Perkembangan Bayi Usia 11 Bulan: Saat si Kecil Mulai Punya Teman

Seperti apa perkembangan bayi usia 11 bulan? Bagaimana caranya mengajarkan peraturan?

27 September 2019

Perkembangan Bayi Usia 11 Bulan Saat si Kecil Mulai Pu Teman
blog.mops.org

Jelang usia 11 bulan ini, bayi Mama telah memahami identitas dirinya di antara saudara-saudara atau kerabat yang lain. Ia pun bisa terlibat dalam permainan bersama anak yang lain. Saat yang tepat mengadakan playdate nih, Ma. Cara ini bagus untuk mendorong si Kecil mengembangkan ketrampilan sosial. Tetapi jangan berharap terlalu banyak saat playdate ya, Ma, karena bayi seusia ini masih terlalu muda memahami gagasan berteman.

Jadikan kegiatan playdate sebagai cara membantu bayi membangun fondasi tentang bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Ia bisa mendapat ide permainan baru dari melihat aktivitas selama playdate. Mama pun dapat kesempatan mengobrol dan bertukar pikiran tentang perkembangan bayi dari orangtua bayi yang lain.

Bayi seusia si Kecil telah mengerti instruksi sederhana, seperti kata "tidak". Meski si Kecil tidak selalu mengingat kata yang Mama sebutkan hari ini, jangan menyerah memperkenalkan dan terus mengajarkannya instruksi-instruksi penting seperti perbedaan hal yang benar dan salah, yang aman dan tidak aman. Misalnya jika ia menarik ekor kucing, pegang tangannya, tatap matanya dan katakan, "Jangan ya, Sayang, nanti kucingnya sakit." Kemudian arahkan tangannya membelai hewan dengan lembut.
 

Editors' Picks

Kehidupan Orangtua: Menyeimbangkan Pekerjaan dan Keluarga

Kehidupan Orangtua Menyeimbangkan Pekerjaan Keluarga
Pexels/negative space

Sebagian mama, di tahapan ini, mungkin merasa sulit mengelola waktu dan perhatian, antara keluarga dengan persaingan karier. Apalagi jika perusahaan tempat Mama bekerja punya aturan ketat dan minim toleransi. 

Pertama, gunakan waktu bekerja seefisien mungkin sehingga Mama tidak perlu lembur atau membawa pekerjaan kantor ke rumah. Mungkin Mama bisa mempertimbangkan berangkat lebih awal (untuk mengurangi distraksi bekerja di kantor yang ramai) ketimbang pulang lebih terlambat dari biasanya. Atau mempersingkat waktu makan siang dan mengurangi aktivitas pribadi di tempat kerja (mengecek social media, mengobrol, menelepon teman, dan sebagainya).

Kedua, bicarakan dengan atasan tentang kondisi keluarga yang saat ini Mama alami. Utarakan maksud dan pertimbangan-pertimbangan Mama tentang fleksibilitas waktu yang diharapkan.

Mempelajari Temperamen Bayi

Mempelajari Temperamen Bayi
Freepik/gelpi

Setiap manusia yang lahir dan hidup, memiliki temperamennya masing-masing. Temperamen adalah hal alami, bagaimana manusia berpikir dan bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya. Pada bayi, hal ini terkait waktu tidur dan pola makan, bersosialisasi, bagaimana responnya terhadap suatu hal, dan lain-lain.

Sebagian bayi tergolong mellow, sensitif dan sabar dalam menghadapi situasi baru. Sebagian lagi, memiliki temperamen yang kuat dan berenergi tinggi.

Sebetulnya, temperamen bayi mulai terlihat di usia tiga atau empat bulan. Di usia 10 bulan, kepribadiannya menjadi lebih jelas. Mama bisa membayangkan dengan lebih akurat seperti apa dia ketika semakin besar dengan mengamati tindakan dan wataknya dalam berbagai situasi yang berbeda.

Lihatlah pola keseluruhan perilaku si Kecil. Ia mungkin bertindak dengan cara tertentu secara sementara atau bagian dari tahap perkembangan yang dilaluinya. Jadi, jangan terlalu cepat menyimpulkan bagaimana kepribadian dan temperamennya.

Jika ada sesuatu menyangkut temperamen bayi Mama yang membuat Mama khawatir, penting untuk memahaminya dan tidak menghakimi. Jangan melabeli ia, mengkritiknya dan membuatnya berpikir bahwa ia adalah anak yang buruk. Sebaliknya, dorong ia ketika bertindak di luar kendali dengan cara yang lebih baik. Ketahuilah bahwa Mama tidak dapat benar-benar mengubah kecenderungan bawaan bayi, meskipun Mama dapat mendorong perilaku tertentu dan membantunya belajar bertumbuh dengan cara yang baik.

Baca Juga:


 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.