Kejang merupakan gangguan arus listrik yang terjadi di area otak yang terjadi secara spontan dan tidak terkendali. Melansir dari Epilepsy Foundation, kejang pada bayi baru lahir hingga usia di bawah satu tahun terjadi akibat:
Pertolongan Pertama Bayi Kejang Tanpa Demam, Jangan Panik Ma!

- Kejang tanpa demam pada bayi dapat terkait epilepsi, cedera otak, infeksi, gangguan metabolik, kondisi genetik, atau perkembangan otak tidak normal, sehingga membutuhkan diagnosis medis tepat.
- Tandanya dapat meliputi mata kosong atau terbalik, tidak responsif, tubuh kaku, gigi terkatup, busa dari mulut, serta sentakan pada tangan, kaki, atau seluruh tubuh.
- Saat kejang, baringkan bayi di permukaan rata, miringkan tubuh, jauhkan benda keras, jangan menahan atau memasukkan benda ke mulut, lalu catat durasi dan gejalanya.
Bayi yang tiba-tiba kejang tentu membuat orangtua panik dan khawatir. Jika hal ini terjadi, apa yang harus dilakukan pertama kali, ya?
Biasanya kejang pada bayi dapat terjadi akibat demam tinggi atau step. Namun, kejang pada beberapa kasus dapat terjadi tanpa disertai demam.
Penting bagi orangtua untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya kejang dan bagaimana cara menanganinya.
Simak penjelasan Popmama.com berikut ini seputar pertolongan pertama bayi kejang tanpa demam. Disimak, yuk, Ma!
Table of Content
Penyebab Kejang pada Bayi

Pixabay/Hopestar21 Penyakit bayi baru lahir (kekurangan oksigen, infeksi, pendarahan)
Perkembangan otak yang tidak normal di dalam rahim
Gangguan genetik
Infeksi otak (ensefalitis)
Meningitis
Kejang terkait penyakit demam.
Kejang yang kerap terjadi pada bayi biasanya disertai dengan demam tinggi atau juga disebut kejang demam. Umumnya kejang pada bayi paling sering dialami pada 28 hari pertama sejak kelahiran.
Kejang Tanpa Demam pada Bayi

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/Sarah Chai) Demam menjadi salah satu pertanda bayi berisiko mengalami kejang. Namun, kejang pada beberapa kasus juga bisa terjadi tanpa disertai demam.
Melansir dari Ubie Health, dokter spesialis penyakit dalam asal Jepang, Yoshinori Abe, MD mengonfirmasi bahwa bayi bisa mengalami kejang tanpa demam yang diakibatkan epilepsi, cedera otak, infeksi seperti meningitis, gangguan metabolik, kondisi genetik, atau perkembangan otak yang tidak normal.
Berbeda dengan kejang yang dipicu akibat suhu tubuh si Kecil yang meningkat, kejang tanpa demam menandakan adanya aktivitas listrik yang tidak biasa di otak.
Kondisi ini bukan kejang biasa karena bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius, terutama pada sistem saraf sehingga membutuhkan pertolongan dan diagnosis yang tepat.
Tanda Bayi Kejang Tanpa Demam

Ilustrasi ibu dan bayi (freepik.com/jcomp) Kejang pada bayi penyebabnya bisa beragam, bergantung pada bagian otak mana yang terganggu. Kejang yang tidak disertai dengan demam mungkin membuat Mama bingung bagaimana mengetahui tanda dan gejalanya.
Saat kejang terjadi tanpa demam, ada beberapa pertanda yang bisa Mama perhatikan pada bayi, mulai dari mata terbalik atau kosong yang membuat anak tidak merespon dan kehilangan kesadaran.
Pertanda kejang juga bisa dilihat dari tubuh si Kecil yang kaku, gigi terkatup rapat, keluar busa dari mulut, dan adanya gerakan menyentak di tangan atau kaki sebelum seluruh tubuh.
Tanda-tanda ini sebaiknya Mama catat, berikut dengan durasi waktu kejang yang dialami si Kecil sebagai laporan medis untuk mendapat penanganan yang tepat.
Pertolongan Pertama Bayi Kejang

ilustrasi ibu dan bayi (unsplash.com/mama_casual) Bayi yang secara tiba-tiba kejang, terlebih tidak disertai dengan demam atau tanda-tanda umum lainnya pasti terlihat menakutkan. Namun, orangtua tetap harus tenang dan tidak panik untuk memberikan pertolongan pertama.
Kejang tanpa demam bisa menjadi pertanda adanya gangguan serius pada si Kecil, sehingga harus segera di bawa ke rumah sakit jika kejang tidak kunjung berhenti setelah berlangsung 5 menit.
Sebelum di bawa ke IGD, orangtua bisa memberikan pertolongan pertama dengan langkah-langkah berikut ini:
Baringkan si Kecil di lantai atau permukaan rata
Jauhkan dari benda-benda tajam dan keras
Miringkan kepala dan tubuh si Kecil ke satu sisi agar air liur atau muntaha keluar dari mulut
Jangan menahan atau menghentikan kejang secara paksa karena dapat memicu cedera
Hindari memasukan benda apapun (sendok, jari, atau kain) ke dalam mulut karena dapat melukai dan menghambat napas
Perhatikan durasi kejang, catat segala bentuk gerakan dan tanda-tanda kesadarannya
Tetap tenang saat menghadapi anak yang sedang kejang
Segera bawa anak ke IGD saat kejang berlangsung lebih dari 5 menit, napas terganggu setelah kejang, berulang dalam waktu singkat, atau saat bayi pertama kali kejang.
Itu dia penjelasan mengenai pertolongan pertama bayi kejang tanpa demam. Ingat untuk tetap tenang, mencatat durasi dan gerakan selama kejang, serta segera membawa si Kecil ke IGD terdekat untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.





















