Pada umumnya penggunaan parasemotal relatif aman dan minim efek samping. Namun Mama harus memperhatikan beberapa hal:
Paracetamol untuk bayi dan anak kecil umumnya berbentuk cairan atau sirop. Oleh karena itu, sebelum diberikan pada bayi, paracetamol disarankan untuk dikocok terlebih dahulu setidaknya 10 detik untuk memastikan obat sudah tercampur secara merata.
Pemberian paracetamol pada bayi biasanya tergantung pada kondisi yang sedang dialaminya. Paracetamol tidak boleh diberikan lebih dari 4 kali dalam sehari, dan jarak pemberian obatnya minimal 4−6 jam. Bila dokter meresepkan paracetamol, Mama disarankan untuk bertanya tentang dosis dan frekuensi pemberian paracetamol.
Pemberian paracetamol yang benar adalah dengan menggunakan sendok takar yang telah disediakan dalam kemasan atau sendok takar khusus obat. Hal ini dilakukan agar pemberian paracetamol anak sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Hindari penggunaan sendok makan atau sendok teh, ya, Ma.
Bila bayi sebelumnya sudah mengonsumsi obat lain yang mengandung paracetamol, Mama tidak disarankan untuk memberikannya obat-obatan lain yang memiliki kandungan sejenis. Hal ini harus diperhatikan, ya, Ma. Tujuannya adalah untuk menghindari overdosis paracetamol.
Ada beberapa obat, ramuan, dan suplemen yang mungkin tidak cocok jika dicampur dengan paracetamol, seperti:
obat lain yang mengandung paracetamol, seperti obat flu dan pilek
obat yang mencegah muntah, termasuk metoclopramide dan domperidone
antibiotik flucloxacillin
Periksa kemasan atau brosur yang disertakan dengan obat untuk melihat apakah obat tersebut cocok untuk bayi. Bicaralah dengan apoteker atau dokter jika Mama tidak yakin apakah bayi dapat mengonsumsinya. Diskusikan juga dengan dokter, ya, Ma.
Jika Mama telah memberikan paracetamol kepada bayi tetapi tidak membantu gejalanya, Mama dapat mencoba memberikan ibuprofen sebagai gantinya jika cocok untuk si Kecil. Namun sekali lagi, diskusikan dengan dokter, Ma. Hindari pemberian obat tanpa pengawasan dari dokter.
Jangan memberikan ibuprofen dan paracetamol secara bersamaan. Tetapi Mama dapat bergantian antara keduanya jika dokter menyarankan Mama untuk melakukannya. Bila ini terjadi, Mama sebaiknya mencatat jadwal pemberiannya untuk memastikan dosisnya diberikan secara merata dan untuk menghindari pemberian dosis yang berlebihan.
Itu informasi tentang dosis paracetamol untuk bayi yang perlu diketahui oleh Mama. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama.