Jangan Salah! Ini Perbedaan Ketika Bayi Terinfeksi Virus dan Bakteri

Jangan disamakan, ketahui perbedaan gejala dan pengobatannya

24 November 2018

Jangan Salah Ini Perbedaan Ketika Bayi Terinfeksi Virus Bakteri
Pixabay/joffi

Mama pasti khawatir ketika si Kecil jatuh sakit. Meski khawatir, namun Mama tidak boleh panik begitu saja.

Ada dua kemungkinan yang dapat menjadi penyebabnya, pertama disebabkan oleh virus dan kedua oleh bakteri.

Baik infeksi bakteri maupun infeksi virus, keduanya sama-sama disebabkan oleh mikroba. 

Seperti namanya, infeksi bakteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, dan infeksi virus adalah infeksi yang disebabkan oleh virus.

Terkadang, kedua infeksi ini mempunyai tanda-tanda yang sama pada bayi yang terkena infeksi tersebut, seperti batuk-batuk, demam, hidung berair, diare, radang, muntah hingga lemas.

Akan tetapi, bakteri dan virus adalah dua mikroba yang berbeda dan cara pengobatan untuk kedua jenis infeksi tersebut sama sekali berbeda. 

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa perbedaaanya.

1. Apa itu bakteri?

1. Apa itu bakteri
health.mil

Bakteri adalah mikroba yang termasuk keluarga Prokaryotes. Menurut Babycenter, bakteri memiliki dinding sel yang tipis tapi keras, dan membran yang seperti karet melindungi cairan di dalam sel tersebut.

Bakteri dapat berkembang biak sendiri, yaitu dengan cara pembelahan. Hasil penelitian fosil-fosil menyatakan bahwa bakteri sudah ada sejak 3,5 miliar tahun yang lalu.

Bakteri dapat hidup di berbagai keadaan lingkungan, termasuk lingkungan-lingkungan yang ekstrem, seperti lingkungan yang sangat panas atau sangat dingin, di lingkungan yang mengandung radioaktif, dan di dalam tubuh manusia.

Sebenarnya, hanya kurang dari 1 persen dari jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.

Kebanyakan bakteri justru bermanfaat, seperti membantu untuk mencerna makanan, melawan mikroba lain yang menyebabkan penyakit, melawan sel kanker, dan menyediakan nutrisi-nutrisi yang bermanfaat.

Meskipun bermanfaat, bakteri juga tetap dapat menimbulkan penyakit bagi manusia.

Berikut beberapa penyakit bayi yang disebabkan oleh infeksi bakteri:

  • Sakit tenggorokan,
  • tuberkulosis,
  • infeksi saluran kencing,
  • difteri.

2. Apa itu virus?

2. Apa itu virus
flickr.com/michael cramer

Berbeda dengan bakteri, virus adalah mikroba yang tidak bisa hidup tanpa menempel pada inangnya. Virus baru bisa berkembang biak bila menempel dengan makhluk hidup lain.

Ukuran virus juga jauh lebih kecil daripada bakteri. Setiap virus memiliki material genetik, antara RNA atau DNA.

Biasanya, virus akan menempel di suatu sel dan mengambil alih sel tersebut untuk mengembangbiakkan virus-virus lain sampai akhirnya sel tersebut mati. 

Atau pada kasus lain, virus mengubah sel normal menjadi sel yang berbahaya untuk kesehatan.

Berbanding terbalik dengan bakteri, sebagian besar virus menyebabkan penyakit. Virus juga “pemilih”, alias menyerang sel tertentu secara spesifik. 

Misalnya, virus-virus tertentu menyerang sel pada pankreas, sistem pernapasan, dan darah. Pada kasus tertentu, virus juga menyerang bakteri.

Berikut beberapa penyakit bayi yang disebabkan oleh infeksi virus:

  • Cacar air,
  • AIDS,
  • flu,
  • polio.

Editors' Picks

3. Tanda-tanda terkena infeksi virus dan infeksi bakteri

3. Tanda-tanda terkena infeksi virus infeksi bakteri
flickr.com/dennis

Ketika si Kecil sakit, Mama perlu konsultasi ke dokter untuk memastikan penyakitnya, apakah itu infeksi bakteri atau infeksi virus. 

Biasanya, dokter akan mendengarkan tanda-tanda yang bayi rasakan, melihat riwayat kesehatan orangtua, dan memeriksa tanda-tanda fisik.

Berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul pada infeksi bakteri:

  • Hidung berlendir,
  • demam,
  • terkadang batuk-batuk,
  • sakit tenggorokan,
  • sakit di telinga,
  • sesak napas,
  • gejala infeksi virus.

Hampir sama dengan infeksi bakteri, berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul pada infeksi virus:

  • Hidung berair,
  • terkadang mimisan,
  • terkadang demam,
  • batuk-batuk,
  • sakit tenggorokan (namun jarang terjadi),
  • susah tidur.

4. Pengobatan untuk infeksi virus dan infeksi bakteri

4. Pengobatan infeksi virus infeksi bakteri
health.mil

Bayi yang sudah terserang infeksi virus dan bakteri harus segera dilakukan penanganan khusus agar tidak membuatnya semakin tersiksa.

Dilansir dari parenting.firstcry.com, dalam kasus infeksi bakteri pada bayi yang baru lahir, dokter mungkin akan memulai perawatan dengan meresepkan antibiotik. 

Wajib hukumnya untuk menghabiskan antibiotik seperti yang ditentukan oleh dokter bahkan ketika bayi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda sehat.

Sementara infeksi karena virus tidak dapat diobati dengan antibiotika. Dokter mungkin hanya bisa memberikan obat untuk meredakan sakit, misalnya oralit untuk bayi yang diare atau obat penurun panas untuk mengatasi demamnya.

Dilansir dari babycenter, selain obat pereda sakit, berikut beberapa pengobatan yang dapat dilakukan ketika bayi terinfeksi virus:

  • Cukupi asupan cairannya

Bayi akan kehilangan banyak cairan saat demam, diare, muntah atau pilek. Jika ia masih menyusui, biarkan bayi menyusui sesering mungkin. 

Jika perlu, dokter mungkin akan meresepkan beberapa Oral Rehydration Garts (ORS). Obat ini akan menggantikan semua nutrisi yang telah hilang. 

  • Obat

Sebagian besar infeksi virus harus diobati dengan obat yang dapat mengatasi gejalanya. Dokter mungkin memberinya tablet zinc dan ORS jika si Kecil mengalami diare.

Selain itu, dokter juga akan meresepkan obat pereda nyeri dan demam pada bayi. Jika disertai batuk dan pilek, maka dokter akan meresepkan obat-obatan untuk meringankannya.

  • Istirahat yang cukup

Biarkan bayi beristirahat dengan tenang di ruang terpisah. Ia harus beristirahat dengan cukup ketika terserang virus, dan setidaknya satu minggu sesudahnya. 

Pasalnya, hal ini akan membantunya melawan penyakit dan membuatnya menjadi lebih kuat. 

  • Sirkulasi udara

Buka jendela dan pintu untuk membiarkan udara segar masuk setiap harinya. Hal ini akan terbukti dapat menghilangkan kuman di udara. 

Maka dari itu buatlah ventilasi yang baik di rumah. Ventilasi yang kering dan bersih akan mencegah timbulnya jamur. 

Nah, itulah beberapa perbedaan gejala dan pengobatan infeksi virus dan bakteri pada bayi.

Jangan disepelekan, perawatan infeksi virus dan bakteri pada bayi itu berbeda lho, Ma!