Comscore Tracker
TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Cara Menyimpan MPASI agar Tetap Segar dan Terjaga Nutrisinya

Tak bisa sembarangan, begini caranya menyimpan MPASI bayi yang benar

7 Desember 2022

5 Cara Menyimpan MPASI agar Tetap Segar Terjaga Nutrisinya
Freepik/Freepik

Mempelajari cara menyimpan MPASI yang tepat merupakan salah satu langkah awal dari pemenuhan gizi dan asupan si Kecil secara optimal.

Meski terkesan remeh, apabila disepelekan, MPASI yang Mama olah tak bisa bertahan lama mulai dari kesegaran, rasa hingga nutrisinya.

Terkadang, ada kalanya MPASI yang sebenarnya bisa dimakan untuk beberapa kali menjadi terbuang hanya karena penyimpanannya yang kurang tepat. 

Untuk itu, kali ini Popmama.com telah rangkum 5 cara menyimpan MPASI agar tetap segar dan terjaga nutrisinya. Yuk, Ma, kita simak bersama-sama!

1. Sortir jenis makanan sebelum menyimpannya

1. Sortir jenis makanan sebelum menyimpannya
Freepik/freepik
sayuran mentah untuk MPASI bayi

Sebelum menentukan cara menyimpan MPASI dengan tepat, hal yang patut dilakukan ialah menyortir atau memilah berdasarkan jenis-jenis makanannya.

Misalnya, jenis buah seperti bluberi, beri hitam dan persik (peach), serta sayur-mayur seperti wortel, brokoli, dan kol dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama. Terutama jika diletakkan di dalam suhu lemari pendingin.

Berbeda dengan buah dan sayur yang disebutkan, buah sejenis stroberi, alpukat, pisang dan apel bisa lebih cepat berubah warna meski rasanya tak berubah. 

Sementara itu, beberapa bahan MPASI seperti nasi, telur, tahu, kentang dan buah-buahan seperti melon, pepaya, dan mangga lebih baik tak disimpan lebih dari satu hari jika ingin mempertahankan kesegarannya. 

Editors' Picks

2. Berikan penanda tanggal kedaluwarsa sebelum menyimpan MPASI

2. Berikan penanda tanggal kedaluwarsa sebelum menyimpan MPASI
Freepik/Lifestylememory

Meski sudah mempersiapkan dan menyimpan MPASI sesuai dengan jenis, terkadang para Mama lupa kapan tanggal pembuatan dan jangka waktu makanan yang masih bisa dikonsumsi si Kecil.

Untuk menghindari hal ini, Mama bisa memberi penanda tanggal pembuatan atau perkiraan kedaluwarsa makanan pada wadah atau pembungkus makanan. 

Tak hanya berfungsi untuk menjadi semacam pengingat, Mama juga lebih mudah untuk memilih makanan yang harus segera dihabiskan untuk mencegahnya terbuang sia-sia karena basi. 

3. Simpan MPASI dalam porsi sedikit-sedikit

3. Simpan MPASI dalam porsi sedikit-sedikit
Freepik/dashu83

Penyimpanan MPASI dengan porsi sedikit atau lebih tepatnya untuk sekali hingga 3 kali makan dapat mencegah makanan akan terbuang sia-sia karena tidak kunjung habis.

Mama disarankan untuk memisahkan MPASI dalam wadah-wadah kecil sehingga bisa segera habis. Pasalnya, MPASI yang sudah terkena udara ruangan lebih rentan berkurang kesegaran dan nutrisinya.

Selain itu, menyimpan sisa MPASI terlalu lama meski di dalam lemari pendingin maupun freezer juga dapat mengurangi kelezatan dan kandungan gizinya. 

4. Hindari menyimpan MPASI di lemari es dalam keadaan masih panas

4. Hindari menyimpan MPASI lemari es dalam keadaan masih panas
A3pfamily / Freepik

Melansir situs National Health Service UK, sebelum meletakkan MPASI ke dalam lemari pendingin maupun freezer, para orangtua dianjurkan untuk membiarkannya dingin di suhu ruangan selama kurang lebih 1 hingga 2 jam.

Bukan tanpa sebab, hal ini bertujuan untuk mencegah perkembangan bakteri salmonella yang merusak kualitas makanan jika langsung dimasukkan panas-panas ke dalam suhu pendingin.

Infeksi bakteri salmonella melalui makanan dapat berisiko menyebabkan gastroentritis atau masalah pencernaan pada bayi dengan gejala seperti diare, demam, dan keram pada bagian perut.

5. Sesuaikan wadah penyimpanan MPASI

5. Sesuaikan wadah penyimpanan MPASI
Pexels/Kate Trifo

Wadah kedap udara menjadi salah satu jenis yang disarankan untuk MPASI secara umum. Sebab, kontaminasi udara ruangan dapat membuat kesegaran MPASI cepat berkurang.

Siapkan wadah kedap udara dalam berbagai ukuran, terutama ukuran kecil-kecil untuk MPASI sekali makan. Jika ingin lebih praktis, pastikan wadah terbuat dari bahan yang aman untuk diletakkan di lemari pendingin dan oven.

Selain itu, cetakan es batu yang diletakkan di dalam freezer juga bisa digunakan untuk menyimpan sekaligus mengawetkan beberapa bahan MPASI, seperti kuah kaldu.

Demikian cara menyimpan MPASI agar tetap segar dan terjaga nutrisinya. Apakah Mama sudah melakukannya sesuai cara yang disebutkan? Jika belum, yuk, segera diterapkan!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk