Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kebiasaan Bayi Cerdas yang Perlu Orangtua Perhatikan
Pexels/Lisa Fotios
  • Ketertarikan pada buku sejak bayi dapat melatih koordinasi penglihatan, pendengaran, gerakan, dan bahasa, sekaligus menunjukkan fokus serta rasa ingin tahu.

  • Bayi yang responsif berinteraksi, melakukan kontak mata, dan bermain mandiri sedang menerima rangsangan, membangun komunikasi, mengeksplorasi cara kerja benda, serta mencoba memecahkan masalah sederhana.

  • Kebiasaan menjatuhkan barang mencerminkan rasa ingin tahu terhadap sebab-akibat dan pemahaman bahwa benda tetap ada meski tidak terlihat; setiap bayi tetap memiliki ritme perkembangan berbeda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi kadang suka lihat buku, menjawab saat diajak bicara, bermain sendiri, menjatuhkan barang, dan menatap mata orang. Ini bisa jadi tanda bayi sedang penasaran dan belajar banyak hal. Tapi semua bayi tumbuh dengan cara dan waktu yang beda. Orangtua perlu menemani bayi bermain, mencoba, dan belajar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orangtua tentu ingin melihat si Kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Kecerdasan pada bayi memang belum bisa ditentukan secara mutlak. Namun, dipercaya ada beberapa kebiasaan bayi yang bisa menjadi tanda awal bahwa si Kecil memiliki perkembangan kognitif yang bagus dan mungkin dapat dikategorikan cerdas di kemudian hari.

Apa saja kebiasaan itu? Simak artikel Popmama.com tentang 5 kebiasaan bayi cerdas yang perlu orangtua perhatikan berikut ini.

1. Selalu membaca buku

Pexels/Nelly Aran

Ketertarikan pada buku sejak bayi bisa menjadi salah satu tanda bahwa si Kecil memiliki rasa ingin tahu dan perkembangan otak yang baik.

Saat bayi mencoba membaca dengan mengoceh sambil melihat halaman, si Kecil juga sedang melatih koordinasi antara penglihatan, pendengaran, gerakan, dan kemampuan bahasanya.

Kebiasaan tersebut menunjukkan beberapa kemampuan positif, seperti mampu fokus lebih lama dengan dan attention span yang baik.

2. Responsif saat berinteraksi

Pexels/Vuong

Bayi yang responsif saat berinteraksi bisa menjadi salah satu tanda bahwa si Kecil sedang aktif belajar dan memproses informasi di sekitarnya.

Respons yang diberikan bayi menunjukkan bahwa si Kecil menerima rangsangan melalui suara, penglihatan, maupun sentuhan, kemudian memberikan reaksi melalui gerakan atau suara.

Interaksi dua arah seperti ini membantu membangun koneksi saraf di otak yang mendukung perkembangan kemampuan kognitifnya.

3. Lebih suka bermain sendiri

Pexels/MART PRODUCTION

Apakah si Kecil sering bermain sendiri, Ma? Bahkan jika Mama menawarkan diri ikut bermain, si Kecil tetap menolak?

Itu bukan karena si Kecil tidak suka Mama, tapi si Kecil memang lebih suka bermain sendiri karena ingin bermain tanpa dibantu. Kebiasaan ini juga bisa menandakan si Kecil adalah bayi yang cerdas, lho, Ma.

Dilansir The Bump, saat bermain sendiri, si Kecil bisa mencoba berbagai cara untuk menggunakan mainan, mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja, hingga menyelesaikan masalah sederhana tanpa langsung dibantu.

Dari sini, si Kecil juga belajar mengenali kapan perlu mencoba sendiri dan kapan harus meminta bantuan Mama.

4. Suka menjatuhkan barang

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Mama jangan langsung marah ketika si Kecil kebiasaan menjatuhkan barang-barang yang dipegangnya. Itu bisa jadi kebiasaan seorang bayi cerdas, Ma.

Mengutip Metro Parents, bayi yang sering menjatuhkan barang mungkin memiliki arti bahwa si Kecil mulai memahami dunia di sekitarnya bekerja.

Dari kebiasaan ini, si Kecil juga mulai memahami konsep object permanence, yaitu menyadari bahwa suatu benda tetap ada meskipun sudah tidak terlihat.

Rasa ingin tahu yang tinggi mendorong bayi untuk terus mengembangkan kebiasaan menjatuhkan barang untuk melihat reaksi sebab-akibat.

5. Selalu melakukan kontak mata

Magnific/jcomp

Si Kecil selalu melakukan kontak mata tiap kali diajak mengobrol?

Kebiasaan selalu melakukan kontak mata ini menunjukkan bahwa si Kecil sedang memperhatikan dan merespons interaksi yang terjadi.

Dikutip dari Parenting Firstcry, bayi yang sering melakukan kontak mata saat diajak berinteraksi bisa menjadi salah satu tanda bahwa si Kecil memiliki perhatian yang baik terhadap orang di sekitarnya.

Kebiasaan menatap mata juga dapat menjadi bagian dari proses bayi dalam mengenali wajah, membangun komunikasi, dan memahami lingkungan di sekitarnya.

Itulah 5 kebiasaan bayi cerdas yang perlu orangtua perhatikan. Mama tidak perlu menjadikan kebiasaan tersebut sebagai patokan untuk menentukan apakah si Kecil cerdas atau tidak karena setiap bayi memiliki ritme tumbuh kembang yang berbeda.

Yang terpenting, terus dampingi si Kecil dengan memberikan kesempatan untuk bermain, bereksplorasi, dan belajar sesuai tahap perkembangannya, ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article