Koin.
Perhiasan.
Sekrup
Peniti
Magnet kecil
Kancing.
Baterai kecil.
Tutup pulpen atau spidol.
Manik-manik.
Kelereng.
Bola kecil.
Balon pecah.
Mata boneka.
13 Benda yang Sering Ditelan Balita, Mama Harus Waspada

- Anak sering menelan benda asing karena rasa ingin tahu yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya, seperti menyentuh, menggenggam, atau mencium benda-benda menarik perhatiannya.
- Berbagai benda berisiko bagi anak jika tertelan, termasuk koin, perhiasan, sekrup, peniti, magnet kecil, kancing, baterai kecil, tutup pulpen atau spidol, manik-manik, kelereng, bola kecil, balon pecah dan mata boneka.
- Tanda-tanda anak tersedak benda asing antara lain kesulitan bernapas atau bernapas dengan suara berat, batuk berlebihan, tidak menangis tetapi nampak cemas atau gelisah serta memegang atau menunjuk pada
Menjadi orangtua memang membutuhkan tingkat waspada yang tinggi, khususnya untuk anak balita saat memasuki fase eksplorasi. Pada fase ini, rasa ingin tahu anak sedang berada pada puncaknya terhadap berbagai hal di sekitarnya.
Anak memiliki cara sendiri dalam mengenali hal-hal di sekitarnya, seperti menggigit atau mengunyah beberapa benda yang menarik perhatiannya. Apabila anak tidak berada pada pantauan orang tua dengan baik, maka akan menimbulkan insiden yang tidak diinginkan seperti menelan benda asing.
Di bawah ini, Popmama.com merangkum sejumlah benda yang sering ditelan balita agar Mama tetap waspada.
Table of Content
Kenapa Anak Sering Menelan Benda Asing?

Pernahkah Mama melihat si Kecil mencoba memasukkan benda-benda asing ke dalam mulutnya? Walaupun membuat Mama khawatir, kondisi ini merupakan bagian proses bagi anak dalam mengenal serta mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.
Selain mencoba menelan, anak juga dapat menyentuh, menggenggam, atau mencium setiap benda yang menarik perhatiannya. Pada fase ini, anak masih belum memahami benda apa saja yang aman atau berisiko bagi dirinya sehingga tidak jarang terjadi kejadian tertelannya benda asing.
Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Pediactrics menunjukkan bahwa selama periode 20 tahun, kasus anak menelan benda asing ke dalam mulutnya mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Oleh karena itu, peran orangtua sangat penting dalam mengawasi anak ketika bermain dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Barang-barang yang Rawan Ditelan Balita

Rasa ingin tahu pada anak menjadi langkah besar dalam proses mereka mengenal dan mengeksplor dunia. Namun, orangtua juga perlu tetap waspada terhadap berbagai benda di sekitar anak, terutama terhadap benda-benda berikut yang berisiko bagi anak jika tertelan.
Jadi, pastikan benda-benda di atas berada jauh dari jangkauan anak, agar si Kecil tetap merasa aman dan nyaman saat mengeksplor lingkungannya.
Tanda Anak Tersedak Benda Asing

Anak memang penuh rasa ingin tahu tinggi terhadap benda-benda di sekitarnya. Jika perilaku ini terlepas dari pantauan orangtua, maka insiden yang kurang menyenangkan dapat terjadi, salah satunya adalah tersedak.
Yuk, Ma, kenali gejala-gejala tersedak berikut agar Mama lebih waspada dalam melindungi si Kecil.
Kesulitan bernapas atau bernapas dengan suara berat.
Batuk berlebihan.
Tidak menangis, tetapi nampak cemas, gelisah, atau panik.
Memegang atau menunjuk pada area tenggorokan.
Apabila tanda-tanda tersebut tampak semakin tidak wajar, seperti muntah disertai darah, Mama sebaiknya segera membawa si Kecil ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.
Langkah yang Dapat Dilakukan Ketika Anak Tersedak

Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersedak, Mama dapat melakukan teknik back blow dengan segera untuk mengeluarkan benda yang tersangkut. Teknik back blow dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
Posisikan anak menunduk ke bawah.
Hentakan punggung anak selama lima kali dengan telapak tangan.
Jangan mencoba untuk mengambil/mencongkel benda yang tersangkut, meski benda tersebut terlihat.
Apabila benda tersebut tidak berhasil untuk dikeluarkan dan anak masih menunjukkan tanda-tanda tersedak yang semakin memburuk, Mama sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Hindari Barang Berbahaya bagi Anak

Untuk menjaga si Kecil tetap aman saat ia sedang aktif mengeksplor lingkungan sekitarnya, Mama dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk meminimalisir risiko yang tidak diinginkan.
Singkirkan magnet-magnet kecil yang berada di lemari es ataupun mainan magnet lainnya.
Pastikan barang-barang berbahaya berada jauh dari jangkauan anak, seperti baterai yang tersimpan pada remot.
Simpan benda-benda tajam di tempat yang terkunci atau tidak dapat dijangkau oleh anak.
Nah, itulah tadi benda yang sering ditelan balita. Tetap waspada dan buat lingkungan yang aman dan nyaman bagi si Kecil untuk bermain dan bereksplorasi, ya, Ma.


















