Cara Menstimulasi Bayi Usia 9 Bulan untuk Mulai Berjalan

Ajarkan bayi berjalan secara bertahap sesuai usianya

16 September 2021

Cara Menstimulasi Bayi Usia 9 Bulan Mulai Berjalan
Unsplash/Henley Design Studio

Perkembangan dan pertumbuhan bayi dapat menjadi momen-momen yang membanggakan bagi orangtua. Momen ini dimulai saat bayi sudah bisa mengangkat kepala, merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari. 

Orangtua pasti ingin melakukan berbagai cara agar anaknya tumbuh dan berkembang dengan optimal. Ada berbagai cara untuk membantu mengoptimalkan perkembangan si Kecil, misalnya memberi asupan bernutrisi dan melatih bayi untuk menstimulasi perkembangannya.

Pada umumnya, Bayi bisa berjalan dengan bertumpu atau ditatih ketika usianya sudah menginjak 9−12 bulan. Namun, orang tua bisa membantu agar kemampuan bayi untuk bisa berjalan semakin optimal. Salah satu cara yang dapat dilakukan orangtua adalah dengan melatih dan menstimulasi bayi untuk mulai belajar berjalan. 

Kali ini Popmama.com akan mengulas mengenai cara menstimulasi bayi usia 9 bulan untuk mulai berjalan. Untuk mengetahui, langsung saja dibaca ya, Ma!

1. Bantu bayi belajar duduk

1. Bantu bayi belajar duduk
Pixabay/PopeMa

Tidak perlu terburu-buru dalam mengajarkan bayi agar bisa berjalan. Asah terlebih dahulu kemampuan motoriknya agar nantinya bayi lebih mudah mengembangkan kemampuannya. 

Jika bayi sudah bisa duduk, latih bayi untuk bisa duduk dengan tegak. Hal ini dapat memperkuat otot punggungnya sehingga akan lebih mudah saat belajar jalan nanti.

Editors' Picks

2. Melatih otot kaki bayi untuk menumpu berat tubuhnya

2. Melatih otot kaki bayi menumpu berat tubuhnya
Freepik/pch.vector

Setelah bayi sudah bisa duduk sendiri, langkah selanjutnya adalah melatih bayi berdiri dan menumpu berat tubuhnya pada kaki. Hal dapat membantu anak memperkuat ototnya dan menyeimbangkan tubuhnya saat berjalan.

Orangtua bisa membantu dengan cara memopang badan bayi. Hindari membantunya dengan cara memegang tangannya karena tubuh bayi akan miring sehingga tidak menumpu berat tubuhnya dengan merata. Bayi perlu menopang beban tubuhnya secara merata di kaki mereka agar melatih pola gerakan yang kuat di tubuh bagian bawah. 

3. Beri mainan yang dapat didorong

3. Beri mainan dapat didorong
Pixabay/Janeke88

Mama bisa menggunakan mainan push along (mainan yang didorong atau ditarik) untuk membantu menstimulasi bayi berjalan. Dengan berjalan sambil mendorong, anak akan melatih kakinya dan memperbaiki keseimbangannya. Pastikan mainan yang digunakan kokoh dan tidak licin agar bayi tidak mudah terjatuh. 

4. Hindari penggunaan baby walker

4. Hindari penggunaan baby walker
Pixabay/PopeMa

Banyak yang beranggapan bahwa baby walker dapat membantu bayi berjalan lebih cepat. Namun, ternyata para ahli tidak menganjurkan penggunaan baby walker karena justru dapat menghambat kemampuan bayi untuk berjalan.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), baby walker dapat memperlambat perkembangan motorik, menghambat perkembangan tulang belakang dan dapat mempengaruhi postur bayi. Selain itu, jika tidak dalam pengawasan orangtua, bayi dapat tidak sengaja terbalik atau terjatuh dari tangga sehingga justru mengakibatkan cedera pada bayi.

5. Biarkan bayi berjalan tanpa alas kaki

5. Biarkan bayi berjalan tanpa alas kaki
Freepik/rawpixel.com

Ajak bayi mengeksplorasi lingkungannya tanpa menggunakan alas kaki agar bayi dapat merasakan tekstur yang ada di bawah kakinya. Dengan begitu, bayi akan berjalan menyesuaikan kinerja otot dan meningkatkan stabilitas.

Sebelumnya pastikan lingkungan tempat bayi berlatih berjalan sudah bersih dan aman dari benda-benda yang membahayakan. Sepatu boleh digunakan saat bayi berjalan di luar ruangan untuk menghindari bayi menginjak batu atau kerikil yang dapat melukai kaki. Patikan sepatu yang digunakan nyaman dipakai si Kecil ya, Ma.

Nah itulah ulasan mengenai cara menstimulasi bayi usia 9 bulan untuk mulai berjalan. Proses perkembangan motorik setiap bayi berbeda-beda. Jadi, tidak perlu terburu-buru dan memaksakan agar anak cepat berjalan sendiri ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.