Tertutup, 5 Alasan Mengapa Remaja Tak Mau Curhat dengan Orangtua

Penting lho untuk meletakkan gadget apa pun saat anak mau curhat

30 November 2021

Tertutup, 5 Alasan Mengapa Remaja Tak Mau Curhat Orangtua
Pexels/RODNAE Productions

Menjadi orangtua tanpa dibarengi dengan ilmu parenting yang tepat akan membuat anak tumbuh di lingkungan yang tidak sehat. Ada banyak perilaku dalam cara asuh, yang justru membuat hubungan antara orangtua dan anak jadi terasa tidak nyaman, terutama dalam komunikasi. 

Anak remaja menyimpan segudang cerita, apakah itu tentang kesulitannya di sekolah, perencanaan masa depan, hingga urusan hubungan denan teman-temannya. Seorang remaja akan spontan terbuka pada orangtua jika ia merasa nyaman dan aman.

Namun, tak sedikit orangtua yang menyadari tentang hal ini, yang akhirnya bingung mengapa anaknya tertutup dan tidak mau curhat padanya.

Jika Mama mengalami hal ini di rumah, penting untuk mencari tahu apa penyebabnya, agar bisa segera diatasi dengan baik. Untuk itu, Popmama.com telah merangkum beberapa alasan mengapa remaja tak mau curhat dengan orangtuanya. Cari tahu penyebabnya di bawah ini Ma!

1. Anak takut ceritanya akan berujung pada mendapatkan kritikan atau dihakimi

1. Anak takut cerita akan berujung mendapatkan kritikan atau dihakimi
Freepik/peoplecreations

Hal pertama yang bikin remaja suka malas curhat ke orangtua adalah karena takut apa yang ia ceritakan nanti, akan berujung pada dikritik atau dihakimi, terutama jika itu tentang kegagalan atau hal buruk yang sedang anak alami.

Hal ini tentu disebabkan karena orangtua yang ingin melindungi anak dari hal-hal yang tidak baik, dan berusaha semaksimal mungkin agar anak memiliki masa depan yang baik.

Namun, jika orangtua cenderung sangat sensitif bahkan sampai terus menyalahi anak, maka wajar saja jika kemudian anak merasa takut dan tidak mau curhat pada orangtuanya.

Terlebih lagi jika orangtuanya adalah tipe yang strict dan otoriter, maka bisa dipastikan anak akan memilih memendam ceritanya sendiri daripada bercerita namun akhirnya dihakimi. 

Editors' Picks

2. Orangtua terlalu ikut campur dengan urusan pribadi anak

2. Orangtua terlalu ikut campur urusan pribadi anak
Freepik

Apakah Mama suka merasa tidak nyaman jika ada orang lainyang ikut campur tentang urusan pribadi Mama?

Nah, sama seperti orang dewasa yang tidak suka ketika orang lain terlalu ikut campur dengan urusannya, anak remaja pun juga sebenarnya seperti itu. Bisa dibilang salah satu alasan anak tidak mau curhat ke orangtua adalah karena ia merasa tidak nyaman atas pertanyaan orangtuanya yang terkesan terlalu ikut campur. 

Bukan rahasia umum lagi jika ,asa remaja biasanya menjadi masa dimana anak mulai sedikit bercerita pada orangtuanya. Sebab, ketika remaja ia mulai sadar tentang privasi dan memberi batasan pada orang lain untuk ikut campur dalam urusannya. 

3. Anak pernah mengalami pengalaman buruk ketika curhat pada orangtuanya

3. Anak pernah mengalami pengalaman buruk ketika curhat orangtuanya
Pexels/Karolina Grabowska

Apakah karena emosi sesaat atau kondisi yang sedang sensitif, terkadang orangtua secara tidak sengaja mengatakan atau melakukan suatu hal yang menyinggung anaknya.

Hal ini juga berhubungan pada anak yang tidak mau curhat ke orangtua, karena mungkin saja alasannya karena ia pernah merasa sakit hati, akibat perlakuan orangtua yang menyudutkannya saat curhat. Karena tidak berniat melakukan hal tersebut, Mama mungkin tidak mengingatnya, tapi anak adalah pengingat yang handal.

Jadi sangat disarankan bagi para orangtua untuk bersikap hati-hati ketika mendengarkan anak yang sedang curhat. Sebaiknya, ketika anak menyampaikan kegelisahan, kecemasan, atau perasaan lainnya, Mama bisa menanggapinya dengan lebih tulus dan terbuka. 

4. Menyebarkan curhatan anak tanpa ijin

4. Menyebarkan curhatan anak tanpa ijin
Freepik/gpointstudio

Tentu saja mungkin tidak semua orangtua suka membagikan cerita anak pada orang lain. Namun juga tak sedikit orangtua yang gemar sekali membicarakan perihal anaknya ke orang lain.

Misalnya, mereka mungkin bertujuan untuk membangga-banggakan rencana anak di masa depan, dengan menceritakan kembali curhatan anaknya ke orang-orang, seperti tetangga dan keluarga besar. Meskipun ini cerita yang baik, ini bisa menjadi alasan mengapa anak jadi malas dan tidak mau curhat ke orangtua.

Bukannya merasa lega setelah bercerita, yang ada malah merasa tertekan akibat banyaknya orang yang ikut campur. Terlebih lagi jika sampai menyebarkan curhatan yang bersifat privasi dan pengalaman buruk ke orang lain, tanpa menanyakan pendapat anak.

5. Tidak mendengarkan curhatan anak dengan sepenuh hati

5. Tidak mendengarkan curhatan anak sepenuh hati
Pexels/RODNAE Production

Ketika menjadi orangtua, tentu tanggung jawab dan kesibukan yang dimiliki orangtua jadi semakin padat, dan hal ini jugalah yang kemudian membuat orangtua mungkin jadi kurang memberikan perhatian pada anak.

Alasan terakhir yang membuat anak tidak mau curhat ke orangtua adalah, karena ia merasa bahwa ceritanya tak pernah didengar dengan sepenuh hati.

Apakah itu karena orangtua mendengarkan cerita anak sambil bermain ponsel atau membuka email di laptop, hingga menanggapi curhatannya dengan setengah hati dan terkesan cuek. Meskipun anak tidak protes, tapi hati anak sebenarnya kecewa ketika ia diacuhkan, lho.

Nah itulah beberapa alasan mengapa remaja tak mau curhat dengan orangtuanya, dan menjadi tertutup. Dengan mengetahui beberapa kemungkinannya di atas, diharapkan dapat membantu Mama untuk intropeksi bagaimana membangun pola asuh dan komunikasi yang tepat antara orangtua dan anak.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk