Waspada! Ini Ciri dan Dampak Over Stimulasi pada Bayi!

Stimulasi memang penting Ma, namun jangan dilakukan secara berlebihan ya!

8 November 2018

Waspada Ini Ciri Dampak Over Stimulasi Bayi
themommyscoach.com

Untuk mengasah fisik, emosi, sosial, intelektual, dan bahasa, banyak orangtua yang melakukan stimulasi pada bayinya.

Kelima aspek tersebut dapat distimulasi dalam waktu yang sama, hanya saja tingkat kerumitan dan durasinya saja yang harus disesuaikan dengan usia bayi. 

Meskipun stimuasi penting bagi anak, namun sayangnya ada banyak orangtua yang tidak memahami cara melakukannya dengan baik.

Bukan main-main, stimulasi yang dilakukan secara berlebihan pun dapat berpengaruh buruk pada perkembangan anak.

Ya, stimulasi yang diberikan terus-menerus bisa membuat bayi kewalahan. Ia akan menjadi sangat lelah dan kemudian rewel tanpa henti.

Bagaimana stimulasi yang berlebihan itu? Ini misalnya. Jika Mama mengajak si Bayi terlalu lama ke supermarket pada akhir pekan yang sibuk. Berada di dalam ruangan yang penuh orang asing, dan melihat barang-barang yang begitu banyak, bisa sangat melelahkannya.

"Kita tidak bisa melakukannya seperti ketika sedang bepergian dengan orang dewasa. Itu sangat berbeda jika dilihat dari kebutuhan bayi dan perbedaan jadwal mereka," jelas Lisa M. Asta, MD, profesor klinis bidang kesehatan anak di University of California at San Francisco, yang juga pengurus  American Academy of Pediatrics.

Jika hal itu terjadi, Mama harus menghentikan stimulasi pada bayi. Amati tanda-tanda apakah bayi sudah over stimulasi. 

Menurut Asta, bayi bisa saja menjadi rewel, menolak, atau hiperaktif, semua tergantung pada apa yang dialami oleh bayi. 

Bayi yang lebih besar bisa saja jadi tak mau lepas dari orangtuanya atau memukul.

Untuk lebih lengkapnya, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa fakta mengenai over stimulasi pada bayi.

1. Tanda-tanda bayi mengalami stimulasi berlebihan

1. Tanda-tanda bayi mengalami stimulasi berlebihan
buggfamily.com

Selain beberapa hal yang dijelaskan di atas, berikut beberapa tanda bahwa bayi mama sudah mengalami over stimulasi.

Segera hentikan jika si Kecil sudah mengalami hal ini ya Ma!

  • Memalingkan muka dan menghindari kontak mata.
  • Menguap, mengulet, sambil merengek.
  • Mata terasa berat, lalu tertidur.
  • Berperilaku seperti saat sedang lapar, dan ingin menyusu.
  • Tertidur ketika sedang menyusu, meskipun belum kenyang.
  • Menangis, rewel, dan sulit dihibur.
  • Terjadi perubahan dalam intonasi dan intensitas tangisan mereka.
  • Rewel, tidak nyaman, dan serbasalah.

Memang, ciri-ciri bayi yang over stimulasi ini sepintas tampak seperti kelelahan biasa.

Karena itu, Mama perlu lebih cermat dengan aktivitas yang sedang Mama lakukan bersama si Kecil, dan segera menghentikannya agar si bayi tidak terlanjur rewel.

Baca disini: Cara mengerti arti tangisan bayi

Editors' Picks

2. Kapan Mama harus benar-benar berhenti menstimulasi bayi?

2. Kapan Mama harus benar-benar berhenti menstimulasi bayi
momjunction.com

Ketika sudah mengetahui ada gerak-gerik yang berbeda dari si Kecil, maka sudah seharusnya bagi Mama untuk menghentikannya.

Namun, kapan waktu yang tepat untuk menghentikan stimulasi pada bayi?

Berikut penjelasannya:

  • Ketika bayi sudah lelah.
  • Ketika energi mereka sudah terkuras untuk bermain.
  • Sudah bertemu begitu banyak orang.
  • Ketika mereka sudah beraktivitas di luar rutinitas.
  • Ketika mereka sudah kenyang menyusu.
  • Ketika mereka tampak lemas.
  • Ketika mereka butuh banyak tidur dalam masa pertumbuhannya.

3. Dampak negatif over stimulasi pada bayi

3. Dampak negatif over stimulasi bayi
raisingchildren.net.au

Tak hanya berdampak positif, stimulasi yang dilakukan secara berlebihan juga dapat menimbulkan efek buruk bagi perkembangan si Kecil.

Berikut diantaranya:

  • Emosi negatif

Dengan memaksakan si Kecil melakukan aktivitas yang tidak diinginkannya akan membuat mereka cepat marah, bayi menjadi cengeng dan sedikit-sedikit menangis, ia akan susah untuk ditenangkan karena terlalu seringnya stimulasi yang diberikan rupanya membuat bayi tersebut mengalami bosan.

  • Kemampuan belajar bayi menjadi menurun

Ya, tentu saja apabila bayi tidak tertarik dan merasa bosan karena stimulasi yang terlalu over akan membuat tingkat kemampuan belajarnya menurun, hal ini akan berpengaruh pada perkembangan bayi tersebut.

Keadaan seperti ini akan membuat bayi kesusahan dalam memahami stimulasi yang diberi oleh orangtua.

  • Cenderung menolak stimulasi yang diberikan

Akan sangat berbahaya apabila kemudian bayi mama terus menerus atau secara konsisten menolak setiap stimulasi yang diberikan. 

Bahkan bayi terlihat tidak responsif dan cuek terhadap apapun yang terjadi di sekitarnya.

  • Ancaman di masa mendatang

Para orang tua yang senang memberikan stimulasi berlebihan terhadap bayinya akan memberikan efek si Anak di masa pertumbuhannya, sifatnya akan seperti anak-anak meskipun sudah tumbuh dewasa.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai ciri dan dampak buruk over stimulasi pada bayi.

Memang segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan nantinya akan tidak baik Ma, maka dari itu berikanlah stimulasi-stimulasi pada si Kecil secukupnya.

Perhatikan juga gerak-geriknya ketika ia sudah merasa bosan dan lelah. Jangan hanya memaksakan kehendak Mama ya!

Baca juga: Stimulasi Panca Indera Bayi dengan Cara Sederhana dan Menyenangkan!

Baca juga: 5 Mainan Terbaik untuk Menstimulasi Motorik Halus Bayi

Baca juga: Daftar Aktivitas Seru untuk Menstimulasi Otak Bayi agar Cerdas