Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Jenis Bintik Merah pada Bayi, Mulai dari Alergi hingga Infeksi

7 Jenis Bintik Merah pada Bayi, Mulai dari Alergi hingga Infeksi
Magnific/Magnific
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Kulit bayi yang tipis dan imunitas yang masih berkembang membuatnya rentan bintik merah, iritasi, infeksi, serta rasa gatal atau tidak nyaman.
  • Penyebab umum meliputi biang keringat, ruam popok, jerawat bayi, eksim, dan biduran; pemicunya berkaitan dengan panas, kelembapan, iritasi, atau alergi.
  • Campak dan roseola infantum merupakan infeksi virus dengan ruam merah serta gejala lain seperti demam; penyebab berbeda memerlukan tindak lanjut dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kulit bayi masih sangat sensitif dan tipis dibandingkan orang dewasa. Kondisi ini membuat kulit bayi rawan mengalami iritasi hingga infeksi.

Daya tahan tubuh bayi yang lemah karena masih dalam tahap perkembangan juga memengaruhi sensitivitas kulit bayi. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan adanya bintik merah pada kulit. 

Bukan hanya mengubah warna dan permukaan kulitnya, bintik merah juga membuat bayi merasa tidak nyaman karena bisa memicu gatal. Penanganannya bisa dilakukan setelah mengetahui penyebab dan jenis bintik merah yang muncul pada kulit bayi.

Berikut Popmama.com telah mengumpulkan jenis bintik merah pada bayi. Disimak, Ma!

1. Biang keringat (Miliaria)

Biang keringat (Miliaria)
Pexels/Luis Becerra Fotógrafo

Biang keringat atau miliaria kerap dialami pada bayi akibat pori-pori kelenjar keringat bayi yang cenderung kecil tersumbat. Kondisi ini membuat keringat tidak bisa mengalir keluar ke permukaan kulit.

Penyumbatan kelenjar keringat ini akhirnya memicu kemunculan bintik merah kecil yang kerap berisi cairan bening. Biang keringat biasanya muncul di area dahi atau pipi bayi, umumnya saat cuaca panas atau lembap. Bintik merah ini juga terasa perih dan gatal. 

2. Ruam popok

Ruam popok
Magnific/Magnific

Ruam popok terjadi karena iritasi kulit bayi di area bokong atau kelamin akibat pemakaian popok yang terlalu lama. Ruam juga lebih berisiko terjadi pada bayi yang sedang tahap MPASI dan lebih sering BAB atau BAK.

Melansir Mayo Clinic, ruam popok biasanya terjadi pada area bokong, paha, selangkangan, hingga kelamin yang juga ditandai dengan rewel dan terasa gatal.

Kulit yang lembap dan tertutup popok dalam waktu lama akan iritasi akibat adanya gesekan dengan kain dan kotoran. 

3. Jerawat bayi

Jerawat bayi
Magnific/Magnific

Bukan hanya orang dewasa, bayi juga dapat mengalami jerawat di area kulitnya, Ma. Jerawat bayi merupakan benjolan putih kecil atau bintik merah yang muncul di area wajah, pipi, dahi, kelopak mata, dagu, dada, atau leher.

Jerawat bayi umumnya dapat hilang dengan sendirinya pada tiga bulan pertama, jika muncul pada 2-4 minggu kehidupan pertama bayi. Karena berbeda dengan jerawat orang dewasa, hindari pemberian obat jerawat atau sabun untuk orang dewasa.

4. Eksim (Dermatitis atopik)

Eksim (Dermatitis atopik)
Pexels/An Date

Eksim atau dermatitis atopik biasanya muncul sebagai reaksi alergi pada kulit bayi. Eksim dapat terjadi karena berbagai macam hal yang memicu alergi, misalnya makanan, minuman, debu, udara, dan lainnya.

Kondisi ini memicu adanya bercak di area pipi, tangan, dan kaki bayi yang juga ditandai dengan kulit kering, bersisik, pecah-pecah, dan sangat gatal.

Eksim juga bisa terjadi dalam jangka waktu lama dan dapat kambuh di kemudian hari jika tidak ditangani.

5. Biduran

Biduran
Pexels/Mohd Aimi Mustaqim

Biduran juga menjadi salah satu penyebab umum mengapa kulit bayi sering muncul bintik merah. Kondisi ini bisa terjadi di satu area tubuh saja atau menyebar dengan bentol. 

Biduran juga menjadi salah satu reaksi alergi yang terjadi akibat makanan, minuman, bahan kimia, atau kondisi tertentu yang menjadi alergen.

Bukan hanya kemerahan, biduran sering kali terasa sangat gatal dan kulit yang terdampak juga terasa lebih hangat saat disentuh. 

6. Campak

Campak
Pexels/Kevin Sparling

Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus paramyxovirus dan ditandai dengan demam, pilek, batuk, mata merah, dan ruam kemerahan di seluruh tubuh. 

Penyakit ini paling banyak menyerang anak-anak dan dapat menular dari air liur, ingus, atau bersin. Bintik merah akibat campak biasanya muncul selama 2-4 hari setelah gejala mereda. 

7. Roseola infantum

Roseola infantum
Magnific/Magnific

Perlu diwaspadai karena roseola infantum merupakan kelainan kulit akibat virus herpen jenis HHV-6 dan HHV-7. Penyakit yang ditandai dengan munculnya bintik merah ini umumnya menginfeksi bayi berusia 6-12 bulan, disertai dengan demam tinggi.

Kelainan kulit ini dapat terjadi selama 3-6 hari yang biasanya juga disertai dengan beberapa gejala, mulai dari infeksi saluran napas akut hingga kejang. 

Itu dia penjelasan mengenai jenis bintik merah pada bayi. Meski gejalanya mirip, penyebabnya bisa berbeda, sehingga perlu penanganan dokter sebagai tindak lanjut, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More