Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pentingnya Bernyanyi untuk Bayi, Bantu si Kecil Cepat Bicara
Pexels/Alexander Mass
  • Penelitian University of Cambridge menemukan bahwa bernyanyi dengan nada seperti lagu membantu bayi mengenali pola bahasa dan mempercepat kemampuan berbahasa sejak dini.
  • Ritme dalam lagu menjadi dasar utama bagi bayi untuk memahami struktur bahasa, membantu mereka membedakan bunyi dan batas antar kata secara bertahap.
  • Para ahli menyarankan orangtua rutin bernyanyi atau berbicara bernada lembut kepada bayi karena terbukti mendukung perkembangan bahasa, emosi, dan kedekatan antara orangtua dan anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bernyanyi untuk bayi mungkin terdengar sederhana, tetapi ternyata punya manfaat besar bagi perkembangan otaknya. Studi dari University of Cambridge menemukan bahwa suara bernada seperti lagu (singsong speech) berperan penting dalam membantu bayi belajar bahasa sejak dini.

Dikutip dari The Bump, penelitian ini menegaskan bahwa ritme dan intonasi dalam lagu membantu bayi memahami pola bahasa. 

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Bernyanyi bantu bayi belajar bahasa lebih cepat

Pexels/ Public Domain Pictures

Bernyanyi membuat bayi lebih mudah mengenali pola bahasa karena adanya ritme, pengulangan, dan intonasi yang jelas. Dibandingkan percakapan biasa, nada seperti lagu memberikan sinyal yang lebih kuat bagi otak bayi untuk memproses bahasa.

Professor Usha Goswami, ahli saraf Universitas Cambridge, menjelaskan dalam artikel The Bump ada hubungan dari kebiasaan orangtua bernyanyi dengan respons bayi memahami perkataan dan bahasa.

“Orangtua sebaiknya berbicara dan bernyanyi kepada bayi mereka sebanyak mungkin atau menggunakan ucapan yang ditujukan kepada bayi seperti lagu anak-anak karena hal itu akan berpengaruh pada perkembangan bahasa,” jelas Usha.

2. Ritme jadi dasar utama pemahaman bahasa

Pexels/ENIO ENGENHEIRO

Penelitian itu menunjukkan bahwa bayi lebih dulu memahami ritme sebelum mengenali bunyi kata secara detail. Ritme ini menjadi fondasi awal dalam proses belajar bahasa.

“Kami percaya bahwa informasi ritme bicara adalah perekat tersembunyi yang mendasari perkembangan sistem bahasa yang berfungsi dengan baik. Bayi dapat menggunakan informasi ritme seperti kerangka atau struktur untuk menambahkan informasi fonetik,” kata Goswami.

Melalui pola tersebut, bayi mulai memahami batas antar kata, sehingga mereka bisa membedakan satu kata dengan kata lainnya.

3. Perkembangan bahasa terjadi secara bertahap

Pexels/Jonathan Borba

Peneliti mengamati aktivitas otak 50 bayi usia 4, 7, dan 11 bulan saat mendengarkan lagu. Hasilnya, kemampuan bahasa berkembang secara bertahap seiring usia.

Bayi mulai dari mengenali bunyi sederhana seperti “m” dan “d”, lalu perlahan berkembang hingga kemampuan bahasa mereka semakin kompleks.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa bunyi-bunyi ucapan tidak diproses secara andal hingga sekitar tujuh bulan, meskipun sebagian besar bayi dapat mengenali kata-kata yang familiar seperti ‘botol’ (bottle) pada saat itu,” kata Goswami.

Usia sebelum 7 bulan bayi belum bisa memproses bunyi kata secara jelas. Meski begitu, bayi sebelum usia 7 bulan sudah bisa mengenali kata yang sering didengar. 

Artinya, ritme tetap menjadi kunci awal sebelum masuk ke tahap memahami detail suara. Seperti yang sudah diungkapkan Professor Usha mengenai ritme perkataan orangtua ke bayi.

4. Yuk, mulai rutin bernyanyi untuk bayi!

Pexels/Olya Afanasyeva

Para peneliti menyarankan orangtua untuk sering mengajak bayi bernyanyi atau berbicara dengan nada lembut seperti lagu. Cara ini terbukti membantu perkembangan bahasa secara optimal.

Tidak hanya itu, aktivitas bernyanyi dari orangtua ke bayi juga dapat membantu si Kecil lebih tenang. Selain itu, juga dapat memperkuat bonding, dan mendukung perkembangan emosionalnya.

Jadi, jangan ragu untuk sering bernyanyi bersama si Kecil! Dari hal sederhana ini, ternyata banyak manfaat besar untuk tumbuh kembangnya!

Editorial Team