Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Hasil Survei BPS: Gen Alpha Usia 0-4 Tahun Kini Mendominasi Indonesia

Hasil Survei BPS: Gen Alpha Usia 0-4 Tahun Kini Mendominasi Indonesia
Popmama.com/Sysilia Tanhati/AI
  • SUPAS 2025 BPS mencatat anak usia 0–4 tahun menjadi kelompok penduduk terbesar Indonesia, berjumlah 22,7 juta jiwa.
  • Jumlah penduduk Indonesia mencapai 284,67 juta jiwa pada 2025; pertumbuhannya melambat menjadi 1,08 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.
  • Milenial, Gen Z, dan Gen Alpha mencakup 68,92 persen populasi; Gen Alpha lahir pada 2010–2024 dan tumbuh bersama teknologi digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Generasi Alpha adalah generasi yang lahir antara tahun 2010 dan 2024. Generasi ini tumbuh besar bersama media sosial, AI, dan segala hal yang berbau teknologi. Hal ini sangat berbeda dengan cara orangtuanya dibesarkan.

Menariknya, hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Generasi Alpha kini menjadi kelompok penduduk terbesar di Indonesia. Anak usia 0–4 tahun mendominasi struktur populasi di Indonesia saat ini.

Pada ulasan kali ini, Popmama akan membahas soal hasil survei BPS mengenai Generasi Alpha dan bagaimana mengasuh generasi ini khusus untuk Mama.

  1. Hasil Survei BPS: Gen Alpha Usia 0-4 Tahun Kini Mendominasi Indonesia

    Gen Alpha mendominasi Indonesia
    Popmama.com/SysiliaTanhati/AI

    Generasi Alpha lahir antara tahun 2010 dan 2024. Menurut hasil survei BPS, Generasi Alpha kini menjadi kelompok penduduk terbesar di Indonesia. Dan anak usia 0 hingga 4 tahun mendominasi struktur populasi, sebanyak 22,7 juta jiwa.

    Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 284,67 juta jiwa. Laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,08 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.

    BPS juga mencatat sekitar 68,92 persen penduduk Indonesia berasal dari kelompok Milenial, Generasi Z, dan Post-Gen Z atau Generasi Alpha. Hal ini menandakan dominasi generasi muda dalam struktur kependudukan di Indonesia.

    Kepala BPS Amalia Adininggar mengungkapka bahwa selama periode 2010 hingga 2025, jumlah penduduk Indonesia meningkat dari 237,64 juta jiwa menjadi 284,67 juta jiwa. Namun, laju pertumbuhan penduduk melambat menjadi 1,08% per tahun dalam lima tahun terakhir.

    Di sisi lain, hampir 69% penduduk Indonesia kini berasal dari Gen Z, Milenial, dan Post Gen Z, yang menandakan Indonesia masih didominasi usia produktif.

  2. Mengenal Generasi Alpha

    Mengenal Generasi Alpha
    Pexels/hartono subagio

    Anak-anak yang lahir antara tahun 2010 dan 2024 merupakan bagian dari Generasi Alpha. Mereka adalah generasi pertama yang tidak akan pernah mengenal masa ketika media sosial belum ada, dan mereka jauh lebih melek teknologi dibandingkan generasi sebelumnya, yang merupakan keahlian hebat yang dapat mengubah umat manusia dalam berbagai cara positif.

    Di sisi lain, ketergantungan pada teknologi ini dapat menyebabkan berkurangnya rentang perhatian dan berkurangnya koneksi tatap muka.

    Mungkin terlalu dini untuk menggolongkan Generasi Alpha sebagai ini atau itu berdasarkan betapa sedikitnya pengetahuan kita tentang mereka sejauh ini. Namun, ada beberapa hal yang kita pahami: Beberapa Generasi Alpha adalah yang pertama lahir selama pandemi COVID-19, mereka lebih beragam dibandingkan generasi lainnya, dan mereka lebih mungkin berada dalam keluarga dengan orang tua tunggal.

    Mereka memiliki potensi untuk mendefinisikan ulang dunia pendidikan dan dunia kerja.

  3. Tips untuk Orangtua dalam Mengasuh Generasi Alpha

    Anak Alpha

    Seperti halnya setiap generasi baru, anak-anak Gen Alpha membawa tantangan dan pertimbangan unik mereka sendiri bagi orangtua mereka. Perbedaan mencolok antara Gen Alpha dan generasi sebelumnya adalah pengalaman dan ekspektasi mereka terhadap teknologi dan media.

    Mereka diprediksi akan menjadi generasi yang paling melek teknologi, dengan anak pertama lahir pada tahun 2010, tahun yang sama dengan peluncuran iPad pertama dan peluncuran Instagram. Teknologi-teknologi ini kini begitu lazim dalam kehidupan anak muda sehingga terasa seperti teman yang penting.

    Media sosial, inovasi digital, dan ponsel pintar hanyalah beberapa contoh teknologi yang baru bagi kita, tetapi sudah umum bagi generasi ini. Banyak orangtua Milenial memperkenalkan media kepada anak-anak mereka melalui perangkat bahkan sebelum mereka dapat berbicara. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan dampak konten ini terhadap ide dan opini generasi muda.

    Dengan platform jejaring sosial, anak-anak memiliki informasi di ujung jari mereka. Baik itu menonton influencer favorit mereka, berinteraksi dengan konsumen lain, atau terpapar berbagai topik, media dapat memengaruhi cara anak-anak memandang lingkungan mereka.

    Munculnya teknologi telah memicu perdebatan tentang pemantauan dan pengendaliannya. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Generasi Alpha terlahir di era teknologi dan secara naluriah menggunakannya, terutama layar sentuh. Tidak ada solusi universal untuk masalah penggunaan teknologi di usia muda, meskipun penelitian terus berkembang seiring bertambahnya usia Generasi Alpha.

    Sementara itu, orangtua akan memutuskan apa yang terbaik untuk anak-anak mereka. Meskipun dapat meningkatkan pengalaman dan pengetahuan pendidikan, kekhawatiran akan waktu layar yang terlalu lama juga dapat memengaruhi perkembangan anak.

    Membesarkan anak Generasi Alpha memiliki pro dan kontra karena banyaknya informasi yang tersedia bagi orangtua. Orangtua modern dapat menemukan jawaban atas hampir semua pertanyaan secara daring.

    Namun, akses ini memunculkan banyak pendapat tentang metode pengasuhan, beberapa didukung oleh fakta ilmiah dan yang lainnya tidak, sehingga sulit untuk membedakan antara nasihat yang bermanfaat dan yang berbahaya. Dalam kasus ini, sebaiknya teliti apa yang orangtua bisa dan tetapkan batasan atau harapan yang konsisten untuk si Kecil.

    Itu informasi tentang hasil survei BPS yang mengungkapkan bahwa Gen Alpha usia 0-4 tahun kini mendominasi Indonesia. Menarik bukan, Ma?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More