Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Panduan MPASI untuk Memulihkan Berat Badan Anak setelah Sakit

Panduan MPASI untuk Memulihkan Berat Badan Anak setelah Sakit
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Setelah sakit, anak sering kehilangan nafsu makan dan berat badan menurun, sehingga perlu strategi pemberian MPASI

  • Berikan secara bertahap dengan porsi kecil agar tubuhnya beradaptasi kembali.

  • Orangtua disarankan sabar menghadapi proses pemulihan anak dengan memberi dukungan positif saat makan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selepas sakit, berat badan anak sering menurun karena kondisi tubuhnya belum sepenuhnya kembali stabil, termasuk sistem pencernaan yang masih dalam proses pemulihan. Kondisi ini juga membuat si Kecil kerap kehilangan nafsu makan hingga menolak makanan.

Tidak perlu khawatir! Mama bisa membantu si Kecil mengejar berat badan ideal dengan memberikan MPASI yang tepat dan strategi yang sesuai agar nafsu makan dapat kembali meningkat secara bertahap.

Untuk itu, berikut Popmama.com siapkan panduan MPASI untuk memulihkan berat badan anak setelah sakit.

Table of Content

1. Buat jadwal makan kecil dan bertahap

1. Buat jadwal makan kecil dan bertahap

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jika nafsu makan si Kecil belum kembali normal setelah sakit, Mama bisa mengubah pola makan menjadi porsi yang lebih kecil dan diberikan secara bertahap dibandingkan langsung dalam porsi besar.

Daripada memaksakan si Kecil makan 3 kali sehari namun ditolak dan tidak ada nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, lebih baik Mama menerapkan pola 6 kali makan kecil dalam sehari, terdiri dari makanan utama dalam porsi kecil dan camilan sehat di sela-selanya.

Dengan pola ini, tubuh si Kecil akan lebih mudah menerima makanan secara perlahan, sehingga kebutuhan energi tetap terpenuhi dan nafsu makan pun bisa kembali meningkat secara bertahap.

2. Berikan karbohidrat

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Karbohidrat berperan penting sebagai sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh selama masa pemulihan setelah sakit. Mama perlu menambahkan makanan seperti nasi, roti, kentang, oatmeal, atau bubur ke dalam menu harian si Kecil.

Selain itu, pastikan asupan tersebut tetap seimbang dengan nutrisi lain seperti protein dari telur, ayam, atau ikan, serta sayuran dan buah-buahan. Mama juga bisa mengombinasikannya menjadi menu MPASI yang lebih menarik, misalnya bubur dengan kaldu, kentang tumbuk, atau roti lembut dengan topping sehat.

Kombinasi ini penting untuk membantu pemulihan tubuh sekaligus mendukung kenaikan berat badan secara optimal.

3. Hindari pemberian minum terlalu banyak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Memberikan terlalu banyak minum seperti susu, air putih, atau jus sebelum atau di tengah waktu makan dapat membuat anak lebih cepat merasa kenyang. Kondisi ini membuat lambung si Kecil sudah terisi cairan, sehingga ia tidak lagi memiliki nafsu untuk menghabiskan makanan utama.

Akibatnya, si Kecil hanya makan sedikit atau bahkan menolak makanan, padahal dari makanan utama inilah sebagian besar kebutuhan kalori dan nutrisi diperoleh. Jika berlangsung terus-menerus, asupan energi harian bisa berkurang dan berpengaruh pada proses pemulihan serta kenaikan berat badannya.

4. Sediakan camilan tinggi kalori

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jika si Kecil belum mau makan dalam porsi besar setelah sakit, Mama tidak perlu memaksakan karena hal tersebut bisa membuat anak merasa tidak nyaman bahkan berisiko muntah. Sebagai gantinya, Mama bisa menyiasatinya dengan memberikan camilan yang tetap bernutrisi dan tinggi kalori.

