Wajib Tahu! Ini 7 Pilihan Buah Terbaik untuk MPASI Bayi

Sudah berikan ketujuh jenis buah ini pada si Kecil, Ma?

19 Juni 2019

Wajib Tahu Ini 7 Pilihan Buah Terbaik MPASI Bayi
Freepik/user3802032

MPASI atau Makanan Pendamping ASI biasanya diberikan pada bayi saat usianya sudah menginjak 6 bulan.

Setelah memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, para Mama bisa mulai memberikan MPASI berupa buah untuk menambah nutrisi si Kecil.

Mengapa harus memberikan MPASI?

Apakah ASI tidak mampu memberikan nutrisi yang diperlukan bayi? 

ASI memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, bahkan kandungan di dalam ASI sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Hanya saja, semakin banyak nutrisi yang diperoleh si Kecil, tentu semakin baik pula untuk tumbuh kembangnya. 

Nah, bagi Mama yang ingin mulai memberikan MPASI pada si Kecil, berikut Popmama.com telah merangkum 7 rekomendasikan buah-buahan terbaik yang cocok untuk dijadikan MPASI.

1. Pisang

1. Pisang
mouthsofmums.com

Dilansir dari babycenter.com, buah yang murah meriah satu ini bisa dijadikan MPASI yang pasti disukai oleh si Kecil.

Rasa manis alami dari pisang membuatnya cocok menjadi buah untuk MPASI, terutama jika Mama ingin membuat makanan perdana untuk pendamping ASI.

Di dalam buah pisang terkandung Vitamin A, fosfor, asam folat, dan kalsium.

Mama bisa mengolah pisang menjadi bubur halus dan diberikan kepada bayi tanpa tambahan tambahan apapun.

Akan tetapi, jika Mama merasa repot membuat bubur pisang, cukup kerok pisang dengan sendok, lumatkan sebentar dan berikan kepada si Kecil.

2. Pir

2. Pir
Freepik

Orang dewasa saja sangat menyukai pir, apalagi bayi. Pir adalah buah dengan kandungan air yang sangat tinggi.

Rasa manis dan segar dari buah pir tentu akan memberikan sensasi baru bagi si Kecil yang baru saja memperoleh MPASI.

Buah pir mengandung fosfor, kalium, kalsium, dan vitamin C yang baik untuk bayi. Untuk mengolah pir menjadi MPASI, Mama bisa membuatnya menjadi puree.

Hal yang harus dilakukan adalah mengupas kulit buah pir, kemudian memotongnya jadi beberapa bagian kecil, dan mengukusnya sampai daging buahnya terasa lebih lunak.

Jika sudah matang, haluskan dan saring dengan saringan kawat. Buah pir yang sudah disaring inilah yang nantinya akan diberikan untuk bayi mama.

Editors' Picks

3. Pepaya

3. Pepaya
Freepik/Mybona

Buah untuk MPASI tidak harus buah-buahan mahal atau impor. Buah lokal pun bisa diolah menjadi MPASI yang pasti disukai oleh bayi, salah satunya adalah pepaya.

Buah murah meriah yang bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia ini mengandung enzim papain yang dapat melancarkan pencernaan bayi.

Di samping itu, pepaya memiliki kandungan nutrisi seperti zat besi dan asam folat untuk mendukung proses perkembangan otak bayi.

Pada awal memberikan MPASI pepaya, Mama bisa menyaring pepaya dengan saringan kawat terlebih dahulu.

Setelah bayi mulai terbiasa, berikan pepaya dalam potongan kecil. Bayi tidak akan tersedak karena daging pepaya sangat lunak. 

4. Jeruk

4. Jeruk
Pexels/Pixabay

Tak perlu khawatir memberikan jeruk sebagai MPASI. Pasalnya, jeruk adalah sumber vitamin C yang baik untuk buah hati.

Selain diperkaya dengan vitamin C, jeruk juga mengandung kalsium, kalium, vitamin A, serat, dan asam folat.

Kriteria jeruk yang aman untuk pencernaan si Kecil adalah jeruk yang manis, seperti jeruk baby.

Bagian buah jeruk yang dipakai untuk MPASI adalah airnya. Sebelumnya, Mama harus memeras air jeruk terlebih dahulu, kemudian campurkan ke dalam bubur atau puree.

Air jeruk yang manis akan menjadi pemanis alami untuk bubur si Kecil, sehingga Mama tidak perlu lagi menambahkan gula di dalamnya. 

5. Buah naga

5. Buah naga
livestrong.com

Buah naga dengan daging yang berwarna ungu adalah buah untuk MPASI yang banyak digunakan oleh para Mama modern.

Salah seorang selebgram hits, Rachel Vennya, juga kerap kali memberikan buah naga sebagai MPASI untuk bayinya yang lucu, yakni Xabiru.

Vitamin C dan antioksidan di dalam buah naga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi agar mereka tidak mudah sakit.

Selain itu, buah naga dapat melancarkan pencernaan bayi agar mereka tidak mengalami sembelit.

Pemberian buah naga untuk MPASI perdana harus didahului dengan mengukus buahnya terlebih dulu.

Setelah lunak, haluskan dan saring dengan saringan kawat agar menjadi puree.

Jika usia si Kecil sudah memadai untuk mengonsumsi makanan yang agak padat, berikan buah naga yang sudah dipotong-potong dadu agar ia dapat menyantapnya sendiri. 

6. Alpukat

6. Alpukat
Freepik/Bearfotos

Dibandingkan dengan buah untuk MPASI lainnya, alpukat mungkin tergolong buah yang rasanya sangat hambar.

Mungkin sebagian Mama khawatir bahwa bayinya tidak menyukai alpukat. Akan tetapi, di negara-negara barat, alpukat memang sudah menjadi MPASI yang sehat.

Bahkan, alpukat mengandung asam lemak omega-3, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan magnesium yang bagus untuk menutrisi bayi.

Untuk memberikan alpukat sebagai MPASI, Mama perlu melumatkannya sampai benar-benar lembut.

Jika belum terbiasa, Mama dapat menyaring alpukat menjadi puree.

Nah, bagaimana jika si Kecil tidak menyukai alpukat yang rasanya hambar? 

Tambahkan saja air perasan jeruk baby yang manis sebagai perasa alami. 

7. Labu kuning

7. Labu kuning
pixabay.com/stevepb

Yuk, berikan labu kuning sebagai MPASI!

Buah manis yang satu ini pasti disukai si Kecil. Selain itu, tekstur buah labu kuning yang halus juga membuat bayi lebih mudah menelannya.

Labu kuning juga mengandung vitamin dan mineral yang dapat mendukung tumbuh kembang anak.

Puree labu kuning untuk MPASI dibuat dengan cara mengukus labu kuningnya terlebih dahulu.

Kemudian, haluskan dengan saringan kawat. Segera berikan kepada si Kecil setelah baru dihaluskan, karena rasanya masih segar.

Nah, itulah beberapa pilihan buah terbaik yang bisa Mama berikan sebagai MPASI si Kecil.

Pada dasarnya hampir semua buah memiliki kandungan yang baik, namun untuk MPASI bayi alangkah lebih baik jika Mama memilih tekstur buah yang lembut agar si Kecil juga lebih mudah menelannya.

Selamat mencoba dan semoga si Kecil suka ya, Ma!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.