Mengkonsumsi Makanan Tinggi Serat Membuat Bayi Sembelit, Benarkah?

Ketahui kebutuhan serat yang baik dikonsumsi oleh bayi dan apa saja jenis makanan tinggi serat

20 Januari 2019

Mengkonsumsi Makanan Tinggi Serat Membuat Bayi Sembelit, Benarkah
Unsplash/Colin Maynard

Pernahkah Mama mendengar mitos yang menyebutkan bahwa bayi yang baru mulai MPASI sebaiknya menghindari makanan berserat? Ya, sebagian orang meyakini bahwa makanan tinggi serat dapat memicu bayi susah BAB atau sembelit.

Padahal faktanya, serat sangat baik untuk pencernaan. Mengkonsumsi serat secara rutin justru mampu melancarkan BAB. Nah, bagaimana dengan bayi? Apakah hal tersebut juga berlaku untuk bayi?

1. Kebutuhan serat pada bayi

1. Kebutuhan serat bayi
Pixabay/RitaE

Mengkonsumsi serat secara rutin memang baik untuk tubuh dan pencernaan. Namun, perlu Mama ingat bahwa jumlah kebutuhan serat bayi dengan orang dewasa berbeda.

Berdasarkan pedoman Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, angka kebutuhan serat bayi usia 7-11 bulan adalah 10gr per hari.

Jumlah tersebut tentu lebih rendah dibandingkan kebutuhan serat orang dewasa ya, Ma. Pasalnya, serat merupakan salah satu nutrisi yang sulit dicerna, sementara sistem pencernaan bayi masih belum sempurna. Sehingga jumlah penyajiannya perlu diperhatikan dan diseimbangkan dengan nutrisi lainnya.

Meski demikian, angka ini dapat menyesuaikan kondisi BAB, aktivitas fisik dan pola makan bayi sehari-hari. Sehingga mungkin saja ada bayi yang justru memerlukan asupan serat lebih banyak.

Editors' Picks

2. Jenis makanan tinggi serat

2. Jenis makanan tinggi serat
Pixabay/dbreen

Beberapa jenis makanan tinggi serat yang dapat memicu sembeli pada bayi diantaranya pepaya, wortel, pisang, jagung, bayam, kangkung, tempe, brokoli, sawi, beras merah, oat, kentang dan singkong.

Nah, dalam pemberian menu tunggal ataupun menu empat bintang pada bayi, hindari memberikan makanan tinggi serat secara berturut-turut dalam sehari atau menggabungkan lebih dari dua jenis makanan tinggi serat dalam satu menu.

Misalnya memadukan beras merah dengan bayam dan pisang dalam satu menu dan diberikan pada dua atau tiga kali waktu makan dalam sehari. Hal tersebut besar kemungkinan menyebabkan sembelit atau konstipasi.

Sebaiknya kombinasikan makanan tinggi serat dengan makanan yang banyak mengandung kadar air, seperti semangka atau jeruk dan jangan lupa imbangi dengan mengkonsumsi air putih. Dengan demikian 'kerja' lambung bayi tidak akan terlalu berat.

Baca juga:

3. Cermat mengatur menu makan bayi

3. Cermat mengatur menu makan bayi
archanaskitchen.com

Meskipun serat berpotensi menyebabkan bayi sembelit jika dikonsumsi dalam jumlah banyak tak berarti Mama menghentikan pemberian serat pada bayi ya, Ma. Bayi tetap memerlukan serat untuk melancarkan sistem pencernaannya.

Hanya saja porsinya disesuaikan dan diimbangi dengan makanan lain yang rendah serat namun kaya akan kandungan protein, lemak dan mineral.

Dalam Panduan Metode MPASI WHO mengenai kebutuhan serat pada bayi disebutkan agar terhindar dari sembelit, perhatikan komposisi makanan yang dikonsumsi bayi. Berikan gizi seimbang dengan padu padan yang tepat antara karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin dan mineral yang tepat.

Itulah sebabnya mengapa Mama perlu membuat perencanaan menu MPASI yang dikonsumsi bayi setiap harinya. Hal itu memudahkan Mama untuk mengatur menu makanan dengan tepat sehingga bayi mama mendapatkan gizi yang seimbang tanpa khawatir menimbulkan sembelit.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!