Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Meski Makanan Habis, Makan Sambil Nonton Tetap Berbahaya bagi Anak
Magnific/Freepik
  • Makan sambil menonton gadget membuat perhatian anak teralihkan, sehingga pengenalan sinyal lapar dan kenyang dapat kurang optimal meski makanan habis.

  • Waktu makan juga menjadi proses belajar rasa, tekstur, mengunyah, kecepatan makan, serta interaksi dengan orangtua dan contoh kebiasaan makan yang baik.

  • Kebiasaan tanpa gadget dapat dibangun bertahap melalui jadwal konsisten, menyimpan layar, percakapan saat makan, pelibatan menyiapkan makanan, dan suasana nyaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Waktu makan bersama si Kecil mungkin pernah terasa cukup melelahkan bagi Mama. Baru beberapa suap, anak sudah mulai melihat ke sana kemari, tidak mau membuka mulut, atau bahkan beranjak dari tempat duduknya. Berbagai cara pun dicoba agar ia mau makan, salah satunya dengan memberikan gadget.

Saat video kesukaannya diputar, anak biasanya menjadi lebih tenang. Mama pun bisa menyuapkan makanan tanpa banyak drama sampai akhirnya makanan di piring benar-benar habis. Melihat kondisi tersebut, mungkin muncul anggapan bahwa cara ini cukup efektif untuk membuat anak makan dengan baik.

Namun, apakah makanan yang habis berarti proses makan anak sudah berjalan dengan baik? Ternyata, ada hal lain yang perlu Mama perhatikan ketika si Kecil terbiasa makan sambil menonton atau bermain gadget.

Berikut Popmama.com telah merangkum bahaya makan sambil nonton berdasarkan penjelasan dr. Adhytio Yasashii, Sp.A, yang dikutip dari Instagram pribadinya @drtio.pediatrics.

Bahaya Anak Makan Sambil Nonton Gadget

Magnific

Menurut dr. Tio, penggunaan gadget saat makan dapat membuat perhatian si Kecil lebih banyak tertuju pada layar. Akibatnya, anak bisa kurang menyadari sinyal yang diberikan tubuhnya, termasuk ketika merasa lapar atau sudah kenyang.

dr. Tio menjelaskan bahwa kebiasaan makan sambil menonton video atau bermain gadget dapat membuat proses anak dalam mengenali rasa lapar dan kenyang menjadi kurang optimal. Padahal, kemampuan tersebut merupakan bagian dari proses belajar makan yang perlu dikenalkan sejak dini.

“Waktu makan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan nutrisi. Anak juga sedang belajar berbagai hal, seperti mengenali rasa dan tekstur makanan, mencoba makanan baru, mengunyah, mengatur kecepatan makan, serta memahami kapan harus berhenti makan ketika sudah kenyang,” tulis dr. Tio.

Selain belajar mengenali makanan, waktu makan juga menjadi momen bagi anak untuk berinteraksi dengan orangtua. Ketika gadget digunakan selama makan, kesempatan tersebut dapat berkurang.

Padahal, Mama bisa memanfaatkan waktu makan untuk mengajak si Kecil berkomunikasi, memberikan contoh kebiasaan makan yang baik, sekaligus membangun hubungan yang positif dengan makanan.

Mengapa Anak Perlu Belajar Makan Tanpa Distraksi?

Magnific

Ketika makan tanpa gadget, perhatian anak dapat lebih terarah pada makanan yang ada di hadapannya. Si Kecil pun memiliki kesempatan untuk mengenali rasa, tekstur, dan berbagai pengalaman baru selama makan.

Pada saat yang sama, Mama dapat membantu anak belajar memahami apa yang dirasakan tubuhnya. Misalnya, mengenali ketika mulai lapar dan mengetahui kapan sudah cukup makan karena merasa kenyang.

Waktu makan juga tidak harus selalu diisi dengan menyuapkan makanan sampai habis. Mama bisa menggunakannya sebagai momen untuk berbicara dan berinteraksi dengan si Kecil. Kebiasaan sederhana seperti makan bersama tanpa layar dapat membuat anak memiliki kesempatan untuk belajar dari perilaku makan orang di sekitarnya.

Mama juga tidak perlu langsung memaksa anak berhenti menggunakan gadget saat makan. Perubahan dapat dilakukan secara bertahap dengan mulai menciptakan waktu makan bebas gadget dan membuat suasananya tetap menyenangkan.

dr. Tio menegaskan bahwa yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa banyak makanan yang berhasil dihabiskan anak.

“Jadi, masalahnya bukan sekadar ‘anak makan sampai habis atau tidak’, tetapi bagaimana anak membangun kebiasaan makan yang sehat dan kemampuan mengenali sinyal lapar-kenyang sejak dini,” jelasnya.

Tips agar Anak Bisa Makan Tanpa Nonton Gadget

Magnific

Jika si Kecil sudah terbiasa makan sambil menonton gadget, Mama bisa mulai menguranginya secara perlahan. Berikut beberapa cara yang dapat dicoba:

  1. Buat jadwal makan yang konsisten. Tetapkan waktu makan yang teratur setiap hari agar anak terbiasa mengetahui kapan waktunya makan. Rutinitas ini juga dapat membantu mengurangi keinginan untuk menggunakan gadget saat makan.

  2. Singkirkan gadget dan layar saat makan. Matikan televisi dan simpan gadget ketika waktu makan tiba. Dengan begitu, anak bisa lebih fokus pada makanan dan orang-orang yang sedang makan bersamanya.

  3. Ajak anak ikut menyiapkan makanan. Libatkan si Kecil dalam kegiatan sederhana sebelum makan. Mama bisa mengajaknya membantu menyiapkan makanan agar ia lebih tertarik dengan makanan yang akan disantap.

  4. Gunakan peralatan makan yang menarik. Pilih piring dan peralatan makan dengan warna atau desain yang disukai anak. Peralatan makan yang menarik dapat membuat waktu makan terasa lebih menyenangkan.

  5. Berikan contoh yang baik. Anak dapat meniru kebiasaan orang di sekitarnya. Jadi, Mama juga sebaiknya tidak menggunakan gadget ketika sedang makan bersama si Kecil.

  6. Ajak anak berbicara saat makan. Isi waktu makan dengan percakapan sederhana. Mama bisa bertanya tentang kegiatan anak atau mengajaknya bercerita agar perhatiannya tetap tertuju pada interaksi, bukan layar.

  7. Ajarkan anak mengenali lapar dan kenyang. Bantu si Kecil memahami bagaimana rasanya ketika lapar dan ketika sudah kenyang. Dengan begitu, anak perlahan belajar mengenali sinyal yang diberikan tubuhnya.

  8. Berikan pujian saat anak berhasil makan tanpa gadget. Ketika si Kecil berhasil makan tanpa melihat layar, Mama dapat memberikan pujian sebagai bentuk apresiasi. Hal ini dapat membantu membangun kebiasaan makan tanpa distraksi secara perlahan.

  9. Ciptakan suasana makan yang nyaman. Pastikan tempat makan bersih dan nyaman sehingga anak merasa betah berada di meja makan. Suasana yang menyenangkan juga dapat membuat waktu makan terasa lebih positif.

  10. Konsultasikan jika diperlukan. Jika anak menunjukkan ketergantungan yang berlebihan pada gadget saat makan, Mama dapat berkonsultasi dengan dokter atau psikolog anak untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Nah, itu dia penjelasan terkait bahaya anak makan sambil nonton. Semoga informasi ini jadi wawasan untuk orangtua.

Curated For You

Editorial Team

Related Article