Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di Umur Berapa Bayi Mulai Paham Kata “Tidak”? Ini Penjelasannya
Magnific
  • Bayi umumnya mulai memahami kata “tidak” atau gelengan kepala sekitar usia 9 bulan, seiring berkembangnya kemampuan menyadari keinginan dan perasaan orang lain.

  • Memahami larangan tidak berarti bayi langsung patuh, otaknya masih berkembang, sementara perilaku seperti melempar makanan dapat menjadi bagian dari eksplorasi dan pembelajaran.

  • Batasan bisa dikenalkan sejak dini dengan nada tegas, penjelasan spesifik, lingkungan aman, pengalihan perhatian, respons konsisten, serta antisipasi saat bayi lelah atau frustrasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semakin bertambah usia, bayi iasanya semakin aktif mengeksplorasi berbagai hal di sekitarnya. Si Kecil mulai tertarik meraih benda yang ada di sekitarnya, memasukkan sesuatu ke dalam mulut, menarik barang, hingga menyentuh hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dimainkan.

Situasi seperti ini mungkin membuat Mama beberapa kali spontan mengatakan, “Tidak.” Namun, setelah dilarang, si Kecil bisa saja kembali melakukan hal yang sama, Mama pun mungkin bertanya-tanya, apakah bayi belum memahami kata “tidak” atau memang belum bisa mengikuti arahan?

Pada dasarnya, bayi membutuhkan waktu untuk memahami arti sebuah larangan. Kemampuan mereka dalam memahami kata “tidak” juga berkembang seiring dengan perkembangan otak dan kemampuan mengenai orang lain.

Lalu, di umur berapa bayi mulai paham kata “tidak”? Popmama.com akan mengajak Mama memahami kapan si Kecil mulai mengenali kata tersebut dan bagaimana cara yang tepat untuk menetapkan batasan sejak dini. Yuk, disimak!

Umur Bayi Mulai Paham Kata “Tidak”?

Magnific

Tidak ada usia pasti ketika semua bayi langsung memahami kata “tidak”. Namun, Dipesh Navsaria, MD, profesor pediatri, perkembangan manusia, dan studi keluarga di University of Wisconsin-Madison, mengatakan bahwa bayi umumnya mulai memahami kata “tidak” atau makna gelengan kepala sekitar usia 9 bulan.

Pada usia tersebut, bayi mulai menyadari bahwa orang lain bisa memiliki perasaan, keinginan, dan tujuan yang berbeda dari dirinya. Hal inilah yang membuat kata “tidak” mulai memiliki makna bagi mereka.

Bukan hanya kata-katanya, bayi juga belajar memahami larangan dari cara Mama menyampaikannya. Ekspresi seperti wajah cemberut atau perubahan nada suara dapat membantu bayi menghubungkan kata “tidak” dengan ketidaksetujuan.

Meski sudah mulai memahami maknanya, bukan berarti bayi akan selalu langsung mengikuti perkataan Mama. Dipesh menjelaskan bahwa otak bayi yang masih sangat muda belum sepenuhnya mampu mengenali dan merespons perintah.

Jadi, ketika si Kecil tetap melakukan sesuatu setelah mendengar “tidak”, bukan berarti ia sengaja mengabaikan Mama. Ada kemampuan yang memang masih berkembang pada usia tersebut.

Apakah Bayi Sudah Bisa Diajarkan Disiplin?

Magnific

Mama sebenarnya tidak perlu menunggu si Kecil lebih besar untuk mulai mengenalkan batasan. Ketika bayi melakukan sesuatu yang tidak aman atau tidak diinginkan, Mama sudah bisa mulai berkomunikasi dan mengarahkannya.

Tina Payne Bryson, PhD, LCSW, psikoterapis sekaligus penulis buku The Bottom Line for Baby, menjelaskan bahwa batasan yang sesuai dengan usia dapat membantu bayi belajar mengenali perilaku yang benar dan salah. Nantinya, pemahaman tersebut dapat membantu mereka membuat pilihan yang baik ketika sudah siap secara perkembangan.

Namun, Mama tetap perlu menyesuaikan harapan dengan kemampuan bayi. Bayi yang masih sangat kecil memang belum sepenuhnya mampu mengendalikan keinginannya, meskipun sudah mulai memahami aturan.