Camilan ini membantu memenuhi kebutuhan energi meski asupan makanan utama belum optimal. Mama bisa memberikan pilihan seperti roti dengan selai kacang atau alpukat, keju dengan biskuit (crackers), yoghurt full fat dengan buah, telur dengan roti panggang, smoothies buah dengan tambahan yoghurt atau susu, hingga mashed potato dengan butter.

5.  Kenalkan dengan makanan baru

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bisa saja si Kecil menolak makan bukan karena nafsu makannya menurun, tetapi karena merasa bosan atau kurang menyukai menu yang disajikan.

Karena itu, Mama bisa mencoba mengenalkan variasi makanan baru agar si Kecil lebih semangat makan kembali. Dengan pilihan menu yang berbeda dan menarik, anak akan lebih mudah tertarik untuk makan sehingga proses pemulihannya juga bisa berjalan lebih optimal.

6. Orangtua perlu sabar dan menghargai proses anak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Setiap anak memiliki proses pemulihan dan peningkatan nafsu makan yang berbeda-beda setelah sakit, sehingga orangtua perlu lebih sabar dalam menghadapinya. Tidak perlu terburu-buru, karena yang terpenting adalah memberikan dukungan secara konsisten agar anak merasa nyaman saat makan.

Mama juga perlu memberikan dorongan positif setiap kali si Kecil mau makan, sekecil apa pun porsinya. Jika anak tiba-tiba menolak makanan, tetap apresiasi hal-hal baik yang sudah dilakukan, seperti mau duduk di meja makan atau menerima satu hingga dua suapan.

Dukungan sederhana seperti ini dapat membantu anak membangun kembali kebiasaan makan dengan lebih baik secara perlahan.

Rekomendasi Bahan MPASI Penambah Berat Badan Bayi yang Ampuh

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mama bisa mencoba mengolah berbagai bahan makanan berikut untuk membantu menambah berat badan si Kecil secara sehat dan bergizi seimbang:

  1. Daging ayam
    Daging ayam memiliki tekstur yang lembut dan mudah dicerna bayi, sehingga cocok untuk MPASI penambah berat badan. Kandungan protein, fosfor, magnesium, serta vitamin B6 dan B12 di dalamnya sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Mama bisa mengolahnya menjadi sup, dicampur dengan bubur, atau dilumatkan bersama nasi agar lebih mudah dikonsumsi.

  2. Pisang
    Pisang termasuk superfood yang kaya karbohidrat, kalium, serta vitamin C, A, B6, dan fosfor. Seratnya juga baik untuk pencernaan bayi. Pisang bisa disajikan langsung, dipotong kecil, atau dibuat smoothie, bahkan bisa ditambahkan yoghurt untuk tambahan protein.

  3. Labu (Labu Kuning atau Putih)
    Labu memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi serta kaya serat, vitamin A, dan beta karoten. Mama bisa mengolahnya menjadi puree atau mencampurkannya dengan bubur bayi bersama daging ayam atau sapi untuk tambahan energi dan nutrisi.

  4. Alpukat
    Alpukat kaya lemak sehat yang mirip dengan kandungan lemak pada ASI, sehingga sangat baik untuk bayi. Selain tinggi kalori, alpukat juga mudah diolah dan bisa dicampur dengan yoghurt atau bahan MPASI lain agar lebih creamy dan bergizi.

  5. Ikan
    Ikan merupakan sumber protein dan omega-3 yang penting untuk perkembangan otak bayi. Ikan bisa diolah menjadi bubur atau sup lembut agar mudah dikonsumsi si Kecil.

  6. Telur
    Telur merupakan sumber protein dan kalori tinggi yang mudah diolah. Bisa disajikan dengan cara direbus, dibuat telur dadar, atau dicampurkan ke bubur. Namun, pemberiannya perlu diperhatikan jika bayi memiliki alergi.

  7. Wortel
    Wortel memiliki rasa manis alami dan kaya vitamin A serta beta karoten. Mama bisa merebusnya hingga lunak, lalu menghaluskannya dan mencampurkannya ke dalam bubur bayi.

Itu tadi panduan MPASI untuk memulihkan berat badan anak setelah sakit. Tetap semangat dalam masa pemulihan si Kecil, ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More