Pengertian Dosa Jariyah yang Penting Orangtua Ajarkan pada Anak

Perlu diajarkan sedini mungkin agar tak merugikan anak

26 Oktober 2021

Pengertian Dosa Jariyah Penting Orangtua Ajarkan Anak
Freepik/Raw Picture

Hidup haruslah imbang antara dunia dan akhirat. Maka dari itu, selain ilmu dunia, orangtua pun harus mengajarkan tentang ilmu agama pada anak-anak untuk bekal akhirat mereka. Salah satu yang hal-hal yang mengundang dosa. 

Apa itu dosa? 

Menurut Ustazah Lulung Mumtaza, dosa adalah perbuatan yang kalau dikerjakan membuat seseorang merasa gelisah sehingga kita tidak ingin orang lain mengetahuinya. Jika kita berbuat dosa, maka amalan buruk kita akan bertambah terus-menerus. 

Namun, ada salah satu jenis dosa yang menyeramkan dan sangat merugikan lho. Dosa tersebut biasa disebut dosa jariyah. 

Agar anak terhindar dari dosa tersebut, Mama dan Papa perlu mengajarkan anak-anak tentang pengertian dosa jariyah

Berikut ini Popmama.com telah merangkum pengertian dosa jariyah beserta contohnya yang dapat Mama dan Papa ajarkan pada anak. Simak yuk! 

1. Pengertian dosa jariyah

1. Pengertian dosa jariyah
Pixabay/mohammedweb

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Ustazah Lulung Mumtaza, dosa adalah perbuatan yang kalau dikerjakan membuat seseorang merasa gelisah sehingga kita tidak ingin orang lain mengetahuinya. Sedangkan jariyah artinya mengalir.

Jadi, dosa jariyah adalah dosa yang mengalir terus-menerus pada diri seseorang yang memulainya sekalipun orang tersebut telah meninggal dunia. 

Editors' Picks

2. Pemahaman yang salah terkait dosa jariyah 

2. Pemahaman salah terkait dosa jariyah 
Freepik/rawpixel.com

Setelah mengetahui pengertian dosa jariyah, mari kita cari tahu contoh dosa jariyah. Masih banyak orang salah persepsi mengenai perbuatan dosa jariyah ini. 

Salah satu pemahaman dosa jariyah yang sering keliru di masyarakat yakni ketika seseorang yang kini telah berhijrah dan berhijab ternyata foto-foto masa lalunya yang menggunakan pakaian membuka aurat terekspos kembali.

Banyak orang mengatakan jika foto zaman sebelum berhijab tersebar luas, maka itu menjadi dosa jariyah. Apakah betul?

Ustazah Lulung Mumtaza menjelaskan, "Misal ya, ada seorang artis yang saat ini berhijab. Namun, dulu ia menggunakan pakaian yang membuka aurat dan tidak mengenakan hijab. Kemudian, di masa sekarang ketika ia sudah berhijrah, ternyata ada foto-fotonya yang kembali muncul dan dilihat oleh orang lain, hal itu tidak termasuk ke dalam dosa jariyah." 

Ia pun menambahkan contoh lainnya, yakni ketika seorang anak perempuan yang sudah memasuki usia remaja yakni SMP tetapi belum menutup aurat. Kemudian, ketika ia SMA ia sudah menutup aurat. Jika foto-foto dulu masa SMP-nya terekspos kembali saat SMA, maka itu bukan merupakan dosa jariyah. 

"Dosanya nggak di situ. Waktu kita tidak pakai jilbab, waktu kita pake baju mini-mini kan karena nggak paham," tutur Ustazah Lulung Mumtaza.

Kini, saat sudah paham kemudian melakukan taubat, maka dosanya terputus. Sebab, Allah Maha Pemurah dan Allah Maha Pengampun. 

Hal itu pun sebenarnya sudah tercantum dalam QS An-Nisa ayat 17-18 berikut ini:

QS. An-Nisa Ayat 17

اِنَّمَا التَّوۡبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيۡنَ يَعۡمَلُوۡنَ السُّوۡٓءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوۡبُوۡنَ مِنۡ قَرِيۡبٍ فَاُولٰٓٮِٕكَ يَتُوۡبُ اللّٰهُ عَلَيۡهِمۡ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيۡمًا حَكِيۡمًا

Innamat tawbatu 'alallaahi lillaziina ya'maluunas suuu'a bijahaalatin summa yatuubuuna min qariibin faulaaika yatuubul laahu 'alaihim; wa kaanal laahu 'Aliiman Hakiimaa

