Aturan Baru Roblox Indonesia, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi

Roblox menerapkan aturan baru di Indonesia untuk meningkatkan keamanan anak melalui pembatasan akses dan penyesuaian regulasi.
Aturan ini mencakup batas usia, verifikasi pengguna, pembatasan chat, serta penyaringan konten agar anak lebih terlindungi di ruang digital.
Kebijakan ini diharapkan menciptakan pengalaman bermain yang lebih aman dengan dukungan platform, pemerintah, dan peran orangtua.
Platform game online Roblox akan menerapkan sejumlah aturan baru bagi pengguna di Indonesia, khususnya anak-anak dan remaja. Kebijakan ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap regulasi perlindungan anak di ruang digital yang mulai diberlakukan pemerintah.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan pengguna, terutama di tengah tingginya jumlah anak yang aktif bermain di platform tersebut. Roblox sendiri mengakui bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar dengan jutaan pengguna aktif.
Berikut Popmama.com rangkum aturan baru Roblox untuk pengguna di Indonesia.
Table of Content
1. Roblox tambah kontrol konten dan komunikasi untuk anak

Roblox akan menghadirkan kontrol tambahan terhadap konten dan fitur komunikasi, khususnya bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun di Indonesia. Kebijakan ini menjadi bagian dari penyesuaian terhadap regulasi yang mengharuskan platform digital lebih ketat dalam melindungi anak di ruang online.
Penambahan kontrol ini mencakup pembatasan jenis konten yang bisa diakses serta pengaturan fitur komunikasi antar pengguna. Hal ini penting karena Roblox merupakan platform berbasis komunitas, di mana interaksi sosial menjadi salah satu fitur utama.
Dengan adanya pembatasan ini, risiko paparan konten yang tidak sesuai usia dapat diminimalkan. Roblox juga menegaskan bahwa langkah ini tidak menggantikan sistem keamanan yang sudah ada, melainkan menjadi lapisan tambahan untuk memperkuat perlindungan pengguna muda.
Upaya ini menunjukkan bahwa keamanan anak menjadi prioritas utama, sekaligus menjawab kekhawatiran orangtua terhadap aktivitas digital anak-anak mereka.
2. Batas usia minimum 16 tahun mulai diterapkan

Salah satu aturan paling signifikan adalah penetapan batas usia minimum 16 tahun bagi pengguna Roblox di Indonesia. Mulai 28 Maret 2026, akun milik anak di bawah usia tersebut akan dinonaktifkan secara bertahap.
Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi Permen Komdigi No. 9 Tahun 2026 dan regulasi PP TUNAS yang menekankan pentingnya perlindungan anak di ruang digital. Dengan adanya batas usia ini, diharapkan anak-anak tidak terlalu dini terpapar lingkungan digital yang kompleks.
Penerapan aturan dilakukan secara bertahap agar sistem dapat mengidentifikasi pengguna yang tidak memenuhi syarat usia. Hal ini juga memberi waktu bagi pengguna dan orangtua untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan baru.
Langkah ini menegaskan bahwa akses terhadap platform digital tidak bisa lagi dilakukan tanpa mempertimbangkan kesiapan usia dan keamanan pengguna.
3. Sistem verifikasi usia diperketat

Untuk mendukung kebijakan batas usia, Roblox juga memperketat sistem verifikasi pengguna. Proses ini dilakukan melalui beberapa metode, seperti teknologi estimasi wajah, verifikasi identitas menggunakan KTP, hingga persetujuan dari orangtua.
Langkah ini bertujuan memastikan bahwa data usia pengguna benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dengan verifikasi yang lebih ketat, risiko penyalahgunaan akun atau manipulasi usia bisa ditekan.
Selain itu, sistem ini juga membantu platform dalam menerapkan fitur yang sesuai dengan kelompok usia pengguna. Anak-anak akan mendapatkan perlindungan lebih, sementara pengguna dewasa tetap bisa mengakses fitur secara penuh.
4. Fitur chat dibatasi untuk keamanan anak

