Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Daya Tahan Tubuh Belum Kuat, Waspada Penularan Super Flu pada Bayi

Pexels
Pexels
Intinya sih...
  • Super flu adalah istilah populer untuk infeksi virus Influenza A (H3N2) subclade K yang meningkat di Indonesia sejak Desember 2025.
  • Kelompok berisiko tertular super flu termasuk bayi, lansia, orang dengan penyakit kronis, dan ibu hamil.
  • Gejala super flu mirip influenza musiman, tetapi bisa lebih berat atau lama, perlu penanganan medis segera.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Flu bisa dialami oleh siapa saja, terutama oleh mereka yang daya tahan tubuhnya lemah. Misalnya bayi, ibu hamil, dan lansia.

Nah, Mama juga mungkin mendengar tentang penularan super flu di tanah air selama beberapa pekan. Bila Mama memiliki anggota keluarga yang rentan, tentu kondisi ini membuat Mama khawatir.

Apa itu super flu dan siapa saja yang berisiko tertular? Untuk membantu Mama mencegah penularan super flu di rumah, Popmama.com sudah merangkum informasi tentang super flu pada ulasan berikut ini.

Apa Itu Super Flu?

Pexels
Pexels

Dilansir dari laman RS Roemani Muhammadiyah, istilah super flu sebenarnya bukan istilah medis resmi. Istilah super flu merupakan istilah populer untuk merujuk pada infeksi virus Influenza A (H3N2) subclade K yang sedang meningkat di banyak negara, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa varian ini telah terdeteksi sejak 25 Desember 2025, dan hingga akhir Desember tercatat 62 kasus di delapan provinsi termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan. Situasi ini masih dalam kondisi terkendali dan belum menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan flu musiman yang biasa terjadi.

Virus varian ini dikenal karena kemampuan penularannya yang cepat dan dominan di musim flu 2025–2026, terutama di negara-negara seperti Amerika Serikat di mana aktivitas influenza mencapai level tinggi yang belum terlihat dalam 25 tahun terakhir.

Siapa yang Berisiko Tertular Super Flu?

Pexels
Pexels

Kelompok yang paling berisiko mengalami gejala berat adalah:

  • Bayi dan balita
  • Lansia
  • Orang dengan penyakit kronis seperti asma, diabetes, atau gangguan imun
  • Ibu hamil

Bila di rumah ada kelompok rentan, maka Mama perlu lebih waspada, ya.

Gejala Super Flu yang Perlu Diwaspadai

Pexels/Greta Fotografía
Pexels/Greta Fotografía

Gejala yang muncul pada infeksi super flu secara umum mirip dengan influenza musiman, tetapi pada beberapa laporan gejala bisa terasa lebih berat atau lebih lama, terutama pada kelompok rentan.

Beberapa tanda super flu yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Demam tinggi (>38,5°C) yang menetap
  • Batuk berat atau batuh terus-menerus
  • Napas cepat, sesak, atau tarikan dinding dada
  • Bayi tampak sangat lemas dan rewel
  • Nafsu makan dan minum menurun drastis
  • Mual, Muntah atau diare

Gejala ini menandakan kondisi yang membutuhkan evaluasi medis segera.

Flu biasa umumnya membaik dalam beberapa hari setelah istirahat dan perawatan sederhana. Sementara pada super flu, gejala dapat:

  • Tidak membaik setelah 3-5 hari
  • Disertai demam tinggi yang sulit turun
  • Aktivitas bayi menurun drastis

Penanganan Super Flu

Pexels/RDNE Stock project
Pexels/RDNE Stock project

Penanganan super flu pada bayi harus disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatannya secara keseluruhan, Ma. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab infeksi serta menentukan terapi yang tepat. Karena itu, bila menemukan gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, segera bawa bayi ke dokter, ya.

Penanganan dapat meliputi pemberian obat sesuai indikasi medis, pemantauan kondisi pernapasan, serta memastikan kebutuhan cairan dan nutrisi bayi tercukupi. Pada kasus tertentu, bayi mungkin memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit untuk observasi dan terapi tambahan. 

Super flu dapat berlangsung dari beberapa hari hingga 2 minggu dan menyebabkan gejala yang lebih parah dari biasanya. 

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Penularan Super Flu?

Pexels/Alina Matveycheva
Pexels/Alina Matveycheva

Supaya risiko penularan bisa ditekan, ada beberapa langkah sederhana namun efektif yang bisa Mama lakukan untuk mencegah penularan super flu:

  • Vaksinasi influenza bila tersedia dan direkomendasikan untuk bayi
  • Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
  • Gunakan masker ketika berada di tempat ramai atau saat merasa tidak enak badan. Bila tidak perlu, hindari membawa bayi ke tempat umum yang ramai
  • Jaga daya tahan tubuh bayi dan keluarga di rumah dengan pola makan sehat dan istirahat yang cukup

Bayi perlu segera dibawa ke rumah sakit apabila mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, sesak napas, napas cepat atau tampak berat, serta penurunan aktivitas yang signifikan. Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah jika bayi tidak mau minum atau menyusu, muntah berulang, tampak sangat lemas, kejang, atau terjadi perubahan kesadaran.

Pemeriksaan medis sedini mungkin penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan penanganan yang optimal.

Kenali gejala super flu sejak dini, melakukan pencegahan, dan segera mencari pertolongan medis saat kondisi memburuk. Semua itu penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan bayi Mama mendapatkan penanganan dan perawatan yang tepat, ya.

Itu penjelasan tentang super flu dan siapa yang berisiko tertular. Semoga si Kecil dan keluarga Mama selalu sehat!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Daya Tahan Tubuh Belum Kuat, Waspada Penularan Super Flu pada Bayi

14 Jan 2026, 13:08 WIBBaby