Ganjar Pranowo Bertindak, 3 Pelaku Bully Siswi SMP Dijadikan Tersangka

3 siswa pelaku bully seorang siswi di Purworejo langsung terancam hukuman 3.5 tahun penjara!

13 Februari 2020

Ganjar Pranowo Bertindak, 3 Pelaku Bully Siswi SMP Dijadikan Tersangka
Twitter/@black__valley1

Sebuah rekaman video perundungan yang beredar di media sosial menjadi perhatian publik. Video itu memperlihatkan seorang remaja putri yang dipukul dan ditendang oleh tiga orang remaja putra di kelasnya.

Video ini diunggah oleh akun Twitter @black__valley1, menurut keterangan, peristiwa itu terjadi di sebuah SMP di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Update terbaru dari kasus ini, identitas ketiga pelaku bullying ini masih belum diketahui secara pasti, namun ketiganya sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Video berdurasi 30 detik itu lantas dibagikan ke akun Twitter resmi milik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kasus ini langsung ditangani pihak kepolisian dan pihak yang bersangkutan.

Berikut Popmama.com telah merangkum kronologi kejadian dan update terkininya.

1. Kronologi kejadian

1. Kronologi kejadian
Twitter/@black__valley1

Video bullying yang viral di Twitter itu diunggah oleh akun @black__valley1, video tersebut menampakkan tiga orang remaja putra di sekolah menganiaya seorang remaja putri yang sedang duduk diam di bangku kelas.

Keterangan dalam video itu bertuliskan "kelakuan bejat anak-anak jaman sekarang. Sekolah tuh buat nuntut ilmu bentuk karakter supaya baik bukan malah kelakuan kaya preman. Ngebully anak orang apalagi anak perempuan, main pukul main tendang emang kalian pikir itu ga sakitt. Kejadiannya di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah." tulis akun @black__valley1.

Awal video itu menunjukkan seorang anak laki-laki yang memukul kepala korban, kejadian itu diikuti oleh dua orang anak lainnya dengan menendang tubuh korban secara bergantian.

Dalam video, ketiga anak laki-laki tersebut terlihat senang setelah melakukan aksi itu. Kemudian, salah seorang anak yang lain, memukul korban menggunakan gagang sapu ijuk.

Korban yang duduk sendirian di pojok ruang kelas itu hanya menunduk dan menangis. Sedangkan para pelaku hanya tertawa dan terus melakukan aksi mereka.

Video tersebut telah ditonton sebanyak 1,7 juta kali dengan retweet sebanyak 35 ribu dan mendapat komentar sebanyak 13 ribu melalui media sosial Twitter.

Menurut akun yang membagikan video itu, korban merupakan anak disabilitas, dalam komentar, ia menambahkan "tolong Viralkan biar anak-anak be*g* divideo ini di DO aja dari sekolahnya. Apalagi anak cewe yg dibully ini kekurangan gak kaya anak normal. Cc: @ganjarpranowo."

Menurut keterangan saksi kepada pihak kepolisian, ketiga siswa dalam video tersebut meminta uang kepada korban senilai Rp 20.000. Namun, korban melaporkan kasus ini ke guru. Ketiga siswa yang tidak terima dilaporkan, langsung membully korban di kelas.

Editors' Picks

2. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo turun tangan

2. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo turun tangan
Twitter/ganjarpranowo

Melalui akun Twitter pribadi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, ia memberikan keterangan terkait video penganiayaan di sekolah tersebut. "Akun saya dibanjiri kejadian di salah satu smp di Butuh, purworejo. Saya sudah telepon kaseknya (kepala sekolah) dan dia sudah urus." tulisnya melalui Twitter pada hari Rabu (12/2/2020)

Ganjar juga mengatakan pihak kepolisian dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo akan turun tangan untuk menyelesaikan kasus ini. "Polisi juga sudah menerima laporannya. Besok saya minta pengawas sekolah dan dinas untuk turun agar bicara dengan orangtua anak-anak itu. Pak Bupati Purworejo juga sudah saya kontak. --- Sayangi temanmu!"

Saat ditemui oleh wartawan pada Rabu malam (12/2/2020), Ganjar mengatakan, pihak sekolah serta kepolisian sudah mengetahui kejadian ini dan masih meminta detail penanganan kasus dari sekolah yang bersangkutan.

"Besok saya minta pengawas sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo turun untuk klarifikasi, sekaligus mengambil tindakan. Karena mereka masih anak-anak, saya minta diberikan konseling bersama orangtuanya," ujar Ganjar.

Video viral tersebut diketahui diunggah pada hari Rabu sore (12/2/2020) melalui akun media sosial Twitter.

3. Polisi menindak lanjuti kasus

3. Polisi menindak lanjuti kasus
Twitter/@black__valley1

Mengonfirmasi penganiayaan yang terjadi di salah satu SMP Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Purworejo, Jawa Tengah, Sukmo Widi Harwanto, membenarkan peristiwa dalam video itu.

"Betul, itu terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh." kata Sukmo Widi Harwanto, Rabu (12/2/2020). Sukmo menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari dan pihaknya masih menunggu hasil penanganan Kepolisian setempat.

"Kalau kejadiannya tadi pagi, sekarang sudah ditangani oleh Polsek Butuh. Untuk langkah selanjutnya ya kami menunggu hasil. Hasilnya seperti apa nanti kita menunggu langkah hukum yang sedang ditangani polisi." ujar Sukmo.

Polisi sudah mengamankan tiga siswa laki-laki yang merupakan pelaku dari video viral itu. Tiga siswa tersebut sudah dibawa ke Polres Purworejo untuk dimintai keterangan. Saat ini, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (13/2/2020).

"Polres Purworejo sudah menetapkan tersangka terhadap ketiga orang yang diduga pelaku." ujar Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito, Kamis (13/2/2020).

Diketahui, setidaknya ada delapan orang sudah dimintai keterangan yang terdiri dari lima saksi dan tiga tersangka. Ia menjelaskan kasus ini melibatkan anak di bawah umur, maka dinas sosial dan orangtua masing-masing dari korban dan pelaku akan mendampingi.

Ketiga tersangka dijerat pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 3,5 tahun penjara.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.