Bayi Menangis Terus? 8 Hal Ini Bisa Jadi Bisa Penyebabnya

Kenali penyebabnya agar si Kecil tidak menangis terus-menerus, Ma

8 Desember 2021

Bayi Menangis Terus 8 Hal Ini Bisa Jadi Bisa Penyebabnya
Pixabay/joffi
Penyebab bayi menangis terus menerus.

Tahukah Mama, kalau menangis termasuk bahasa bayi? Dikutip dari Mayo Clinic, tangisan bayi merupakan cara ia berkomunikasi dengan orang dewasa di sekitarnya. 

Karena belum bisa berbicara, bayi akan mengungkapkan segala keinginan dan apa yang dirasakannya dengan cara menangis.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan bayi menangis terus, Ma. Beberapa diantaranya terjadi karena kondisi yang normal, namun ada pula yang perlu perhatian lebih lanjut. 

Dirangkum dari berbagai sumber, simak penyebab bayi menangis terus dari Popmama.com:

1. Lapar

1. Lapar
Pixabay/theproofphotography
Ilustrasi

Penyebab pertama dan paling sering terjadi adalah menangis karena lapar. Jadi, coba diingat-ingat kapan terakhir kali mama menyusuinya?

Bila Mama telah memberikan ASI 3-4 jam yang lalu, kemudian si Kecil terbangun dan menangis. Bisa jadi ia terbangun karena merasa lapar. Maka itu lekas berikan si Kecil ASI agar ia berhenti menangis.

2. Tidak nyaman

2. Tidak nyaman
pixabay.com/patriciaalexandre

Bayi menangis bisa saja karena ia merasa tidak nyaman, baik karena popoknya sudah basah atau saat ia merasa kedinginan maupun kepanasan. 

Bila ia menangis karena tak nyaman, cara lain untuk memastikannya adalah perhatikan gerak-gerak si bayi, Ma. Bila bayi juga melengkungkan tubuhnya itu bisa jadi pertanda bahwa ia merasa tidak nyaman akan sesuatu.

3. Kelelahan

3. Kelelahan
Freepik/cookie_studio

Ketika bayi merasa kelelahan, biasanya ia tidak lagi tertarik dengan mainan favoritnya, sering menguap, tidak lagi aktif seperti biasanya, dan bahkan menangis.

Jika bayi Mama menunjukkan tanda-tanda itu, berarti si Kecil butuh tidur untuk memulihkan kembali energinya. Mama bisa membaringkannya di tempat tidur sambil memberikannya ASI atau susu formula, agar ia merasa nyaman dan tertidur pulas.

Editors' Picks

4. Terganggu kondisi sekitar

4. Terganggu kondisi sekitar
babyology.com.au

Bayi biasanya akan merasa terganggu bila kondisi sekitar terlalu ramai dan berisik. Selain itu, kondisi ruangan yang terlalu panas dan dingin pun bisa membuatnya terganggu hingga menangis.

Untuk itu, bawalah si Kecil ke tempat yang lebih nyaman dan tenang agar tangisnya mereda.

5. Kesepian

5. Kesepian
Pexels/Laura Garcia

Bayi juga bisa merasa kesepian lho, Ma. Terkadang ia menangis hanya karena ingin mendengar suara dan ingin mendapatkan pelukan hangat dari orang tuanya.

Oleh karena itu, Mama bisa meredakan tangisnya dengan menggendong dan mengajaknya berbicara sambil mengusap lembut punggungnya.

6. Takut

6. Takut
Pixabay/Amarpreet25
Ilustrasi bayi menangis

Beberapa bayi memiliki kecenderungan takut ketika melihat orang yang baru dilihatnya. Hal inilah yang membuat bayi sering menangis ketika digendong oleh orang yang belum dikenalnya.

7. Sakit

7. Sakit
upload.wikimedia.org
Bayi menangis tanpa air mata, lho.

Mama harus waspada bila si Kecil menangis terus-menerus dan rewel. Karena itu bisa jadi pertanda bahwa ia sedang merasakan sakit. Salah satu penyakit yang dapat membuat bayi menangis hingga berjam-jam adalah kolik.

Meski begitu mama perlu mengobservasi lagi kondisinya. Bila si kecil terus menangis disertai gejala lain, seperti demam, lemas, atau tanda lainnya tidak perlu ragu untuk memeriksakan kondisinya ke dokter ya, Ma.

8. Alergi

8. Alergi
freepik/pch.vector
bayi sedang menangis

Penyebab bayi menangis terus-menerus juga bisa disebabkan oleh alergi pada bayi. Pada ibu menyusui, semua makanan yang dikonsumsi oleh Mama akan diserap juga oleh ASI. Bayi yang memiliki pencernaan sensitif terhadap protein susu sapi, telur, seafood, dan kacang-kacangan dapat menunjukkan reaksi alergi dengan menangis.

Jika hal ini terjadi, segera konsultasikan ke dokter agar Mama dapat menghindari pemicu alergi pada bayi tersebut.


 

BACA JUGA:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.