Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Pilek pada Bayi Baru Lahir

Fun fact: pilek pada bayi baru lahir memperkuat sistem imun tubuhnya

8 September 2019

Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Pilek Bayi Baru Lahir
Freepik/Tonefotografia

Bayi yang baru lahir perlu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Inilah saat di mana sistem kekebalan tubuhnya melatih diri agar makin matang melindungi dari berbagai infeksi dan virus menular.

Dalam proses adaptasi ini, sangatlah umum bila bayi baru lahir mengalami pilek. Dilansir dari healthline.com, terdapat 200 tipe virus penyebab pilek. Untungnya, sebagian besar pilek yang dialami bayi ini justru akan memperkuat sistem imunnya.

Meskipun begitu, melihat bayi yang baru lahir mengalami pilek sampai kesulitan bernapas adalah hal yang membuat orangtua khawatir. Lalu, bagaimana mengatasinya? Berikut Popmama.com merangkum informasinya untuk Mama:

Gejala Pilek pada Bayi Baru Lahir

Gejala Pilek Bayi Baru Lahir
Pixabay/Fancycrave1

Hidung yang berair dan mengeluarkan ingus terus-menerus merupakan gejala yang paling mudah terlihat saat bayi menderita pilek. Produksi ingus di hari-hari awal mungkin terlihat bening dan cair, tetapi berubah menjadi kuning-kehijauan dan semakin kental dalam beberapa hari. Hal ini wajar kok, Ma. Bukan berarti kondisi pilek si Kecil makin buruk.

Gejala pilek pada bayi baru lahir lainnya, misalnya:

  • Demam
  • Batuk, terutama di malam hari
  • Bersin
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sulit menyusu atau minum dari botol karena hidung tersumbat
  • Sulit tidur dan rewel
     

Editors' Picks

Penyebab Pilek pada Bayi Baru Lahir

Penyebab Pilek Bayi Baru Lahir
Freepik/Studiomay

Pilek disebabkan oleh virus yang menyerang imunitas bayi, bukan bakteri. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan oleh antibiotik. Sementara jika bakteri menginfeksi tubuh, maka dapat berkembang menjadi komplikasi infeksi virus.

Penyakit lain yang ditimbulkan oleh pilek, antara lain:

  • Sakit tenggorokan
  • Infeksi telinga
  • Pneumonia

Jika ditemukan tanda-tanda gejala penyakit di atas, dokter akan mengambil sampel darah atau urin untuk melihat penyebab pileknya karena virus atau bakteri. 

Virus penyebab pilek berada di udara atau permukaan yang keras selama beberapa waktu singkat. Inilah yang membuatnya sangat mudah menular, dengan atau pun tanpa kontak langsung dengan orang lain yang sakit. Bayi yang berada dalam lingkungan orang dewasa dan anak-anak lebih mudah terserang pilek. Bagitu pun paparan pelukan dari orang dewasa, kunjungan ke tempat-tempat umum, bahkan ke rumah sakit. 
 

Cara Mengatasi Pilek pada Bayi Baru Lahir

Cara Mengatasi Pilek Bayi Baru Lahir
Pixabay.com/asundermeier

Melihat si Kecil pilek hingga kesulitan bernapas tentu menjadi hal yang membuat orangtua panik. Begini cara mengatasinya, Ma:

  1. Posisikan kepala bayi sedikit terangkat untuk membantunya lebih mudah bernapas
  2. Berikan minum ASI atau susu formula yang lebih banyak untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menghindari dehidrasi
  3. Sedot ingus menggunakan tetes salin atau pipet penyedot khusus
  4. Gunakan humidifier agar kondisi udara dalam ruangan lembap dan nyaman
  5. Hindari membiarkan bayi tidur tengkurap karena akan semakin memperburuk saluran pernapasan
  6. Obat batuk dan pilek tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 tahun, tanpa pengawasan dokter
     

Gejala Pilek pada Bayi Baru Lahir yang Patut Diwaspadai

Gejala Pilek Bayi Baru Lahir Patut Diwaspadai
Freepik/preechab

Bayi berusia di bawah dua atau tiga bulan yang menderita pilek, perlu dibawa ke dokter. Hal ini penting dilakukan sebagai pencegahan akan kondisi yang berkembang menjadi lebih serius dan juga agar pikiran orangtua lebih tenang.

Demam adalah salah satu cara tubuh bayi bekerja melawan pilek. Meskipun begitu, jika demam mencapai suhu 38 derajat Celcius bahkan lebih untuk bayi usia dua atau tiga bulan, segera bawa ke dokter. Begitu pula pada bayi yang lebih tua (usia tiga hingga enam bulan) yang mengalami demam 39 derajat Celcius atau lebih tinggi. 

Tak peduli berapa pun usia bayi Mama, demam yang bertahan lebih dari lima hari wajib segera dibawa ke dokter. Terutama jika diiringi gejala:

  • Ruam
  • Muntah
  • Diare
  • Batuk persisten
  • Tangisan terdengar aneh dan tidak biasa
  • Kesulitan bernafas
  • Ingus kental berwarna hijau
  • Keluar lendir berdarah dari hidung atau mulut
  • Tanda-tanda dehidrasi (menolak minum, intensitas buang air kecil berkurang drastis)
  • Semburat kebiruan di sekitar bantalan kuku atau bibir

Bayi yang baru lahir masih belum dapat mengomunikasikan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang dirasakannya. Inilah tugas penting orangtua untuk selalu mengawasi dan memantau perkembangan kesehatan anak secara jeli. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.