Firoos Siswa SMP Asal Subang Temukan Celah Sistem NASA dan Raih Penghargaan

- Firoos Ghathfaan Ramadhan, siswa SMP asal Subang berusia 14 tahun, berhasil menemukan celah keamanan dalam sistem digital NASA dan menerima penghargaan resmi dari lembaga tersebut.
- Dengan teknik OSINT, Firoos menelusuri URL tidak aktif yang berpotensi diretas atau didaftarkan ulang, lalu menyusun laporan lengkap berisi bukti kerentanan serta analisis risikonya.
- NASA melalui Kelvin Taylor mengirim surat penghargaan atas kontribusi Firoos dalam menjaga keamanan digital mereka, menjadikannya inspirasi bagi generasi muda Indonesia di bidang teknologi.
Siapa sangka seorang remaja asal Subang berusia 14 tahun mampu mencuri perhatian badan antariksa dunia, NASA lho, Ma.
Firoos Ghathfaan Ramadhan, siswa kelas VIII SMP IT Al-Alamy Subang, baru saja menerima penghargaan setelah berhasil mengidentifikasi celah keamanan dalam sistem digital milik NASA.
Prestasi ini diraih saat Firoos bertindak sebagai peneliti keamanan independen atau hacker etis dalam program Vulnerability Disclosure.
Kemampuannya menunjukkan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk berkontribusi di level global. Yuk, simak kisah inspiratif Firoos dalam rangkuman yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini.
1. Firoos gunakan teknik OSINT

Kepada media, remaja yang masih duduk di bangku SMP ini mengaku awal mulanya ia memulai riset sederhana dengan mengumpulkan berbagai URL yang ia dapatkan dari media sosial Instagram.
Kemudian, satu per satu tautan tersebut dicek untuk memastikan apakah masih aktif atau sudah tidak valid. Ia juga menambahkan bahwa proses validasi ini menjadi langkah awal yang krusial.
Nah, barulah setelah menemukan tautan yang mengarah ke halaman tidak tersedia atau akun yang sudah tak terpakai, Firoos langsung menganalisis potensi pengambilalihan atau hijacking.
Teknik yang digunakan ini disebut Open Source Intelligence (OSINT), Ma, yaitu metode pengumpulan data dari sumber-sumber terbuka.
Dengan cara ini, Firoos membuktikan bahwa informasi yang tampak sepele pun bisa menjadi titik masuk kerentanan besar.
2. Menemukan celah akun yang tidak aktif untuk didaftarkan ulang

Langkah berikutnya yang dilakukan Firoos adalah memeriksa apakah username dari akun tidak aktif tersebut masih tersedia untuk didaftarkan ulang oleh orang lain atau tidak.
Karena jika masih tersedia, celah inilah yang nantinya bisa disalahgunakan untuk aksi phishing atau penyebaran informasi palsu mengatasnamakan NASA.
Kalau sampai hal ini terjadi, tentunya akan sangat berisiko terhadap reputasi lembaga tersebut, Ma.
Firoos kemudian menyusun proof of concept (PoC) atau bukti konsep untuk memperkuat temuannya. Hasilnya menunjukkan bahwa akun-akun yang terdampak memang benar-benar bisa didaftarkan ulang.
Semua temuan ini lalu ia rangkum dalam laporan lengkap berisi URL terdampak, bukti kerentanan, serta analisis potensi risiko terhadap keamanan dan reputasi NASA.
Di usianya yang masih sangat belia, Firoos berhasil membuat kagum banyak orang karena kdinilai sangat teliti dan terstruktur dalam menyusun rencana. Keren sekali, kan?
3. Pejabat NASA kirimkan surat resmi sebagai apresiasi

Laporan Firoos ini ternyata tak hanya didiamkan, Ma, ia mendapat respons positif dan penghargaan resmi dari NASA lewat surat penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Senior Agency Information Security Officer NASA, Kelvin Taylor, pada Jumat (10/4/2026).
Dalam suratnya, Kelvin menyampaikan bahwa kemampuan mendeteksi dan melaporkan kerentanan adalah keterampilan yang sangat berharga di industri keamanan informasi global.
Firoos mengaku sangat senang dan tidak menyangka penelitiannya mendapat apresiasi setinggi itu oleh lembaga tersebut. Baginya, ini adalah kebanggaan sekaligus kehormatan bisa berkontribusi menjaga integritas aset digital NASA.
Apa yang dilakukan Firoos ini diharapkan bisa memberi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya untuk terus mengembangkan prestasi dalam berbagai bidang, demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Selamat atas prestasi membanggakan yang sudah diraih, Firoos!


















