Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bolehkah Anak Diare Minum Susu Formula? Ini Penjelasannya
Pexels/Jep Gambardella
  • Anak diare umumnya tetap boleh minum susu formula dengan takaran standar, tanpa diencerkan, karena penghentian nutrisi berisiko memperburuk status gizi dan memperlambat pemulihan usus.
  • Bila muncul kembung, sering kentut, atau feses makin menyemprot setelah minum susu, dokter dapat menyarankan formula rendah atau bebas laktosa sementara selama satu hingga dua minggu.
  • Diare anak sering dipicu infeksi virus dan berisiko dehidrasi; pastikan cairan, ASI, serta makanan bergizi tetap diberikan, dan periksakan bila muncul tanda bahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat anak mengalami diare, orangtua tentu ingin melakukan berbagai cara agar kondisinya segera membaik. Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah soal pemberian susu formula. 

Tak sedikit yang percaya bahwa susu formula justru bisa memperparah diare, sehingga sebaiknya dihentikan sementara. Di sisi lain, kebutuhan nutrisi anak tetap perlu diperhatikan selama mengalami diare. 

Lantas, bolehkah anak diare minum susu formula? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan. 

Bolehkah Anak Diare Minum Susu Formula?

Pexels/William Fortunato

Anak yang sedang mengalami diare secara umum tetap boleh dan perlu diberikan susu formula sesuai dengan takaran standar tanpa perlu diencerkan.

Menurut panduan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menghentikan pemberian nutrisi atau mengencerkan susu justru berisiko memperburuk status gizi dan memperlambat proses pemulihan dinding usus anak. 

Susu formula biasa dapat terus diberikan selama anak tidak menunjukkan tanda-tanda intoleransi laktosa sekunder. Kondisi intoleransi ini dapat terjadi akibat rusaknya permukaan saluran cerna secara sementara akibat infeksi.

Hal tersebut menyebabkan enzim laktase berkurang, sehingga timbul gejala seperti perut kembung, sering kentut, atau feses yang makin menyemprot setelah meminum susu. 

Jika timbul gejala tersebut, dokter biasanya menyarankan pengalihan sementara ke susu formula bebas laktosa (lactose-free) selama satu hingga dua minggu sampai lapisan ususnya pulih kembali. 

Jenis Susu Formula untuk Anak Diare

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Pada beberapa anak, diare dapat menyebabkan intoleransi laktosa sementara karena lapisan usus mengalami gangguan. Dalam kondisi tersebut, dokter kemungkinan akan menyarankan susu formula rendah laktosa atau bebas laktosa untuk sementara waktu. 

Susu formula terbuat dari kedelai menjadi salah satu alternatif bebas laktosa yang dapat jadi bahan pertimbangan. Meski begitu, ASI tetap menjadi alternatif terbaik untuk diberikan lebih sering. 

Selain memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi, ASI juga mengandung berbagai komponen imun yang membantu mendukung pertahanan tubuh bayi. 

Penyebab Anak Diare

Unsplash/giorgio-trovato

Penyebab utama diare pada anak adalah infeksi pada saluran pencernaan yang paling sering dipicu oleh virus, khususnya Rotavirus dan Adenovirus. Virus ini sangat mudah menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, atau dari tangan dan benda-benda sekitar yang tersentuh anak lalu masuk ke mulut (fecal-oral). 

Selain virus, infeksi juga bisa disebabkan oleh alergi, intoleransi makanan, atau efek samping obat-obatan tertentu. Mengonsumsi makanan kurang higienis juga dapat berperan menyebabkan diare pada si Kecil.

Gejala Diare Anak yang Perlu Diwaspadai

Freepik/Lifestylememory

Mengetahui gejala diare pada anak juga sangat penting agar penanganannya dapat dilakukan sesegera mungkin. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai orangtua, antara lain:

  • Buang air besar lebih sering dan encer. 

  • Muntah. 

  • Anak mengalami kram perut atau nyeri perut.

  • Demam.

  • Lesu atau menurunnya aktivitas anak.

  • Tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, mata cekung, tidak buang air kecil.

Hal yang Perlu Dilakukan saat Anak Diare

Unsplash/Lucy Wolski

Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua saat anak mengalami diare, antara lain:

  • Pastikan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi
    Diare dapat membuat anak kehilangan banyak cairan dan elektrolit, sehingga berisiko mengalami dehidrasi. Berikan cairan lebih sering, termasuk ASI untuk bayi yang masih menyusu. 

  • Tetap berikan makanan bergizi
    Anak yang diare tetap membutuhkan asupan nutrisi untuk membantu proses pemulihan. Berikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, dengan tekstur dan jenis makanan yang sesuai dengan usia anak.

  • Tetap berikan ASI pada bayi
    Pemberian ASI sebaiknya tetap dilanjutkan. Sebab, ASI dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi sekaligus tetap memberikan perlindungan bagi tubuh anak.

  • Jaga kebersihan tangan dan peralatan makan
    Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyiapkan makanan atau memberikan makan kepada anak. Pastikan botol susu, dot, alat makan, dan perlengkapan lainnya juga dicuci serta dibersihkan dengan baik untuk mencegah infeksi berulang.

  • Segera periksakan anak jika kondisinya memburuk
    Jangan menunda membawa anak ke dokter apabila diare berlangsung terus-menerus atau disertai tanda bahaya seperti BAB berdarah, muntah berulang, demam tinggi, anak sulit minum, sangat lemas, atau menunjukkan tanda dehidrasi.

Jadi, anak yang sedang mengalami diare secara umum tetap boleh dan perlu diberikan susu formula sesuai dengan takaran standar tanpa perlu diencerkan.

Semoga informasinya membantu orangtua.

Curated For You

Editorial Team

Related Article