5 Tahapan Perkembangan Pencernaan Bayi, Sesuaikan dengan Asupannya

Jadi... inilah alasan mengapa bayi baru boleh makan makanan padat di usia 6 bulan

17 Februari 2020

5 Tahapan Perkembangan Pencernaan Bayi, Sesuaikan Asupannya
Rawpixel/McKinsey

Saat baru lahir, pencernaan bayi masih belum berfungsi sepenuhnya. Dalam enam bulan pertama, pencernaan bayi masih sangat rentan terhadap infeksi. Apapun yang masuk ke dalam saluran pencernaannya, belum siap melawan bakteri dan patogen. 

Namun, sistem pencernaan bayi akan mengalami perubahan seiring kemampuannya memproduksi enzim untuk mencerna makanan. Antibodi pun berkembang, berfungsi untuk melindungi sistem pencernaannya. 

Lalu, seperti apa sih perkembangan pencernaan bayi? Berikut Popmama.com merangkum tahapannya, dilansir dari livestrong.com:

1. Usia 0-1 bulan: Lambung kecil memengaruhi transisi asupan makanan dari plasenta ke ASI

1. Usia 0-1 bulan Lambung kecil memengaruhi transisi asupan makanan dari plasenta ke ASI
Freepik/KamranAydinov

Selama dalam kandungan, bayi menerima nutrisi dan membuang sisanya melalui plasenta. Saat lahir, perubahan terjadi tiba-tiba padahal sistem pencernaannya belum matang. Akibatnya, bayi Mama mungkin kehilangan hingga 10 persen berat tubuhnya di hari-hari pertama kehidupannya karena sistem pencernaannya sedang menyesuaikan diri. 

Karena perut bayi baru lahir kecil, bayi Mama perlu sering menyusu. ASI merupakan makanan penuh lemak yang paling efisien dicerna bayi untuk memenuhi kebutuhan kalorinya. Tiap ons lemak dalam ASI mengandung lebih dari dua kali lebih banyak kalori, ketimbang protein atau karbohidrat.

Editors' Picks

2. Usia 0-3 bulan: Pankreas dan ginjal belum sempurna sehingga berisiko dehidrasi

2. Usia 0-3 bulan Pankreas ginjal belum sempurna sehingga berisiko dehidrasi
rawpixel.com/McKinsey
Mitos fakta posisi tidur bayi

Meski bayi yang baru lahir sebenarnya dapat mencerna karbohidrat, protein serta lemak, pankreasnya belum sepenuhnya berkembang. Akibatnya, bayi menghasilkan tingkat enzim pencernaan yang lebih rendah. Beruntungnya, ada enzim dalam ASI dan air liur bayi yang membantu melengkapi kekurangan itu.

Katup esofagus bayi yang baru lahir masih kurang berkembang. Katup ini berfungsi untuk mengontrol masuknya makanan ke dalam perut bayi Mama. Inilah mengapa bayi sering muntah sehabis menyusu. 

Pencernaan yang belum matang ini, bersamaan dengan keadaan ginjal bayi yang belum sempurna, membuatnya berisiko mengalami dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit dan kurangnya penyerapan nutrisi.
 

3. Usia 0-3 bulan: Lapisan pelindung pencernaan belum matang sehingga berisiko infeksi

3. Usia 0-3 bulan Lapisan pelindung pencernaan belum matang sehingga berisiko infeksi
Pixabay/Cherylholt

Sistem pencernaan manusia memiliki lapisan lendir yang melindungi saluran pencernaan dari mikroba dan kontaminasi lain yang mungkin terdapat dalam makanan atau minuman.

Pada bayi, lapisan pelindung ini belum matang sempurna sehingga bayi berisiko tinggi mengalami infeksi. Antibodi dalam ASI membantu melindungi bayi hingga lapisan mukosa pencernaannya matang dan tubuhnya mampu menghasilkan antibodi sendiri di usia sekitar enam bulan.

4. Usia 0-4 bulan: Lapisan usus yang penuh bakteri baik semakin berkembang

4. Usia 0-4 bulan Lapisan usus penuh bakteri baik semakin berkembang
Freepik/Freepic.diller

Vitamin dan mineral membantu sistem pencernaan bayi agar lekas sempurna. Tetapi ingat, Ma, jangan memberinya suplemen atau makanan yang mengandung zat besi sebelum usia enam bulan. Zat besi tambahan ini akan mengurangi kemampuannya menyerap zat besi dari ASI atau susu formula. 

Dalam enam bulan pertama, ASI penting untuk kematangan pencernaan bayi karena mengandung faktor pertumbuhan usus, yang membantunya mengembangkan koloni bakteri yang baik bagi usus. Bakteri ini membantu mencegah serangan patogen dan membantu lapisan usus anak berkembang dengan baik.

5. Usia 6-9 bulan: Pencernaan bayi siap memasuki fase makanan padat

5. Usia 6-9 bulan Pencernaan bayi siap memasuki fase makanan padat
Freepik/User6624752

Meskipun mungkin bayi Mama menunjukkan keinginan mencicipi makanan padat, tetapi sebelum usia enam bulan sistem pencernaannya belum siap. 

Tubuh bayi belum menghasilkan tingkan enzim yang cukup untuk mencerna pati makanan sampai sekitar usia enam bulan. Sementara enzim yang bertugas mencerna karbohidrat tidak mencapai tingkat yang cukup sampai sekitar usia tujuh bulan. Garam lipase dan garam empedu yang membantu pencernaan lemak, belum mencapai kadar penuh sampai bayi berusia enam hingga sembilan bulan.

Di usia empat hingga enam bulan, bayi memiliki 'usus terbuka', yang memungkinkan seluruh protein langsung menuju ke usus kecil dalam aliran darah. Sebetulnya, fungsi pembukaan ini adalah agar antibodi dari ASI memasuki aliran darah. Tetapi, molekul besar dari makanan padat juga dapat melewatinya yang justru dapat menimbulkan alergi atau membawa patogen. 

Sistem pencernaan merupakan salah satu organ tubuh manusia yang vital. Oleh karenanya penting untuk memahami perkembangannya dan mengikuti petunjuk kesehatan yang sesuai agar tidak menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari. Semoga informasi ini mencerahkan ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.