"Dingin boleh, AC boleh, kipas angin boleh, tapi nggak boleh lembap,” jelas dr. Ardi.
Kenapa Anak Masih Pilek meski Sudah Minum Obat? Ini Penyebabnya

- Pilek anak yang tak membaik setelah minum obat bisa dipengaruhi kelembapan kamar tinggi, yang mendukung jamur dan tungau debu sebagai pemicu keluhan pernapasan pada anak sensitif.
- Kelembapan bukan penyebab langsung semua pilek karena sebagian besar dipicu virus. Orangtua disarankan menjaga kelembapan kamar di bawah 60 persen, idealnya 30–50 persen, dengan hygrometer.
- Dehumidifier mengurangi kelembapan, sedangkan air purifier menyaring partikel. Periksa jamur, bau apek, kondensasi, dan area basah; konsultasikan dokter bila gejala berkepanjangan atau memburuk.
Anak yang mengalami pilek tentu membuat orangtua ingin segera memberikan obat agar kondisinya membaik. Namun, pernahkah Mama mendapati si Kecil masih pilek meski sudah minum obat?
Ternyata, tidak semua keluhan pilek hanya perlu diatasi dengan obat. Kondisi lingkungan tempat anak beraktivitas dan tidur juga dapat memengaruhi gejala pernapasan. Salah satunya adalah kelembapan udara yang terlalu tinggi.
Hal ini disampaikan dr. Ardi Santoso melalui salah satu unggahan Instagram Reels di akun @ardisantoso. Ia mengingatkan orangtua untuk tidak hanya berfokus pada obat, tetapi juga memperhatikan kondisi kamar anak.
Berikut Popmama.com rangkum penjelasan kenapa anak masih pilek meski sudah minum obat?
Table of Content
1. Kamar yang terlalu lembap bisa membuat pilek anak sulit membaik

Pexels/Taryn Elliott Menurut dr. Ardi Santoso, orangtua perlu memperhatikan kelembapan kamar, terutama ketika anak sering mengalami batuk, pilek, atau hidung tersumbat. Ia menjelaskan bahwa anak tetap boleh tidur menggunakan AC dan berada di ruangan yang dingin, tetapi kondisi kamar sebaiknya tidak terlalu lembap.
Kelembapan yang terlalu tinggi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur dan tungau debu. Keduanya termasuk alergen dalam ruangan yang dapat memicu atau memperburuk keluhan saluran pernapasan pada anak yang sensitif.
Jadi, bukan berarti AC atau udara dingin otomatis menyebabkan anak pilek. Kondisi lingkungan di dalam kamar juga perlu diperhatikan.
2. Pastikan kelembapan kamar tidak terlalu tinggi

Pexels/Erik Mclean Dalam videonya, dr. Ardi menyarankan agar orangtua mengontrol kelembapan kamar dan menjaga angkanya di bawah 60 persen. Sebagai tambahan, Environmental Protection Agency (EPA) merekomendasikan kelembapan relatif di dalam rumah berada di kisaran 30-50 persen dan menghindari kelembapan yang terus-menerus berada di atas 60 persen.
Mama bisa mengetahui kondisi kamar dengan menggunakan hygrometer atau alat pengukur kelembapan udara. Alat tersebut biasanya juga dilengkapi pengukur suhu. Dengan begitu, orangtua dapat mengetahui apakah kamar terlalu panas, dingin, kering, atau justru terlalu lembap.
3. Kamar lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur dan tungau

Pexels/Hoang Editor Kelembapan tinggi bukan penyebab langsung semua kasus pilek pada anak. Sebagian besar pilek disebabkan oleh infeksi virus.
Namun, lingkungan yang lembap dapat menjadi kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur dan keberadaan tungau debu. Pada anak yang memiliki sensitivitas atau alergi terhadap pemicu tersebut, paparan dapat memicu keluhan seperti hidung tersumbat, bersin, pilek, dan gejala pernapasan lainnya.
Karena itu, jika anak terus mengalami keluhan meskipun sudah mendapatkan penanganan, orangtua dapat mengevaluasi kondisi lingkungan rumah bersama faktor lain yang mungkin menjadi pemicu.
4. Jangan sampai salah membeli dehumidifier dan air purifier

Freepik/mrsiraphol Jika kamar memang terlalu lembap, dr. Ardi juga mengingatkan orangtua untuk memilih alat yang sesuai. Dehumidifier dan air purifier memiliki fungsi yang berbeda.
Dehumidifier digunakan untuk mengurangi kadar air atau kelembapan di udara. Sementara itu, air purifier dirancang untuk menyaring partikel atau polutan tertentu dari udara, tergantung teknologi dan jenis filternya. Artinya, air purifier tidak bisa menggantikan fungsi dehumidifier ketika masalah utama di kamar adalah kelembapan yang tinggi.
Saat memilih dehumidifier, perhatikan pula kapasitas alat dan sesuaikan dengan luas ruangan agar penggunaannya lebih efektif.
5. Cek kondisi kamar sebelum terus menambah obat

Freepik Ketika anak masih pilek, orangtua mungkin langsung berpikir bahwa obatnya belum bekerja. Padahal, ada kemungkinan faktor lingkungan ikut mempertahankan atau memperburuk gejalanya.
Coba perhatikan apakah kamar memiliki:
- Dinding atau sudut ruangan yang berjamur
- Kondensasi atau titik air pada jendela
- Bau apek
- Area yang terus-menerus basah
- Kelembapan yang konsisten berada di atas 60 persen
Jika ditemukan masalah tersebut, memperbaiki sumber kelembapan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara di rumah. Namun, jangan memberikan atau mengganti obat anak tanpa berkonsultasi dengan dokter, terutama bila pilek berlangsung lama atau disertai gejala lain.
Jadi, kenapa anak masih pilek padahal sudah minum obat? Salah satu yang perlu diperhatikan adalah kondisi lingkungan, termasuk kelembapan kamar. Seperti yang diingatkan dr. Ardi Santoso, ruangan boleh menggunakan AC dan terasa dingin, tetapi sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lembap.
Tetap ingat bahwa kelembapan tinggi bukan penyebab langsung semua pilek, ya! Jika si Kecil mengalami pilek berkepanjangan, sulit bernapas, demam, atau kondisinya semakin memburuk sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.






