Artinya: Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

QS. An-Nisa Ayat 18

وَلَيۡسَتِ التَّوۡبَةُ لِلَّذِيۡنَ يَعۡمَلُوۡنَ السَّيِّاٰتِ‌ ۚ حَتّٰۤى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الۡمَوۡتُ قَالَ اِنِّىۡ تُبۡتُ الۡـــٰٔنَ وَلَا الَّذِيۡنَ يَمُوۡتُوۡنَ وَهُمۡ كُفَّارٌ ‌ؕ اُولٰٓٮِٕكَ اَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابًا اَ لِيۡمًا

Wa laisatit tawbatu lillaziina ya'maluunas saiyiaati hattaaa izaa hadara ahadahumul mawtu qoola innii tubtul 'aana wa lallaziina yamuutuuna wa hum kuffaar; ulaaa'ika a'tadnaa lahum 'azaaban aliimaa

Artinya: Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, "Saya benar-benar bertobat sekarang." Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih.

Dalam ayat di atas dapat dipahami, jika seseorang melakukan dosa lalu menyadarinya dan langsung melaksanakan taubat maka taubatnya akan diterima oleh Allah SWT.

Namun, bilamana seseorang yang melakukan dosa kemudian bertaubat saat ajal datang atau saat nyawa sudah sampai di tenggorokan, maka taubat tersebut tak diterima oleh Allah dan akan mendapatkan azab yang pedih. 

3. Contoh dosa jariyah yang sebenarnya

3. Contoh dosa jariyah yang sebenarnya
Pexels/brett-sayles

Lalu, seperti apakah dosa jariyah yang sesungguhnya? 

Salah satu contoh dosa jariyah yakni seperti yang tercantum dalam Alquran, QS An Nahl ayat 20-25. 

Ayat 20 

وَالَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ لَا يَخۡلُقُوۡنَ شَيۡــًٔا وَّهُمۡ يُخۡلَقُوۡنَؕ

Wallaziina yad'uuna min duunil laahi laa yakhluquuna shai'anw wa hum yukhlaquun

Artinya: Dan (berhala-berhala) yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang.

Ayat 21
 

اَمۡوَاتٌ غَيۡرُ اَحۡيَآءٍ‌ ۚ وَمَا يَشۡعُرُوۡنَ اَيَّانَ يُبۡعَثُوۡنَ

Amwaatun ghairu ahyaaa'inw wa maa yash'uruuna aiyaana yub'asuun

Artinya: (Berhala-berhala itu) benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui kapankah (penyembahnya) dibangkitkan.

Ayat 22

اِلٰهُكُمۡ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ‌‌ ۚ فَالَّذِيۡنَ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ بِالۡاٰخِرَةِ قُلُوۡبُهُمۡ مُّنۡكِرَةٌ وَّهُمۡ مُّسۡتَكۡبِرُوۡنَ

Illahukum Ilaahunw Waahid; fallaziina laa yu'minuuna bil Aakhirati quluubuhum munkiratunw wa hum mustakbiruun

Artinya: Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang yang sombong.

Ayat 23 

لَا جَرَمَ اَنَّ اللّٰهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّوۡنَ وَمَا يُعۡلِنُوۡنَ‌ؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الۡمُسۡتَكۡبِرِيۡنَ‏

Laa jarama annal laaha ya'lamu maa yusirrona wa ma yu'linuun; innahuu laa yuhibbul mustakbiriin

Artinya: Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong.

Ayat 24

وَاِذَا قِيۡلَ لَهُمۡ مَّاذَاۤ اَنۡزَلَ رَبُّكُمۡ‌ۙ قَالُـوۡۤا اَسَاطِيۡرُ الۡاَوَّلِيۡنَۙ

Wa izaa qiila lahum maazaaa anzala Rabbukum qooluu asaatiirul awwaliin

Artinya: Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Dongeng-dongeng orang dahulu,"

Ayat 25

لِيَحۡمِلُوۡۤا اَوۡزَارَهُمۡ كَامِلَةً يَّوۡمَ الۡقِيٰمَةِ‌ۙ وَمِنۡ اَوۡزَارِ الَّذِيۡنَ يُضِلُّوۡنَهُمۡ بِغَيۡرِ عِلۡمٍ‌ؕ اَلَا سَآءَ مَا يَزِرُوۡنَ

Liyahmiluuu awzaarahum kaamilatany Yawmal Qiyaamati wa min awzaaril laziina yudilluunahum bighairi 'ilm; alaa saaa'a maa yaziruun

Artinya: (ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu.

Paparan ayat di atas menceritakan kisah Raja Namrud yang  mengajarkan banyak orang untuk menyembah berhala. Padahal itu adalah perbuatan yang salah atau musyrik karena telah menyekutukan Allah SWT. 

Kemudian, Raja Namrud meninggal dunia. Namun, walaupun sudah meninggal, dosanya tidak berhenti sampai di situ saja. Dosa Raja Namrud masih terus mengalir karena para pengikutnya masih terus mengikuti ajarannya yang salah. 

