Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Sering Menggendong Anak Bisa Mengganggu Tumbuh Kembangnya?

Benarkah Sering Menggendong Anak Bisa Mengganggu Tumbuh Kembangnya?
Freepik
Intinya Sih

  • Menggendong anak tidak menghambat tumbuh kembang jika dilakukan seimbang, justru membantu perkembangan emosional dan neurologis karena memberikan rasa aman serta kedekatan dengan orangtua.
  • Posisi menggendong yang benar penting untuk menjaga keselamatan anak, terutama pada kepala, leher, dan pinggul agar terhindar dari cedera serta mendukung postur tubuh yang sehat.
  • Menggendong memberi banyak manfaat seperti memperlancar menyusui, menenangkan anak, meningkatkan kualitas tidur, hingga memperkuat ikatan emosional antara anak dan orangtua.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menggendong anak merupakan salah satu bentuk kasih sayang paling alami dan umum dilakukan oleh orangtua.

Sentuhan fisik dan hangat tersebut tidak hanya membuat si Kecil merasa aman dan nyaman, tetapi juga membangun ikatan emosional sejak dini antara orangtua dengan anak.

Meski begitu, masih banyak orangtua beranggapan bahwa menggendong anak dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya sehingga ragu untuk melakukannya. Lalu, bernakah anggapan tersebut?

Pada artikel ini berikut ini, Popmama.com telah merangkum penjelasan terkait pertanyaan benarkah sering menggendong anak bisa mengganggu tumbuh kembangnya.

Table of Content

Hubungan Menggendong dengan Tumbuh Kembang Anak

Hubungan Menggendong dengan Tumbuh Kembang Anak

Freepik/senivpetro
Freepik/senivpetro

Pada nyatanya, menggendong anak tidak akan mengganggu tumbuh kembang si Kecil jika dilakukan dengan seimbang dan tidak berlebihan.

Aktivitas menggendong memberikan banyak manfaat bagi anak, seperti mendukung perkembangan neurologis dan psikologis karena anak merasa lebih aman dan nyaman saat mendapatkan sentuhan fisik.

Namun, jika menggendong anak dilakukan terlalu sering tanpa memberikan kesempatan si Kecil untuk mengeksplorasi lingkungannya dengan cara lain, maka proses tumbuh kembangnya akan terhambat, salah satunya terhadap kemampuan motorik.

Kapan Waktu Terbaik Menggendong Anak?

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Mama dapat menggendong si Kecil kapan pun saat dibutuhkan, termasuk saat ia menangis atau merengek. Hal tersebut merupakan cara anak berkomunikasi untuk menyampaikan kebutuhannya.

Mama juga dapat menggendong si Kecil menggunakan gendongan untuk memudahkan pergerakan terhadap aktivitas sehari-hari. Dengan begitu, Mama dapat bergerak dan melakukan berbagai kegiatan sekaligus berada dekat dengan si Kecil.

Meski sentuhan fisik terasa sangat penting bagi si anak, Mama juga perlu memerhatikan kebutuhan diri sendiri. Tidak ada salahnya untuk beristirahat atau tidur sejenak dengan bantuan orang lain yang memantau si Kecil, agar Mama tetap memiliki energi yang cukup dalam merawatnya.

Tips Menggendong Anak yang Aman

Freepik
Freepik

Saat menggendong si Kecil , Mama perlu memerhatikan bahwa posisi kepala dan lehernya tersangga dengan baik, terutama pada anak yang belum mampu menopang kepalanya sendiri.

Posisi menggendomg yang tepat membantu menjaga kestabilan tubuh anak sekaligus mengurangi risiko cedera selama digendong.

Mama juga dapat menggunakan gendongan ergonomis yang mampu menopang tulang belakang serta menjaga posisi pinggul anak dalam bentuk “M”.

Posisi tersebut ditandai dengan letak lutut lebih tinggi daripada bokong guna mendukung perkembangan sendi panggul tetap sehat.

Selain itu, pemilihan gendongan juga sebaiknya disesuaikan dengan usia serta berat badan anak, agar memberikan dukungan yang optimal serta tetap nyaman digunakan oleh orangtua.

Manfaat Menggendong Anak

Freepik/prostooleh
Freepik/prostooleh

Selain mempererat ikatan antara anak dan orangtua, menggendong anak juga memberikan berbagai manfaat penting bagi si Kecil.

Berikut merupakan beberapa manfaat yang didapatkan dari aktivitas menggendong si Kecil.

  • Melancarkan proses menyusui karena pelepasan hormon oksitosin serta sentuhan lembut antara Mama dan si Kecil.

  • Membantu si Kecil tidur lebih nyenyak, baik saat tidur siang maupun tidur malam, karena ritme sirkadian yang terbentuk melalui kontak fisik saat digendong.

  • Menenangkan si Kecil saat menangis sekaligus meningkatkan kualitas tidur.

  • Mengurangi risiko plagiocephaly atau kondisi kepala bagian belakang menjadi datar akibat terlalu lama berbaring telentang.

  • Mendukung kemampuan bersosialisasi si Kecil, karena ia mampu mendengar percakapan orang di sekitarnya sekaligus mengamati interaksi secara langsung.

Berdasarkan manfaat tersebut, aktivitas menggendong justru sangat baik terhadap kebutuhan anak dan menjadi salah satu cara sederhana dan efektif dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Orangtua saat Menggendong Anak

Freepik/cookie_studio
Freepik/cookie_studio

Hingga saat ini, masih terdapat beberapa anggapan yang kerap disalahpahami serta cara menggendong anak yang kurang tepat sehingga berpotensi menimbulkan masalah.

Salah satu anggapan yang sering muncul adalah bahwa terlalu sering menggendong anak akan membuatnya menjadi lebih manja. Padahal, menggendong anak justru berperan penting dalam membangun ikatan emosional serta rasa aman bagi anak dan orangtua.

Selain itu, jika orangtua terlalu mengandalkan pada gendongan sepanjang hari tanpa disertai aktivitas lain, kondisi tersebut dapat membatasi ruang gerak anak sehingga kesempatan si Kecil untuk mengeksplor akan berkurang.

Oleh karena itu, Mama sebaiknya menggendong anak sesuai kebutuhan dan tetap memberikan waktu bagi anak untuk bereksplorasi terhadap lingkungannya melalui aktivitas tummy time atau bermain di atas alas guna meningkatkan tumbuh kembangnya.

Semoga artikel ini membantu Mama dalam memahami cara menggendong si Kecil, sekaligus mendukung perkembangannya secara lebih optimal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More