Roblox juga melakukan pembatasan pada fitur komunikasi, baik dalam bentuk teks maupun suara. Pengguna yang belum terverifikasi atau berada di bawah batas usia tertentu akan memiliki akses terbatas terhadap fitur chat.
Hal ini dilakukan karena komunikasi bebas di platform digital sering kali menjadi celah terjadinya risiko, seperti perundungan siber atau interaksi dengan pihak yang tidak dikenal. Dengan pembatasan ini, Roblox berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.
Pengaturan ini juga memungkinkan orangtua merasa lebih tenang karena interaksi anak di dalam game menjadi lebih terkontrol.
Dengan kata lain, fitur sosial tetap ada, tetapi dengan batasan yang disesuaikan demi melindungi pengguna muda dari potensi bahaya di ruang digital.
5. Konten dewasa hanya untuk usia tertentu

Roblox akan menerapkan penyaringan konten yang lebih ketat, terutama untuk konten dengan label kedewasaan atau maturity restricted. Konten jenis ini hanya dapat diakses oleh pengguna yang telah terverifikasi berusia 18 tahun ke atas.
Langkah ini penting untuk memastikan bahwa anak-anak tidak terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Sistem ini juga membantu orangtua memahami batasan yang diterapkan pada platform.
Dengan adanya filter ini, pengalaman bermain menjadi lebih aman dan sesuai usia. Roblox juga menegaskan bahwa mereka akan terus meningkatkan sistem penyaringan agar lebih efektif dalam melindungi pengguna.
6. Roblox patuhi aturan Indonesia dan prioritaskan keamanan

Roblox menegaskan bahwa mereka menghormati hukum dan budaya di setiap negara tempat mereka beroperasi, termasuk Indonesia. Kepatuhan terhadap regulasi lokal menjadi hal yang tidak bisa ditawar, terutama karena Indonesia merupakan salah satu pasar besar bagi platform ini.
Selain itu, Roblox juga terus bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam proses penilaian risiko yang diwajibkan oleh regulasi. Hal ini mencakup pengelolaan akses konten, interaksi sosial, hingga perlindungan pengguna anak.
Perusahaan juga menekankan bahwa keamanan pengguna menjadi prioritas utama dalam pengembangan platform mereka. Komitmen ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga bagian dari standar global yang terus diperkuat.
Dengan berbagai langkah ini, Roblox berharap dapat menghadirkan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan sesuai untuk semua pengguna, terutama anak-anak dan remaja.
7. Kolaborasi dengan pemerintah lewat sistem IGRS

Roblox bekerja sama dengan pemerintah Indonesia melalui penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) yang mulai dijalankan sejak Januari 2026. Sistem ini berfungsi sebagai panduan klasifikasi usia untuk konten game.
Melalui IGRS, orangtua dan pengguna dapat lebih mudah memahami apakah suatu konten sesuai dengan usia anak. Sistem ini juga membantu platform dalam mengelompokkan konten berdasarkan tingkat kedewasaan.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perlindungan anak di ruang digital membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan platform. Dengan adanya standar nasional seperti IGRS, regulasi menjadi lebih jelas dan terarah.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman bermain yang lebih aman sekaligus edukatif bagi anak-anak di Indonesia.
Aturan baru Roblox di Indonesia menunjukkan adanya perubahan besar dalam pengelolaan platform digital, terutama terkait perlindungan anak. Pembatasan usia, kontrol konten, hingga verifikasi pengguna menjadi langkah penting untuk menciptakan ruang online yang lebih aman.
Kebijakan ini juga mengingatkan bahwa penggunaan teknologi perlu disertai dengan pengawasan dan kesadaran, baik dari platform maupun orangtua. Dengan sistem yang lebih ketat, diharapkan anak-anak dapat tetap menikmati dunia digital tanpa harus terpapar risiko yang berbahaya.


















