Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Jenis Bintik Merah pada Bayi, Mulai dari Alergi hingga Infeksi
Magnific/Magnific
  • Kulit bayi yang tipis dan imunitas yang masih berkembang membuatnya rentan bintik merah, iritasi, infeksi, serta rasa gatal atau tidak nyaman.
  • Penyebab umum meliputi biang keringat, ruam popok, jerawat bayi, eksim, dan biduran; pemicunya berkaitan dengan panas, kelembapan, iritasi, atau alergi.
  • Campak dan roseola infantum merupakan infeksi virus dengan ruam merah serta gejala lain seperti demam; penyebab berbeda memerlukan tindak lanjut dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bintik merah pada bayi dapat muncul akibat biang keringat, ruam popok, jerawat bayi, eksim, biduran, campak, atau roseola infantum, dengan gejala yang dapat mencakup gatal, ruam, demam, atau kulit iritasi.
  • Who?
    Bayi, terutama bayi berusia 6–12 bulan pada roseola infantum; campak paling banyak menyerang anak-anak. Bayi dengan kulit sensitif dan daya tahan tubuh yang masih berkembang lebih rentan mengalami gangguan kulit.
  • Where?
    Bintik dapat muncul di dahi, pipi, wajah, dada, leher, tangan, kaki, bokong, paha, selangkangan, kelamin, atau seluruh tubuh, bergantung pada jenis dan penyebabnya.
  • When?
    Biang keringat umumnya muncul saat cuaca panas atau lembap. Jerawat bayi dapat muncul pada usia 2–4 minggu dan hilang dalam tiga bulan pertama. Ruam campak biasanya muncul 2–4 hari setelah gejala mereda.
  • Why?
    Penyebabnya meliputi sumbatan kelenjar keringat, kelembapan popok, alergi, paparan alergen, serta infeksi virus Paramyxovirus pada campak dan HHV-6 atau HHV-7 pada roseola infantum.
  • How?
    Penanganan dilakukan setelah penyebabnya diketahui. Penggunaan obat jerawat atau sabun dewasa pada bayi perlu dihindari. Bintik merah yang disertai gejala tertentu memerlukan pemeriksaan dokter sebagai tindak lanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa punya bintik merah karena kulitnya masih tipis dan mudah sakit. Bisa karena kepanasan, popok lama, jerawat, alergi, atau biduran. Ada juga campak dan roseola dari virus, bisa ada demam dan batuk. Bintiknya dapat gatal atau perih. Dokter perlu melihat penyebabnya supaya bayi ditolong dengan benar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kulit bayi masih sangat sensitif dan tipis dibandingkan orang dewasa. Kondisi ini membuat kulit bayi rawan mengalami iritasi hingga infeksi.

Daya tahan tubuh bayi yang lemah karena masih dalam tahap perkembangan juga memengaruhi sensitivitas kulit bayi. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan adanya bintik merah pada kulit. 

Bukan hanya mengubah warna dan permukaan kulitnya, bintik merah juga membuat bayi merasa tidak nyaman karena bisa memicu gatal. Penanganannya bisa dilakukan setelah mengetahui penyebab dan jenis bintik merah yang muncul pada kulit bayi.

Berikut Popmama.com telah mengumpulkan jenis bintik merah pada bayi. Disimak, Ma!

1. Biang keringat (Miliaria)

Pexels/Luis Becerra Fotógrafo

Biang keringat atau miliaria kerap dialami pada bayi akibat pori-pori kelenjar keringat bayi yang cenderung kecil tersumbat. Kondisi ini membuat keringat tidak bisa mengalir keluar ke permukaan kulit.

Penyumbatan kelenjar keringat ini akhirnya memicu kemunculan bintik merah kecil yang kerap berisi cairan bening. Biang keringat biasanya muncul di area dahi atau pipi bayi, umumnya saat cuaca panas atau lembap. Bintik merah ini juga terasa perih dan gatal. 

2. Ruam popok

Magnific/Magnific

Ruam popok terjadi karena iritasi kulit bayi di area bokong atau kelamin akibat pemakaian popok yang terlalu lama. Ruam juga lebih berisiko terjadi pada bayi yang sedang tahap MPASI dan lebih sering BAB atau BAK.

Melansir Mayo Clinic, ruam popok biasanya terjadi pada area bokong, paha, selangkangan, hingga kelamin yang juga ditandai dengan rewel dan terasa gatal.

Kulit yang lembap dan tertutup popok dalam waktu lama akan iritasi akibat adanya gesekan dengan kain dan kotoran. 

3. Jerawat bayi

Magnific/Magnific

Bukan hanya orang dewasa, bayi juga dapat mengalami jerawat di area kulitnya, Ma. Jerawat bayi merupakan benjolan putih kecil atau bintik merah yang muncul di area wajah, pipi, dahi, kelopak mata, dagu, dada, atau leher.

Jerawat bayi umumnya dapat hilang dengan sendirinya pada tiga bulan pertama, jika muncul pada 2-4 minggu kehidupan pertama bayi. Karena berbeda dengan jerawat orang dewasa, hindari pemberian obat jerawat atau sabun untuk orang dewasa.

4. Eksim (Dermatitis atopik)

Pexels/An Date

Eksim atau dermatitis atopik biasanya muncul sebagai reaksi alergi pada kulit bayi. Eksim dapat terjadi karena berbagai macam hal yang memicu alergi, misalnya makanan, minuman, debu, udara, dan lainnya.

Kondisi ini memicu adanya bercak di area pipi, tangan, dan kaki bayi yang juga ditandai dengan kulit kering, bersisik, pecah-pecah, dan sangat gatal.

Eksim juga bisa terjadi dalam jangka waktu lama dan dapat kambuh di kemudian hari jika tidak ditangani.

5. Biduran

Pexels/Mohd Aimi Mustaqim

Biduran juga menjadi salah satu penyebab umum mengapa kulit bayi sering muncul bintik merah. Kondisi ini bisa terjadi di satu area tubuh saja atau menyebar dengan bentol. 

Biduran juga menjadi salah satu reaksi alergi yang terjadi akibat makanan, minuman, bahan kimia, atau kondisi tertentu yang menjadi alergen.

Bukan hanya kemerahan, biduran sering kali terasa sangat gatal dan kulit yang terdampak juga terasa lebih hangat saat disentuh. 

6. Campak

Pexels/Kevin Sparling

Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus paramyxovirus dan ditandai dengan demam, pilek, batuk, mata merah, dan ruam kemerahan di seluruh tubuh. 

Penyakit ini paling banyak menyerang anak-anak dan dapat menular dari air liur, ingus, atau bersin. Bintik merah akibat campak biasanya muncul selama 2-4 hari setelah gejala mereda. 

7. Roseola infantum

Magnific/Magnific

Perlu diwaspadai karena roseola infantum merupakan kelainan kulit akibat virus herpen jenis HHV-6 dan HHV-7. Penyakit yang ditandai dengan munculnya bintik merah ini umumnya menginfeksi bayi berusia 6-12 bulan, disertai dengan demam tinggi.

Kelainan kulit ini dapat terjadi selama 3-6 hari yang biasanya juga disertai dengan beberapa gejala, mulai dari infeksi saluran napas akut hingga kejang. 

Itu dia penjelasan mengenai jenis bintik merah pada bayi. Meski gejalanya mirip, penyebabnya bisa berbeda, sehingga perlu penanganan dokter sebagai tindak lanjut, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article