Dosa yang diterima Raja Namrud itulah yang disebut dosa jariyah. 

Jadi, ketika anak-anak mengajarkan kepada orang lain suatu hal yang menyimpang, coba langsung arahkan ke jalan yang benar ya, Ma. 

Misalnya ajaran yang salah seperti, tiba-tiba anak mama menyuruh teman-temannya tidak salat dan hanya cukup percaya saja kepada Allah SWT di dalam hati maka nanti sudah dapat pahala. Atau anak mama mengajarkan temannya bacaan salat yang salah atau membagikan informasi tentang agama yang salah.

Semoga hal demikian tidak terjadi ketika kita sebagai orangtua sudah mengajarkan anak-anak yang benar sejak dini.

Hal tersebut rawan sekali terjadi pada anak, maka dari itu butuh pengawasan dan pembimbingan yang ketat dari Mama.

Misal, Mama menanamkan pada anak tentang ilmu agama berdasarkan Alquran dan hadis sejak dini. Kemudian, meminta anak-anak untuk memberitahu Mama apa saja pesan tentang agama yang ingin ia bagikan. 

4. Ajarkan anak untuk melakukan taubat setelah melakukan perbuatan dosa 

4. Ajarkan anak melakukan taubat setelah melakukan perbuatan dosa 
pixabay.com/chidioc

Jangan lupa juga untuk mengajarkan anak-anak mama untuk melakukan taubatan nasuha setelah berbuat salah dengan melaksanakan salat taubat. 

Adapun beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum melaksanakan salat tobat yakni, 

1. Waktu untuk melaksanakan salat tobat 

Salat tobat harus dikerjakan sesegera mungkin ketika kita sudah mengetahui kesalahan yang telah diperbuat. Namun, perlu diperhatikan pula bahwa sebenarnya ada waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan salat tobat, seperti:

  • Mulai dari terbit fajar kedua hingga terbit matahari,
  • Saat terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah,
  • Saat matahari persis di tengah-tengah hingga terlihat condong,
  • Mulai dari salaat Asar hingga matahari tenggelam,
  • Ketika menjelang matahari tenggelam hingga benar-benar sempurna tenggelamnya.

Berdasarkan pendapat dari ulama, seseorang dapat melaksanakan salat tobat nasuha di waktu sepertiga malam atau selama salat tahajut. 

2. Niat salat tobat 

Niat utama dalam menjalankan salat tobat yaitu datang dari hati. Namun, jika harus dilafalkan, para ulama menganjurkan membaca niat seperti berikut ini: 

Ushalli Sunnatat Taubata Rak’ataini Lillahi Ta’ala

Artinya: "Saya niat sholat sunah tobat dua rakaat karena Allah."

3. Tata cara salat tobat 

Dalam melaksanakan salat tobat tidak bisa sembarangan, cobalah untuk mengikuti beberapa langkah berikut ini: 

  1. Niat sholat tobat nasuha,
  2. Lalu, takbiratul ihram,
  3. Membaca doa iftitah (sunah untuk dikaukan),
  4. Membaca surat Al-Fatihah,
  5. Membaca surat pilihan dari Alquran,
  6. Rukuk,
  7. I’tidal, 
  8. Sujud,
  9. Duduk di antara dua sujud,
  10. Sujud kedua,
  11. Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti urutan di atas sampai yang ke 10,
  12. Tasyahud akhir,
  13. Salam,
  14. Berdoa memohon ampunan.
  15. Namun, dianjurkan untuk seseorang memperpanjang sujud terakhir dan bermunajat kepada Allah SWT. 

Hal itu terdapat dalam hadis riwayat Muslim yang berbunyi:

"Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu." (HR. Muslim).

4. Doa salat tobat 

Adapun doa yang bisa dibaca untuk menyempurnakan salat tobat seperti berikut ini:

Astaghfirullahal Ladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuumu Wa Atuubu Ilaihi.

Artinya: "Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya."

Subhanallahi Wa Bihamdihi.

Artinya: "Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya."

Allahumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqtanii Wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-U Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-U Bi Dzanbii, Faghfirlii Fainnahuua Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yg sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yg telah aku lakukan."

Doa-doa tersebut pun sesuai dengan ajaran dan sabda Rasulullah SAW. 

"Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) di siang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk surga. Dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum subuh maka dia termasuk penduduk surga." (HR. Al-Bukhari). 

Nah, itulah pengetian dosa jariyah dan contoh yang perlu anak ketahui. Semoga jika kita berbuat dosa kecil maupun dosa besar bahkan hingga dosa jariyah, kita akan segera sadar dan melaksanakan saat tobat. 

Semangat terus mengajarkan hal baik pada anak ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.