Hal ini juga terlihat dari berbagai perilaku yang dilakukan bayi saat bereksplorasi. Misalnya, ketika bayi usia 8 bulan melempar makanan, ia bisa saja sedang mencoba kemampuan motorik halus yang baru ditemukannya sekaligus mengenal konsep seperti gravitasi.

Oleh karena itu, Tina mengingatkan pentingnya kesabaran. Perilaku bayi tidak selalu berarti ia sedang mencoba melanggar aturan.

Cara Efektif Menetapkan Batasan dengan Bayi

Magnific

Setelah memahami bahwa bayi membutuhkan waktu untuk mengerti dan mengikuti arahan, Mama bisa mulai mengenalkan batasan dengan cara yang sesuai. Salah satunya dengan tidak terlalu sering menggunakan kata “tidak”.

Menurut Tina, orangtua terkadang menggunakan kata tersebut untuk berbagai hal kecil. Jika terlalu sering digunakan, kata “tidak” bisa kehilangan kekuatannya ketika Mama benar-benar membutuhkannya.

Agar batasan lebih mudah dipahami, berikut beberapa cara yang bisa Mama lakukan:

  1. Mulai dengan memahami keinginan bayi. Saat bayi melakukan sesuatu yang tidak sesuai, Mama bisa terlebih dahulu mengakui apa yang sedang ingin dilakukan si Kecil.

  2. Gunakan nada suara yang tegas. Ketika memang perlu mengatakan “tidak”, Mama dapat sedikit menaikkan suara dan mengubah nada dari yang sebelumnya ceria menjadi lebih tegas.

  3. Jelaskan perilaku yang tidak boleh dilakukan. Jangan berhenti hanya pada kata “tidak”. Mama juga perlu menjelaskan apa yang tidak boleh dilakukan karena bayi mungkin sudah memahami bahwa suatu tindakan tidak diperbolehkan, tetapi belum mengetahui tindakan mana yang dimaksud.

  4. Sediakan ruang yang aman untuk bereksplorasi. Mama juga bisa mengurangi penggunaan kata “tidak” dengan membuat lingkungan sekitar bayi lebih aman. Rumah yang sudah dibuat aman dan ruang bermain yang sesuai dapat memberi kesempatan bagi bayi untuk bermain serta bereksplorasi tanpa terlalu banyak larangan.

  5. Alihkan perhatian bayi. Rasa ingin tahu bayi terkadang membuatnya tetap tertarik pada benda yang sebenarnya tidak boleh disentuh. Misalnya, jika Mama mendapati si Kecil sedang mengacak-acak tas, coba alihkan perhatiannya dengan menawarkan mainan lain yang bisa dimainkan.

  6. Buat jarak ketika diperlukan. Ada kalanya batasan perlu dibuat secara langsung. Misalnya, jika bayi menarik rambut Mama, Mama bisa meletakkannya agar ada jarak antara tangan bayi dan rambut.

  7. Jaga ekspresi saat bayi melakukan hal yang tidak diinginkan. Tingkah bayi yang melempar makanan mungkin terlihat lucu hingga membuat Mama spontan tertawa. Namun, respons tersebut justru bisa membuat si Kecil mengira bahwa perilakunya disukai. Oleh karena itu, saat bayi melakukan sesuatu yang tidak diinginkan, Mama sebaiknya tetap menunjukkan respons yang sesuai agar si Kecil tidak menganggap perilaku tersebut sebagai sesuatu yang menyenangkan.

  8. Antisipasi sebelum perilaku terjadi. Bayi lebih mungkin menunjukkan perilaku yang sulit ketika sedang frustasi, terlalu lelah, atau bingung karena perubahan rutinitas. Mama bisa mengantisipasi perilaku tersebut sejak awal. Misalnya, jika si Kecil suka menarik rambut, Mama bisa mengikat rambut terlebih dahulu. Sementara jika bayi suka menjatuhkan makanan dari piring ke lantai, Mama dapat memberikan makanan dalam porsi kecil langsung di atas meja kursinya. 

Nah, itu tadi penjelasan terkait di umur berapa bayi mulai paham kata “tidak”. Semoga informasi ini bisa jadi wawasan baru untuk orangtua.

Curated For You

Editorial Team

Related Article