Jadi Sumber Stres, ini 7 Cara Mencegah Anak Stres Akibat Banyak PR

56 persen siswa menganggap PR sebagai sumber utama stres, cegah dengan cara ini yuk!

16 Mei 2022

Jadi Sumber Stres, ini 7 Cara Mencegah Anak Stres Akibat Banyak PR
Freepik/DCStudio

Sebagai pelajar, tentu seorang siswa tak bisa dipisahkan dari Pekerjaan Rumah (PR). Banyaknya mata pelajaran, membuat anak dipertemukan juga dengan banyak PR. Sayangnya PR ini juga dapat memicu stres pada anak.

Dilansir dari Stanford News Service, 56 persen siswa menganggap PR sebagai sumber utama stres. Dengan strategi dan pendampingan yang tepat, Mama dapat membentuk kebiasaan mengerjakan PR yang baik.

Sehingga tak hanya PR-nya yang mendapatkan nilai bagus, namun juga untuk ujian dan seluruh tahun ajaran. Namun bagaimana caranya agar anak tidak kewalahan dan stres dengan PR-nya yang banyak?

Berikut Popmama.com telah merangkum 7 cara mencegah anak stres akibat banyak PR.

Baca sampai habis ya, Ma!

1. Gunakan agenda

1. Gunakan agenda
Freepik/user23931171

Agenda adalah alat organisasi utama untuk PR. Pastikan anak memiliki buku agenda dengan banyak ruang untuk mencatat tugas-tugas penting dan tenggat waktu (tanggal pengumpulan).

Agenda ini tidak hanya mengingatkan anak apa yang harus diselesaikan untuk PR-nya di setiap malam, namun juga merupakan tempat yang tepat untuk menuliskan catatan atau pertanyaan untuk diajukan kepada guru.

2. Prioritaskan tugas yang paling sulit terlebih dahulu

2. Prioritaskan tugas paling sulit terlebih dahulu
Pexels/Katerina Holmes

Lihatlah agenda anak bersama-sama dan buatlah rencana untuk PR apa yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.

Mungkin tergoda untuk melakukan pekerjaan yang mudah sebelum melakukan hal lain, tetapi dorong anak untuk mengerjakan tugas yang lebih sulit terlebih dahulu.

Dilansir dari Oxford Learning, hal ini karena anak akan memiliki energi mental dan fokus yang lebih banyak pada awal waktu. Jadi penting baginya untuk menyelesaikan pekerjaan yang paling menantang terlebih dahulu.

Editors' Picks

3. Tetapkan kerangka waktu belajar yang efektif

3. Tetapkan kerangka waktu belajar efektif
Freepik/porstock

Pilih waktu dalam sehari untuk mengerjakan PR yang paling sesuai dengan kegiatan serta kebutuhan keluarga. Baik itu tepat setelah sekolah atau setelah makan malam. Pastikan itu menjadi waktu yang harus dilakukan anak di sepanjang minggu.

Berpegang teguh pada jadwal yang ditetapkan, membantu membangun konsistensi dan menyelesaikan PR tepat waktu.

Selain itu, buat rencana dengan anak berapa lama ia akan mengerjakan PR-nya setiap malam. Tergantung pada usia anak Anda, ini dapat berkisar dari 30 menit hingga 3 jam.

Pastikan juga untuk memasukkan istirahat di tengah belajar saat anak mengerjakan PR. Istirahat pendek 5-10 menit setiap 30 menit atau lebih, dapat memberi anak kesempatan untuk berkumpul kembali dan menghindari kebosanan atau frustrasi.

4. Tawarkan bimbingan jika diperlukan

4. Tawarkan bimbingan jika diperlukan
Freepik

Tentu saja Mama tidak boleh secara langsung mengerjakan PR anak, tetapi Mama dapat menawarkan bimbingan ketika anak kesulitan dan membutuhkan bantuan.

Jika anak dapat menyelesaikan pekerjaan secara mandiri, periksa sesekali untuk menanyakan bagaimana keadaannya.

Mengetahui Mama ada untuk membantu jika diperlukan, akan meyakinkan anak bahwa ia memiliki dukungan untuk mencapai apa yang perlu dilakukan.

5. Memberikan contoh yang baik pada anak

5. Memberikan contoh baik anak
Pexels/Anna Pou

"Kerjakan PR mu!" adalah kata-kata yang seringkali terdengar di banyak rumah tangga. Namun apa jadinya bila anak melihat orang terdekatnya justru bermalas-malasan dan mengabaikan tugas masing-masing di rumah?

Sehingga penting bagi orangtua untuk memberikan contoh yang baik pada anak, yaitu dengan mempraktikkan apa yang diajarkan. Apa yang anak lihat pada orangtuanya, memiliki pengaruh besar pada apa yang ia lakukan.

Baca buku, lakukan riset, atau mencoret tugas dari daftar tugas, adalah hal penting yang perlu ditunjukkan agar anak termotivasi untuk melakukan tanggung jawabnya, yaitu belajar dan mengerjakan PR.

6. Berikan pujian

6. Berikan pujian
Freepik/Pvproduction

Jika Mama melihat anak telah bekerja keras mengerjakan PR dan belajar, jangan lupa untuk memberikannya pujian karena melakukan pekerjaan dengan baik.

Pastikan Mama mengenali usahanya, bukan hanya kecerdasannya. Karena anak akan menghargai bahwa kerja kerasnya tidak akan diabaikan, dan akan lebih termotivasi untuk terus berusaha lebih baik.

7. Perhatikan tingkat frustasi anak

7. Perhatikan tingkat frustasi anak
Freepik

Jika anak menunjukkan tanda-tanda frustasi atau stres dengan banyaknya PR, atau tidak dapat menguasai konsepnya, maka inilah saatnya untuk mencari bantuan.

Atur untuk berbicara dengan guru anak atau mencari bimbingan sepulang sekolah. Ini dapat membantu anak tetap pada jalurnya.

Memperbaiki masalah sebelum menjadi masalah yang lebih besar, adalah kunci sukses anak di sekolah.

Nah itulah 7 cara mencegah anak stres akibat banyak PR. Tak dimungkiri lagi bahwa PR bisa menjadi pengalaman yang menantang, terutama ketika mulai menumpuk.

Tetapi dengan rutinitas PR yang solid dan konsisten, anak akan membangun kepercayaan pada kemampuannya untuk mengatur waktu dan belajar dengan lebih efektif. Semoga berhasil!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk