Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Cara Membedakan Lebam Normal dan Tidak Normal pada Anak
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Artikel menjelaskan cara membedakan lebam normal dan tidak normal pada anak berdasarkan penyebab, lokasi munculnya, perubahan warna, serta durasi penyembuhan.

  • Lebam normal umumnya terjadi akibat benturan ringan saat bermain dan muncul di area tubuh yang sering terbentur seperti lutut atau siku.

  • Beberapa kondisi medis seperti hemofilia, penyakit Von Willebrand, trombositopenia, leukemia, kekurangan vitamin C atau K, hingga DBD dapat ditandai dengan lebam.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Si Kecil yang mulai merangkak, berjalan, dan bermain tentu lebih sering bergerak ke sana kemari untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Pada masa ini, Mama mungkin menemukan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya akibat terjatuh atau terbentur saat beraktivitas.

Di balik penyebab yang umum tersebut, luka lebam juga bisa muncul karena faktor lain yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk mengenali penyebab luka lebam pada si Kecil agar dapat menentukan apakah kondisi tersebut normal atau menjadi tanda adanya indikasi kesehatan.

Untuk membantu Mama mengenalinya, berikut Popmama.com rangkum cara membedakan lebam normal dan tidak normal pada anak. Yuk, kenali perbedaannya, Ma!

1. Ketahui penyebab lebam pada anak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat menemukan lebam pada tubuh si Kecil, hal pertama yang perlu Mama lakukan adalah mencari tahu penyebabnya. Ini perbedaan lebam normal dan tidak normal berdasarkan penyebabnya:

  • Lebam normal: Biasanya muncul setelah anak terjatuh, terbentur, atau mengalami benturan ringan saat bermain dan beraktivitas.

  • Lebam tidak normal: Muncul tanpa penyebab yang jelas, terjadi terlalu sering, atau ditemukan pada bayi yang belum bisa merangkak dan bergerak aktif. Jika menemukan kondisi seperti ini, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Cek lokasi lebam pada anak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat Mama menemukan lebam pada si Kecil, lokasi munculnya juga bisa menjadi petunjuk penting. Ini perbedaan lebam normal dan tidak normal berdasarkan lokasinya:

  • Lebam normal: Lebam biasanya muncul di area tubuh yang sering terbentur saat bermain, seperti lutut, tulang kering, siku, atau dahi.

  • Lebam tidak normal: Mama perlu waspada jika lebam muncul di area yang tidak umum seperti dada, perut, punggung, bokong, leher, telinga, atau area genital. Lokasi tersebut perlu segera diperiksakan lebih lanjut ke tenaga medis untuk memastikan penyebabnya.

3. Amati perubahan pada lebam

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selain melihat lokasi dan penyebabnya, Mama juga perlu memperhatikan bagaimana perubahan yang terjadi pada lebam si Kecil dari waktu ke waktu.

  • Lebam normal: Pada awalnya, area yang terbentur biasanya tampak kemerahan karena aliran darah meningkat di lokasi cedera. Dalam 1–2 hari, warna memar dapat berubah menjadi biru tua atau ungu. Seiring proses penyembuhan, warnanya akan berubah menjadi hijau, lalu kuning atau kecokelatan sebelum akhirnya menghilang.

  • Lebam tidak normal: Mama perlu waspada jika muncul titik merah kecil atau kumpulan titik merah kecil pada kulit anak yang ukurannya lebih kecil dari memar biasa dan tidak memucat saat ditekan. Kondisi ini bisa mengarah pada pecahnya pembuluh darah kecil (petechiae). Selain itu, perlu diperhatikan jika lebam disertai pendarahan dari bagian tubuh lain, seperti mimisan. Risiko juga meningkat apabila anak memiliki riwayat keluarga dengan gangguan darah.

4. Cek durasi hilangnya lebam

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selain memperhatikan penyebab, lokasi, dan perubahan warna, Mama juga perlu mengamati berapa lama lebam si Kecil memudar.

  • Lebam normal: Sebagian besar memar membutuhkan waktu sekitar 1–2 minggu untuk memudar sepenuhnya, meski lamanya proses penyembuhan dapat berbeda pada setiap anak, tergantung tingkat benturan dan kondisi kulitnya.

  • Lebam tidak normal: Perlu diwaspadai jika anak tampak lebih mudah memar dibandingkan anak lain atau lebam sering muncul berulang dalam waktu berdekatan tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang mendasari, sehingga sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis untuk evaluasi lebih lanjut.

Beberapa Kondisi Medis yang Dapat Berkaitan dengan Lebam

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Munculnya lebam pada tubuh anak tidak selalu disebabkan benturan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Berikut beberapa di antaranya:

  • Hemofilia
    Kelainan genetik yang menyebabkan gangguan pembekuan darah. Anak dengan hemofilia dapat lebih mudah mengalami memar atau perdarahan yang sulit berhenti setelah cedera ringan.

  • Penyakit Von Willebrand
    Gangguan pembekuan darah yang dapat menyebabkan mudah memar, mimisan, atau perdarahan yang lebih lama dari biasanya.

  • Trombositopenia
    Kondisi ketika jumlah trombosit rendah, sehingga anak lebih mudah mengalami lebam, muncul bintik merah pada kulit (petechiae), atau perdarahan ringan.

  • Leukemia
    Kanker darah yang dapat memengaruhi produksi sel darah normal, termasuk trombosit, sehingga gejalanya bisa berupa mudah memar, pucat, lemas, dan rentan infeksi.

  • Kekurangan vitamin C dan vitamin K
    Kekurangan vitamin C dapat membuat pembuluh darah lebih rapuh, sedangkan kekurangan vitamin K dapat mengganggu proses pembekuan darah sehingga anak lebih mudah memar.

  • Infeksi berat (sepsis)
    Pada kondisi infeksi berat, tubuh dapat mengalami gangguan pembekuan darah. Namun, kondisi ini biasanya disertai gejala berat lain seperti demam tinggi, lemah, atau penurunan kesadaran.

  • Demam Berdarah Dengue (DBD)
    Infeksi virus dengue dapat menyebabkan penurunan trombosit sehingga muncul lebam, bintik merah, hingga risiko perdarahan.

Nah, itu dia  cara membedakan lebam normal dan tidak normal pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat untuk orangtua.

Editorial Team

Related Article