Kamu kan sudah besar, Nak. - flickr.com/Lupuca
Adalah normal jika sebagian besar anak menyimpan benda kesayangannya sampai dewasa sebagai kenang-kenangan akan masa kecilnya.
Hal tersebut menjadi tidak normal jika setelah dewasa ia masih tergantung pada benda tersebut. Bahkan tidak bisa mengatasi rasa stres atau menjadi tidak tenang saat benda tersebut tidak ada.
Beberapa gangguan kepribadian ditandai dengan hal-hal tersebut. Misalnya, anak-anak dengan autisme akan memilih benda kesayangan dan memainkan benda tersebut secara berulang-ulang dengan gerakan yang sama.
Intinya, jika si Kecil memiliki benda kesayangan dan masih bisa berinteraksi dengan orang lain, ia normal saja.
Jika Mama merasakan keanehan dengan tingkah lakunya bawalah ia ke dokter.
Sebenarnya, kepemilikan benda kesayangan tetap ada hingga dewasa. Mengakulah Mama pasti punya benda yang membuat tenang. Entah itu lipstik warna tertentu atau mungkin smartphone Mama?