5 Cara Membuat Remaja Putri Memahami Soal Depresi

Sangat perlu untuk melakukan pendekatan pada si Anak

30 Januari 2021

5 Cara Membuat Remaja Putri Memahami Soal Depresi
Freepik/Racool_studio

Depresi nyatanya bukan hanya masalah untuk orang dewasa. Peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health melaporkan bahwa angkanya terus meningkat di kalangan remaja, terutama perempuan.

Sayangnya, tidak semua remaja mendapat penanganan yang tepat. Dampaknya pun sangat fatal. Riset menunjukkan bahwa angka depresi pada remaja putri mencapai 17,3 persen. Hal ini menyebabkan tingginya angka bunuh diri di kalangan usia 10-24 tahun.

Ada banyak alasan kenapa remaja putri cenderung lebih mudah mengalami depresi ketimbang remaja laki-laki. Salah satunya adalah karena mereka rentan mengalami cyberbullying. Hal ini bisa dipahami karena penggunaan smartphone yang lebih intens. 

Peran serta Mama sangat penting untuk mencegah depresi pada buah hati. Namun membicarakan soal ini mungkin tak semudah membalikkan telapak tangan. Bantu remaja putri Mama memahami depresi dengan cara seperti yang dirangkum Popmama.com berikut ini.

Simak cara membuat anak remaja mengerti apa itu depresi!

1. Tanyakan suasana hatinya

1. Tanyakan suasana hatinya
huffingtonpost.com

Sesekali, Mama perlu bicara soal suasana buah hati. Di usia remaja, mereka memang cenderung mudah mengalami mood swing. Hal ini sebenarnya normal, namun orangtua harus memastikan bahwa fluktuasi yang dialami masih dalam batas wajar.

Meski demikian, pertimbangkan setiap kalimat yang dilontarkan. Jangan membuat mereka merasa terpojok dengan kata-kata yang bernada judge. Kalimat seperti 'Apa kamu baik-baik saja?' akan jauh lebih baik ketimbang 'Kok jadi moody sih?' .

Intinya, pastikan Mama mengetahui perasaan macam apa yang dialami si Anak.

Editors' Picks

2. Rencanakan bertemu terapis atau dokter

2. Rencanakan bertemu terapis atau dokter
Freepik/gpointstudio

Sebagian besar remaja merasa segan atau malu meminta bantuan terapis. Beberapa bahkan tidak menyadari bahwa mereka butuh pertolongan.

Karenanya, Mama harus memastikan hal itu tak terjadi. Ajak buah hati bicara dari hati ke hati dan tawarkan untuk menemui terapis jika memang hal itu bisa membantu.

Kadang bicara dengan terapis saja tidak cukup. Dalam kondisi tertentu, putri Mama perlu bantuan dokter. Tetap berikan dukungan sehingga mereka tak lagi menganggap masalah ini tabu.

Selain itu, berikan keleluasaan  padanya untuk bicara. Mungkin saja dengan bicara berdua dengan dokter, putri Mama merasa lebih bebas menceritakan masalah dan kondisi hati yang dialami.

3. Ceritakan pengalaman mama dan papa

3. Ceritakan pengalaman mama papa
Freepik/drobotdean

Pengalaman adalah guru terbaik. Jika Mama dan Papa punya pengalaman pribadi atau dari orang lain terkait depresi, coba ceritakan pada buah hati. Yakinkan bahwa masalah yang dialaminya akan bisa dilalui dengan baik.

Meski demikian, Mama dan Papa juga harus cermat dalam menyampaikannya. Membandingkan pengalaman pribadi bukan berarti harus menjatuhkan mental buah hati.

Kata-kata seperti ‘masa gitu aja sedih?’ atau ‘jangan lebay’ hanya akan memperburuk keadaan. Pilih kata-kata yang memberikan dorongan dan semangat.

4. Bicara tentang teman

4. Bicara tentang teman
Pixabay/nastya_gepp

Sebagaimana disampaikan di atas, depresi kadang muncul karena pergaulan. Bisa saja apa yang dialami buah hati adalah dampak dari teman-temannya.

Karenanya, orangtua perlu mengetahui apakah ada dari rekannya yang mengalami masalah depresi. Jika memang ada, sebaiknya berikan pengertian agar buah hati tidak sampai terpengaruh.

Mama tak perlu harus meminta untuk menjauhi teman yang menunjukkan tanda-tanda depresi. Cukup berikan arahan pada buah hati untuk bersikap bijaksana, mampu mengambil solusi yang tepat, dan jangan sampai terpengaruh.

5. Berikan edukasi terkait kesehatan mental

5. Berikan edukasi terkait kesehatan mental
Unsplash/Jyotirmoy Gupta

Pemahaman tentang kesehatan mental sangat penting diberikan kepada buah hati. Setidaknya hal ini bisa membentengi mereka dari dampak negatif depresi. Pengetahuan tentang hal ini akan membuat mereka tanggap ketika menghadapi tanda-tanda depresi.

Mungkin tak mudah untuk menggali isi hati dan kepala si Anak, tapi Mama dan Papa harus tahu sinyal saat mereka mulai mengalami perubahan, dan membantunya untuk mengatasi masalahnya.

Semoga tips cara membantu remaja putri Mama memahami depresi ini bisa membantu ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.