Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Munculnya lebam pada tubuh anak tidak selalu disebabkan benturan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Berikut beberapa di antaranya:
Hemofilia
Kelainan genetik yang menyebabkan gangguan pembekuan darah. Anak dengan hemofilia dapat lebih mudah mengalami memar atau perdarahan yang sulit berhenti setelah cedera ringan.
Penyakit Von Willebrand
Gangguan pembekuan darah yang dapat menyebabkan mudah memar, mimisan, atau perdarahan yang lebih lama dari biasanya.
Trombositopenia
Kondisi ketika jumlah trombosit rendah, sehingga anak lebih mudah mengalami lebam, muncul bintik merah pada kulit (petechiae), atau perdarahan ringan.
Leukemia
Kanker darah yang dapat memengaruhi produksi sel darah normal, termasuk trombosit, sehingga gejalanya bisa berupa mudah memar, pucat, lemas, dan rentan infeksi.
Kekurangan vitamin C dan vitamin K
Kekurangan vitamin C dapat membuat pembuluh darah lebih rapuh, sedangkan kekurangan vitamin K dapat mengganggu proses pembekuan darah sehingga anak lebih mudah memar.
Infeksi berat (sepsis)
Pada kondisi infeksi berat, tubuh dapat mengalami gangguan pembekuan darah. Namun, kondisi ini biasanya disertai gejala berat lain seperti demam tinggi, lemah, atau penurunan kesadaran.
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Infeksi virus dengue dapat menyebabkan penurunan trombosit sehingga muncul lebam, bintik merah, hingga risiko perdarahan.
Nah, itu dia cara membedakan lebam normal dan tidak normal pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat untuk orangtua.