Cara Menjelaskan Jenis-Jenis Zina dalam Hukum Islam pada Anak

Zina termasuk perbuatan dosa besar dan tidak disukai Allah SWT

5 April 2021

Cara Menjelaskan Jenis-Jenis Zina dalam Hukum Islam Anak
Pexels/August de Richelieu

Zina merupakan pendidikan moral yang juga termasuk dalam pendidikan agama Islam. Sudah menjadi tanggung jawab para orangtua menyampaikan dan memberi pemahaman tentang zina pada anak. 

Setidaknya ketika anak telah memasuki usia sekolah karena umumnya mereka telah lebih mengerti dan bisa berpikir jika diberikan penjelasan. Bahkan, mungkin saja akan mengajukan banyak pertanyaan terkait topik yang dibahas. 

Pemberian pemahaman tentang zina ini bertujuan sebagai pondasi sehingga anak terhindar dan tidak melakukannya. Selain mencegah perbuatan dosa, pendidikan tentang zina juga dapat melindungi anak dari jeratan hukum karena Indonesia memiliki peraturan tersendiri mengenai zina. 

Sebagai panduan Mama dan Papa, berikut Popmama.com berikan cara menjelaskan jenis-jenis zina dalam hukum Islam pada anak.

Editors' Picks

1. Pengertian zina dalam agama Islam

1. Pengertian zina dalam agama Islam
Pexels/Rodrigo Souza

Pendidikan tentang zina yang diajarkan anak sebaiknya didahului dengan memberikan pengertian mengenai zina. Gunakanlah bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti oleh anak-anak.

Mama atau Papa dapat memulainya dengan menjelaskan bahwa zina termasuk perbuatan tidak terpuji, yaitu bersenggama yang dilakukan oleh perempuan dan laki-laki tanpa terikat dengan hubungan pernikahan. Selain itu, zina juga mungkin saja dilakukan oleh orang yang telah menikah. Misalnya, seorang suami yang melakukan senggama dengan perempuan yang bukan istrinya atau pun sebaliknya. 

Perbuatan zina ini memiliki dampak buruk apabila dilakukan karena seseorang yang melakukannya akan menanggung hukuman di dunia maupun akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nur (24:2) yang artinya: 

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman”.

Mengutip laman dalamislam, terdapat 3 ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah SWT sebagai hukuman orang yang berzina, yaitu:

  • hukuman mati yang bisa dilakukan dengan cara dirajam atau dilempari batu hingga meninggal dunia. Bagi pelaku zina yang belum menikah, hukum yang berlaku adalah cambuk rotan sebanyak 100 kali serta diasingkan selama 1 tahun,
  • Allah SWT menyatakan bahwa hendaknya tidak berbelas kasihan terhadap pelaku zina. Hukuman hendaknya tetap dilaksanakan, siapa pun yang berbuat zina. Hal ini karena sudah jelas bahwa zina termasuk dosa besar sehingga patut diberi hukuman bagi yang melakukannya, dan
  • Allah SWT memerintahkan agar hukuman yang diberikan pada pelaku zina disaksikan oleh orang mukmin yang banyak dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran dan efek jera bagi pelaku. 

2. Jenis-jenis perbuatan zina

2. Jenis-jenis perbuatan zina
Pexels/Emma Bauso

Telah jelas bahwa Allah SWT melarang hambaNya untuk melakukan zina. Hal ini disebutkan dalam Alquran surat Al-Isra ayat 32, Allah telah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Adapun jenis-jenis perbuatan zina dalam agama Islam yang sebaiknya diajarkan pada anak sehingga dapat dihindari:

  • Zina Al-Laman

Zina jenis ini dilakukan dengan menggunakan panca indera. Rasulullah SAW bersabda yang artinya, "Telah diterapkan bagi anak-anak Adam yang pasti terkena, kedua mata zinanya adalah melihat, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berkata-kata, tangan zinanya adalah menyentuh, kaki zinanya adalah berjalan, hati zinanya adalah keinginan (hasrat) dan yang membenarkan dan mendustakannya adalah kemaluan." (HR. Muslim)


Berikut yang termasuk dalam zina Al-Laman, yaitu:

  • Zina ain, yaitu zina yang dilakukan oleh mata yaitu ketika seseorang memandang lawan jenisnya dengan perasaan senang atau penuh hawa nafsu,
  • Zina qalbi, yaitu zina yang dilakukan oleh hati yaitu ketika memikirkan atau mengkhayalkan lawan jenis dengan perasaan senang dan bahagia,
  • Zina ucapan (lisan), yaitu zina yang dilakukan oleh lisan atau ucapan ketika membicarakan lawan jenis yang diikuti dengan perasaan senang,
  • Zina tangan (yadin), yaitu zina yang dilakukan oleh tangan. Ini terjadi ketika seseorang dengan sengaja memegang bagian tubuh lawan jenisnya diikuti dengan perasaan senang, bahagia atau penuh dengan hawa nafsu. 

  • Zina Muhsan

Jenis zina ini dilakukan oleh orang-orang yang telah terikat dengan pernikahan. Jadi, pelakunya adalah seorang suami atau istri yang berselingkuh karena melakukan perbuatan suami istri bukan dengan mahramnya.

  • Zina Gairu Muhsan

Zina yang termasuk dalam jenis Gairu Muhsan ini dilakukan oleh perempuan dan laki-laki yang belum resmi atau sah menikah. 

3. Cara menghindari perbuatan zina

3. Cara menghindari perbuatan zina
Pexels/Gustavo Fring

Tidak hanya memberikan pemahaman terkait zina, orangtua juga sebaiknya mengajari anak untuk menghindarinya. Berikut cara yang dapat Mama dan Papa ajarkan anak agar tidak berzina:

  • Selalu mengajarkan untuk mengingat Allah SWT sehingga anak mengetahui bahwa Allah senantiasa mengetahui segala perbuatan yang dilakukan umatNya,
  • Menjauhi sumber zina, sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah SWT dalam Alquran dalam QS. An-Nur ayat 30 yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat,”dan
  • Memberikan pengertian pada anak untuk tidak berkumpul dengan lawan jenis karena bisa mendatangkan hawa nafsu yang berujung pada perbuatan zina. 

Itulah cara menjelaskan pada anak pengertian tentang zina. Semoga pola asuh dan penjelasan yang lengkap dapat Mama dan Papa terapkan dalam mengasuh anak, ya. Jangan sampai hal ini terlewat karena bagaimana pun pendidikan zina wajib diajarkan setiap orangtua. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.