, Mama bisa bertanya ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, tapi si Kecil masih terjaga dan menangis. Momen begadang seperti ini pasti pernah, bahkan sering, dialami hampir semua orangtua baru.

Wajar rasanya kalau Mama mulai bertanya-tanya, sebenarnya umur berapa bayi sudah tidak begadang lagi? Soalnya, rasa lelah karena kurang tidur ini kadang bikin Mama merasa, "Kapan sih fase ini berakhir?"

Tenang, Ma, untuk menjawab keresahan yang Mama alami, berikut Popmama.com mengulas umur berapa bayi sudah tidak begadang? Yuk, simak sampai habis!

Umur Berapa Bayi Sudah Tidak Begadang?

Pexels/Sarah Chai

Secara umum, menurut Stanford Medicine Children's Health, bayi baru memiliki siklus tidur yang teratur sekitar usia 6 bulan. Sebelum usia itu, wajar saja jika si Kecil masih sering terjaga di tengah malam.

Sementara itu, soal kapan si Kecil mulai bisa tidur sepanjang malam tanpa terbangun alias sleeping through the night (sekitar 6-8 jam), melansir Hopkins Medicine, menyebut usia 3 bulan sebagai titik awal yang umum terjadi.

Meski begitu, pada rentang ini bisa sangat bervariasi. Ada bayi mama yang baru benar-benar sudah tidak begadang lagi begitu mendekati usia 1 tahun, dan itu masih dianggap normal.

Jadi, tidak ada patokan usia yang kaku untuk semua bayi. Yang penting, pola tidur si Kecil semakin membaik seiring waktu, bukan malah sebaliknya.

Mengapa Bayi Baru Lahir Sering Bangun di Tengah Malam?

Pexels/Polina Smelova

Salah satu alasan utamanya cukup sederhana, yaitu ukuran perut bayi yang masih kecil. Menurut Hopkins Medicine, bayi baru lahir perlu bangun setiap beberapa jam untuk menyusu karena perutnya belum mampu menampung banyak ASI atau susu formula sekali minum.

Selain itu, di minggu-minggu awal kehidupannya, si Kecil memang belum mengenal perbedaan siang dan malam. Menurut laman Akbid HI Pekalongan, bayi baru lahir belum memiliki siklus waktu yang jelas, sehingga bisa saja tidur lelap di siang hari, lalu terjaga saat malam tiba.

Ditambah lagi, pada masa ini belum ada jadwal tidur yang baku bagi si Kecil. Jam tidurnya masih naik turun mengikuti kebutuhan makan dan pertumbuhannya, termasuk saat mengalami growth spurt.

Kabar baiknya, kondisi ini bersifat sementara. Begitu si Kecil semakin besar dan sistem pencernaannya makin matang, pola tidurnya pun perlahan akan mulai lebih teratur.

Apakah Jadwal Tidur Siang Memengaruhi Bayi yang Sering Begadang?

Pexels/upender photography

Jawabannya, iya, sangat berpengaruh, Ma. Menurut Dream Baby Sleep, banyak orangtua mengira semakin lama si Kecil terjaga di siang hari, semakin lelap pula tidurnya di malam hari, padahal anggapan ini justru keliru.

Saat si Kecil melewatkan waktu tidur siang atau baru tidur malam terlalu larut, tubuhnya justru melepaskan hormon adrenalin dan kortisol agar tetap terjaga. Akibatnya, si Kecil malah jadi susah pulas, sering terbangun berkali-kali, bahkan bangun terlalu pagi keesokan harinya.

Menurut Stanford Children's Health, Mama disarankan untuk tetap memberi waktu tidur siang yang cukup sesuai usia si Kecil. Selain itu, hindari juga aktivitas yang terlalu seru atau menstimulasi menjelang jam tidur malamnya.

Jadi, daripada membuat si Kecil kelelahan supaya cepat tidur, justru menjaga jadwal tidur siang yang cukup adalah kunci agar malamnya lebih tenang.

Berapa Jam Bayi Seharusnya Tidur pada Malam Hari?

Pexels/upender photography

Nah, supaya Mama punya gambaran lebih jelas, berikut kebutuhan tidur si Kecil berdasarkan usianya, dirangkum dari Dream Baby Sleep.

  • Usia 0–4 Minggu
    Total kebutuhan tidur si Kecil di usia ini sekitar 15–18 jam sehari, dengan pola tidur yang masih berputar dalam siklus pendek 2–4 jam sepanjang siang maupun malam.

  • Usia 1–4 Bulan
    Total tidur si Kecil sekitar 14–15 jam sehari, dengan jam tidur malam yang mulai bisa dijadwalkan sekitar pukul 20.00–23.00.

  • Usia 4–8 Bulan
    Ritme sirkadian si Kecil mulai terbentuk di usia ini, sehingga jam tidur malamnya bisa dimajukan menjadi sekitar pukul 17.30–19.30 dengan total tidur 14–15 jam sehari.

  • Usia 8–10 Bulan
    Si Kecil di rentang usia ini membutuhkan sekitar 12–15 jam tidur sehari, tapi mulai menurun jadi sekitar 12 jam menjelang usia 11 bulan seiring polanya yang kian teratur.

  • Usia 10-15 Bulan
    Pada rentang usia ini, bayi membutuhkan waktu tidur antara 12–14 jam sehari. Pada rentang usia ini, waktu tidur bayi semakin berkurang dari usia sebelumnya.

Semua angka ini memang perkiraan umum yang bisa berbeda dari satu bayi ke bayi lainnya. Yang terpenting, perhatikan tanda kantuk si Kecil dan jaga jadwal tidurnya tetap konsisten setiap hari.

Kapan Bayi yang Sering Begadang Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Pexels/Jonathan Borba

Begadang di masa bayi memang lumrah, tapi ada kalanya kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih. Berikut beberapa tanda yang sebaiknya membuat Mama segera berkonsultasi dengan dokter anak.

  • Pola tidur berubah drastis secara tiba-tiba
    Melansir Stanford Children's Health, Mama disarankan untuk segera bicara dengan dokter jika si Kecil yang biasanya tidur lelap tiba-tiba kesulitan tidur atau sering terbangun, apalagi jika ini pola baru yang tidak biasa.

  • Terbangun disertai tanda sakit
    Menurut Hopkins Medicine, jika si Kecil yang sebelumnya tidur konsisten mendadak sering terbangun, bisa jadi ini pertanda growth spurt, tapi bisa juga tanda sedang tidak enak badan sehingga perlu diperiksa lebih lanjut.

  • Begadang disertai gejala lain
    Waspadai jika begadang si Kecil disertai demam, rewel berlebihan, susah menyusu, atau tampak kesakitan. Menurut Stanford Children's Health, sakit juga bisa jadi penyebab munculnya gangguan tidur pada si Kecil.

  • Sudah dicoba rutinitas konsisten, tapi tidak membaik
    Jika Mama sudah menerapkan jadwal tidur yang teratur, tetapi begadang tak kunjung membaik dalam waktu cukup lama, ada baiknya berdiskusi dengan dokter anak untuk mencari tahu penyebabnya lebih pasti.

Mengenali tanda-tanda ini penting supaya Mama tidak salah menilai antara fase begadang yang wajar dan kondisi yang butuh penanganan medis. Jangan ragu untuk selalu berkonsultasi jika merasa ada yang tidak biasa dari pola tidur si Kecil.

Nah, itulah pembahasan mengenai umur berapa bayi sudah tidak begadang? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article