Perkembangan Bayi Usia 7 Minggu: Siap-siap Menghadapi Masalah Menyusui

Seperti apa perkembangan bayi usia 1 bulan 3 minggu? Bagaimana mengatasi masalah saat menyusui?

13 November 2019

Perkembangan Bayi Usia 7 Minggu Siap-siap Menghadapi Masalah Menyusui
maxpixel/camera nikon d7100

Di usia 1 bulan 3 minggu atau 7 minggu ini, bayi Mama semakin menunjukkan pertumbuhan yang menakjubkan. Di momen ini, otak bayi berkembang, baik itu dari segi ukuran atau pun kompleksitasnya. Selama tiga bulan pertama usianya, otak bayi bertambah ukurannya sebanyak 5 cm.

Akan ada saatnya si Kecil tampak tenang dan tidak mengeluarkan suara atau pun reaksi. Tenang, Ma, ini adalah waktu yang tepat untuknya belajar dan menyerap informasi dari sekitarnya. Gunakan momen tenang ini untuk berbicara, bernyanyi atau pun bercerita. Ia mungkin belum bisa menanggapi, tetapi si Kecil telah mampu menyerap bahasa. Tunjukkan padanya gambar pemandangan, warna hingga tekstur untuk memahami dunia di sekitarnya.

Penglihatan bayi makin berkembang. Saat ini ia dapat melihat dan mengikuti gerakan benda secara konsisten. Pancing ketertarikannya dengan menggoyangkan benda-benda di sekitarnya.

Editors' Picks

Kehidupan Orangtua: Masalah Menyusui

Kehidupan Orangtua Masalah Menyusui
momjunction.com

Setiap Mama, begitu pula setiap bayi memiliki momennya masing-masing. Seringkali banyak hal yang terjadi tak sesuai dengan rencana. Misalnya, soal menyusui.

Masyarakat banyak memberikan tekanan pada ibu baru yang tak mampu menyusui dengan maksimal. Hal ini menimbulkan rasa bersalah pada sang ibu. Memang, ASI adalah makanan pertama yang sempurna bagi bayi. Namun, banyak faktor yang menyebabkan ASI seorang ibu tak maksimal atau tak layak konsumsi. 

Konsultasikan masalah laktasi Mama dengan ahlinya untuk mencari jalan keluar yang solutif bagi Mama dan juga sang bayi. Bicaralah dari hati ke hati dengan ahli laktasi dan keluarga tentang kendala yang Mama hadapi. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, Ma. Tiap ibu tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi bayinya. Kesempurnaan ibu tak hanya berhenti pada bagaimana seorang ibu mampu memberikan ASI eksklusif, melainkan juga memenuhi kebutuhan nutrisi bayi sebaik-baiknya dan memberikan cinta serta kasih sayangnya.
 

Pendengaran Bayi

Pendengaran Bayi
Freepik/lelia_milaya

Setiap bayi yang baru lahir perlu mendapatkan tes pendengaran selepasnya pulang dari rumah sakit. Penelitian yang dilakukan American Academy of Pediatrics dan National Institutes of Health, 2 dari 3 pada tiap 1.000 bayi di dunia ini lahir dengan masalah pendengaran, seperti yang dilansir dari babycenter.com.

Masalah pendengaran bayi tidak dapat diketahui hanya dengan sekali saja melakukan tes. Ada beberapa masalah pendengaran yang bersifat sementara, misalnya pilek, infeksi telinga atau pun penumpukan kotoran telinga. Tetapi ada pula penyebab tuli permanen, misalnya rubella (campak Jerman) atau CMV (Cytomgealovirus) dalam rahim yang terjadi selama kehamilan.

Bayi Mama mungkin saja memperhatikan saat Mama berbicara, tetapi hal ini bukan jadi patokan bahwa pendengarannya baik-baik saja. Ia mungkin dapat mendengar beberapa suara, tetapi di kemudian hari terdapat keterlambatan berbicara. Oleh karenanya, penting memeriksakan pendengaran bayi secara teratur setiap kali kunjungan kontrol kesehatan bayi.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.