Pentingnya Mengajarkan Literasi Keuangan pada anak

Tak hanya ajarkan anak tentang nilai uang, tetapi juga cara pengelolaannya Ma

13 Oktober 2020

Penting Mengajarkan Literasi Keuangan anak
Unsplash/Annie Spratt

Literasi merupakan dasar atau pondasi utama yang berhubungan dengan kemampuan bahasa dan komunikasi anak. Maka, orangtua perlu mengajarkan tentang literasi sejak dini. 

Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik hingga dewasa. Namun, sayangnya kemampuan literasi anak di Indonesia masih termasuk rendah sehingga perlu perhatian khusus berbagai pihak.

Jadi, tidak hanya pihak sekolah saja, orangtua pun perlu berperan. Tak hanya literasi mengenai baca dan tulis, penting juga bagi anak untuk mengenal literasi keuangan. 

Literasi keuangan dapat memberi pengetahuan anak mengenai uang dan pengelolaannya. Dengan memahami literasi keuangan, anak dapat mengerti keuangan tidak hanya dari nilai uangnya saja. 

Lebih lanjut, berikut Popmama.com berikan informasi terkait pentingnya literasi keuangan bagi si Kecil. Barangkali dapat menjadi panduan bagi Mama dalam mengajarkannya pada anak. 

Editors' Picks

1. Pentingnya kemampuan literasi bagi anak

1. Penting kemampuan literasi bagi anak
Unsplash/Annie Spratt

"Literasi merupakan kemampuan yang perlu dikuasai anak pada abad ke-21 saat ini. Literasi tak hanya membaca, tetapi juga berkaitan dengan pemahaman terhadap konteks yang dibaca," jelas Dr. Samto, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Selain itu, dengan kemampuan literasi yang baik, anak juga diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan. Dengan literasi, anak dapat memiliki kompetensi dan kreativitas sehingga mampu menghadapi kehidupan di masa depan. 

Mengingat pentingnya literasi pada anak, pemerintah melalui Kemendikbud mengimbau agar segala pihak dapat berperan. Mulai dari tingkat sekolah, keluarga, hingga komunitas. 

Pada tingkat sekolah, minat literasi ditumbuhkan melalui layanan perpustakaan yang menyediakan beragam buku bacaan. Sedangkan dalam pihak keluarga, orangtua diharapkan mampu menumbuhkan minat literasi dengan belajar mandiri.

Selain itu, komunitas menghadirkan program donasi buku, taman bacaan, atau perpustakaan keliling. Jadi, adanya kolaborasi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam menunjang kemampuan literasi anak-anak. 

2. Literasi keuangan tak hanya ajarkan tentang nilai uang

2. Literasi keuangan tak ha ajarkan tentang nilai uang
Unsplash/Annie Spratt

Salah satu literasi yang penting untuk diajarkan pada buah hati, yaitu literasi keuangan, Ma. Literasi keuangan yang diberikan sejak dini dapat membantu anak memahami pengelolaan uang dalam kehidupan. 

"Hingga saat ini, masih sedikit masyarakat Indonesia yang merencanakan keuangannya dengan baik. Terlebih pada kaum millenial yang mayoritas lebih banyak membelanjakan uangnya, dibanding menabung untuk mencapai kesejahteraan finansial," kata Siddharta Moersjid, Ketua Dewan Pembina Prestasi Junior Indonesia. 

Terlebih, literasi keuangan pada anak-anak masih sebatas pada pengenalan nilai uang, belum sampai konsep pengelolaan uang. Padahal, literasi keuangan bertujuan untuk memberi pemahaman tentang pengelolaan uang pada anak-anak. 

"Biasanya, anak usia sekolah, tepatnya ketika berumur 7 tahun. Anak mulai mengerti finansial. Meskipun hanya mengetahui nominal atau nilai pada uang," tambahnya. 

Selain itu, fakta menyebutkan bahwa anak-anak berusia ±10 tahun, terbiasa menghabiskan uang untuk membeli keinginan, bukan kebutuhan. Perilaku seperti ini tentu saja akan berdampak buruk di kemudian hari. Misalnya, membentuk pribadi anak yang boros. 

Jadi, sudah semestinya Mama dan Papa sebagai orangtua mulai mengajarkan literasi keuangan sejak dini. Dengan memberi pemahaman mengenai pengelolaan uang. 

Mulai dari cara menghasilkan uang, menyimpan atau menabung uang, membelanjakan uang, hingga donasi. Apabila anak mengerti dan telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka pengelolaan keuangan anak hingga ia tumbuh dewasa dapat berjalan dengan baik. 

3. Tips mengajari literasi keuangan pada si Kecil

3. Tips mengajari literasi keuangan si Kecil
Unsplash/Eliott Reyna

Dalam mengajarkan literasi, terutama literasi keuangan pada anak, ada beberapa tips yang mungkin dapat Mama terapkan. Berikut yang disarankan oleh Nila Tanzil, pendiri Taman Bacaan Pelangi:

  • sediakan buku bacaan dengan beragam tema sehingga anak tertarik membaca, 
  • latih anak dengan beragam kegiatan membaca, seperti membaca lantang, membaca berpasangan, atau membaca mandiri,
  • kenalkan anak pada konsep pengelolaan uang, mulai dari cara menghasilkan uang, menyimpan uang, membelanjakan uang, hingga memberikan donasi,
  • ciptakan kondisi yang kondusif serta nyaman untuk anak membaca, 
  • ajarkan literasi dengan cara kreatif dan juga menyenangkan sehingga mudah dipahami anak. 

Itulah beberapa hal penting mengenai literasi keuangan yang dapat orangtua jadikan panduan dan tips untuk mengajarkannya pada anak. Semoga dapat bermanfaat ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.