Kapan Bayi Boleh Makan Semangka?

Sebelum menyajikannya untuk si Kecil, ketahui dulu fakta berikut ini

31 Desember 2020

Kapan Bayi Boleh Makan Semangka
Pexels

Beruntunglah kita tinggal di negeri tropis yang memiliki aneka buah-buahan nikmat dan menyegarkan. Semangka, misalnya. Semangka mengandung berbagai vitamin dan juga antioksidan, serta 92 persen buahnya mengandung air. Tak heran jika buah semangka merupakan buah yang baik untuk dikonsumsi langsung atau pun dijadikan jus untuk menambah cairan tubuh.

Semangka juga punya rasa yang enak dan tekstur yang unik untuk dinikmati bayi. Namun, sebelum Mama menyajikan semangka untuk si Kecil, ketahui terlebih dahulu mengenai pemberian semangka untuk bayi yang Popmama.com rangkum berikut ini:

Kandungan Nutrisi Dalam Semangka

Kandungan Nutrisi Dalam Semangka
Freepik/Valeria_aksakova

Buah bertekstur renyah ini mengandung berbagai vitamin yang diperlukan tubuh, antara lain vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C. Vitamin A membantu membangun kualitas kulit dan gigi yang baik pada bayi, sementara vitamin C meningkatkan dan memperkuat sistem imun pada bayi. 

Selain itu, buah semangka juga kaya akan antioksidan, likopen, dan asam amino yang menunjang fungsi tubuh agar senantiasa optimal. Antioksidan dapat membantu mencegah kerusakan jaringan. Sementara itu asam amino membantu membangun dasar protein yang bermanfaat untuk fungsi vital tubuh. 

Dalam 100 gram semangka mengandung sekitar 30 kkal kalori, 92 persen air, 0,6 gram protein, 7,6 gram karbohidrat, 6,2 gram gula, 0,4 gram serat, dan 0,2 gram lemak. 

Editors' Picks

Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Semangka untuk Bayi?

Kapan Waktu Tepat Memberikan Semangka Bayi
Pixabay.com/dhanelle

Saat memperkenalkan jenis makanan baru pada bayi mama, penting untuk menunggu sampai bayi bisa menangani teksturnya. Usia yang tepat untuk memperkenalkan semangka pada bayi adalah antara delapan hingga 10 bulan, mengingat teksturnya yang renyah dan tidak mudah dilumat.

Sebelum memperkenalkan makanan padat, pertimbangkan beberapa faktor penting. Misalnya, kekuatan gigi bayi dan kemampuannya dalam mengunyah serta menelan makanan. Untuk alasan ini, sebaiknya Mama tidak memberikan semangka atau makanan padat lainnya terlalu dini. 

Bagaimana Menyajikan Semangka agar Aman Dikonsumsi Bayi?

Bagaimana Menyajikan Semangka agar Aman Dikonsumsi Bayi
Pixabay/MMT

Semangka memiliki tekstur yang empuk dan berair sehingga mudah untuk digigit. Tetapi beberapa semangka cenderung lebih renyah dan tidak mudah dilumat. Meski cenderung mudah dikonsumsi, tetapi ingat, bayi mama masih sangat kecil dan ia masih belajar cara makan berbagai jenis makanan.

Sajikan semangka dalam potongan-potongan kecil untuk menghindari bahaya tersedak. Jika Mama menyajikannya dalam potongan besar, kemungkinan bayi akan memasukkan seluruh potongan semangka ke dalam mulutnya dan menelannya, tanpa mengunyah. Jika potongannya terlihat terlalu besar untuk mulut bayi, kurangi ukurannya. 

Periksa setiap bagian semangka dengan teliti sebelum disajikan, jangan sampai ada biji yang tertinggal karena akan sangat berbahaya bagi bayi. Pastikan Mama memerhatikan bayi dengan seksama saat mereka makan dan jangan meninggalkannya sendirian untuk pertolongan segera jika bayi tersedak. 

Mama juga bisa menyajikan semangka dengan cara dihaluskan atau dimasukkan ke dalam smoothie soother

Memilih Semangka yang Baik untuk Dikonsumsi Bayi

Memilih Semangka Baik Dikonsumsi Bayi
Pixabay/StephanieAlbert

Setelah memutuskan bayi mama siap untuk makan semangka, yang terbaik adalah membeli buah semangka segar. Beberapa toko menjual semangka yang sudah dipotong-potong. Tetapi penyajian seperti ini memiliki risiko kontaminasi salmonella atau E. coli.

Jika Mama menyajikan bayi semangka yang sudah dibekukan, cairkan buah pada suhu ruangan sebelum disajikan untuk memastikan tidak terlalu dingin untuk mulut bayi. 

Banyak toko juga menyediakan jus semangka siap minum, tetapi ini tidak disarankan untuk bayi. Jus semangka siap minum biasanya telah ditambah gula atau pemanis buatan sehingga meningkatkan risiko gigi berlubang pada bayi. 

Alergi Semangka pada Bayi

Alergi Semangka Bayi
Freepik/rawpixel

Alergi makanan adalah perhatian utama ketika memperkenalkan bayi terhadap makanan baru. Penting untuk mengawasi bayi mama saat makan. Perhatikan jika ada tanda-tanda reaksi alergi pada buah.

Untuk membantu Mama mengidentifikasi kemungkinan reaksi alergi dengan lebih baik, jangan perkenalkan semangka dan makanan baru lainnya pada saat bersamaan. Jika dilakukan, Mama tidak akan tahu apakah gejala alergi bayi Mama dipicu oleh semangka atau makanan yang lain.

Tanda-tanda reaksi alergi terhadap semangka bisa meliputi:

  • Ruam,
  • diare,
  • muntah,
  • pusing,
  • pilek.

Bayi mama mungkin juga mengalami ruam setelah makan semangka karena sifatnya yang asam. Ini mungkin bukan alergi. Namun, Mama tetap harus berkonsultasi dengan dokter anak jika bayi mama menunjukkan tanda-tanda reaksi.

Itulah informasi mengenai keamanan pemberian semangka untuk bayi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.