Cara yang Tepat Memberi Tahu Anak Bahwa Mama sedang Burnout?

Mama dapat meminta pengertian dan waktu untuk beristirahat sejenak untuk mengatasi burnout

9 Oktober 2021

Cara Tepat Memberi Tahu Anak Bahwa Mama sedang Burnout
Freepik/user18526052

Bukan rahasia umum lagi jika mengasuh seorang anak itu sulit. Bahkan dalam situasi terbaik, seperti pasangan bekerja sama dengan baik, ada dukungan tersedia, dan anak-anak tumbuh menjadi remaja yang bahagia dan sehat.

Namun membesarkan remaja adalah tugas yang berat. Jadi tidak mengherankan bahwa para peneliti telah mengidentifikasi sindrom yang dikenal sebagai parental burnout.

Untungnya, ada beberapa tanda Mama sedang burnout yang bisa disampaikan pada anak. Sehingga, jika sedang merasa lelah, Mama bisa meminta pengertian pada anak untuk istirahat sejenak, atau untuk menghubungi keluarga, teman, atau profesional agar mendapatkan dukungan.

Simak informasinya yang Popmama.com telah rangkum di bawah ini ya, Ma!

1. Ketika telah mencapai titik puncak stres dan kelelahan

1. Ketika telah mencapai titik puncak stres kelelahan
Freepik/tirachardz

Stres dan kelelahan, meskipun tanda ini mungkin seringkali disebabkan oleh berbagai faktor, ini juga bagian dari parental burnout.

Dilansir dari Romper, kelelahan orangtua adalah ketika Mama secara mental, fisik, dan emosional kelelahan dan kewalahan. Mama mungkin merasa stres atau lelah pada waktu tertentu, namun burnout mendorong Mama ke titik puncak stres dan kelelahan ini.

Jadi, bagaimana cara mencari tahu jika Mama telah mencapai titik puncak?

"Jika Mama bertanya-tanya apakah Mama memerlukan bantuan, mungkin inilah saatnya untuk meminta bantuan. Tidak ada kata 'cukup buruk' atau 'tidak cukup buruk.' Jika Mama merasa itu berdampak negatif pada hidup, itu sudah cukup.” ujar Bryce Reddy, seorang konselor kesehatan mental berlisensi dari wawancaranya bersama Romper.

2. Ketika sudah merasa kewalahan dan lelah selama berminggu-minggu

2. Ketika sudah merasa kewalahan lelah selama berminggu-minggu
Freepik/cookie_studio

Mama mungkin telah mendengar tentang perbincangan sosial yang berlaku bahwa seorang Mama harus dapat "melakukan semuanya," dan kemudian merasa bangga atau senang dengan kemampuan untuk "melakukan semuanya,".

Namun sayangnya, menurut Reddy, itu berbahaya bagi kesejahteraan dari seorang Mama. Jika Mama terus-menerus merasa lelah dan perasaan itu sangat besar dan sepertinya tidak akan hilang, pertimbangkan untuk mencari bantuan.

Editors' Picks

3. Ketika memiliki dorongan untuk melakukan kekerasan

3. Ketika memiliki dorongan melakukan kekerasan
Freepik/cookie_studio

Dorongan yang kuat bisa menjadi gejala gangguan mood pascapersalinan, tetapi ini juga bisa menjadi tanda bahwa Mama mengalami burnout. Untuk memastikan anak-anak aman, jujurlah pada diri sendiri tentang pikiran dan dorongan Mama padanya, terutama jika itu menjadi ancaman kekerasan.

“Anak-anak kita sangat terpengaruh oleh perilaku dan kondisi mental kita, oleh karena itu, begitu Mama  menyadari mengalami kelelahan dan itu memengaruhi anak-anak, sudah waktunya untuk mencari bantuan profesional,” kata Tessa Stuckey, seorang konselor profesional berlisensi pada Romper.

4. Ketika mendapati diri terus-menerus berdebat dengan pasangan

4. Ketika mendapati diri terus-menerus berdebat pasangan
Freepik/freepik

Kelelahan yang Mama alami mungkin tak hanya berpotensi berdampak pada anak-anak saja. Kelelahan ini juga dapat berdampak pada pasangan, dan karena hal-hal di rumah menjadi lebih tidak terkendali.

Menurut sebuah laporan dalam Journal Sentinel, ketika mengalami burnout, Mama dapat menjadi lebih mudah tersinggung atau merasa terpisah satu sama lain.

Jika Mama mendapati diri terus-menerus berdebat dengan pasangan, luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan bahwa Mama mungkin menghadapi kelelahan orang tua.

“Merawat diri sendiri dan pernikahan/hubungan memberikan kekuatan untuk melewati kelelahan ini dan menjaga keluarga,” jelas Stuckey.

5. Ketika merasa terganggu dengan kehadiran anak

5. Ketika merasa terganggu kehadiran anak
Freepik/bearfotos

Para peneliti dari Psychological Sciences Research Institute di Belgia melaporkan bahwa salah satu tanda peringatan kelelahan orangtua adalah bahwa hubungan Mama dengan anak-anak berubah dari bermanfaat menjadi memberatkan.

Jika Mama mulai terganggu dengan kehadiran anak-anak, segera sampaikan pada anak bahwa Mama sedang mengalami kelelahan ekstra dan hubungi pasangan atau pertimbangkan untuk mencari bantuan, terutama jika Mama tidak menemukan cara untuk mengalihkan tugas rumah kepada pasangan.

“Biarkan Mama mengambil nafas ketika pasangan melakukan tugas mengasuh anak, dan kemudian bertukar tempat sehingga Mama dapat bersantai dan berkumpul kembali, ”saran Stuckey.

6. Ketika Mama mulai mengabaikan kebutuhan fisik, pendidikan, dan emosional anak

6. Ketika Mama mulai mengabaikan kebutuhan fisik, pendidikan, emosional anak
Freepik

Association for Psychological Science melaporkan bahwa parental burnout menyebabkan peningkatan pengabaian yang dilakukan oleh otua, ini dapat menyebabkan peningkatan kelelahan, dan dengan demikian menciptakan siklus.

Jika Mama memerhatikan bahwa mulai secara teratur mengabaikan berbagai kebutuhan anak terlebih lagi karena merasa lelah, ada alasan untuk khawatir. Sehingga penting bagi Mama untuk jujur pada diri sendiri tentang apa yang Mama rasakan dan apa yang dapat dilakukan.

“Kesadaran akan tugas mengasuh anak yang memenuhi kebutuhan kita dan yang menguras kita dapat menjadi langkah awal yang penting dalam pencegahan,” jelas Reddy.

7. Ketika Mama mulai khawatir pada kesehatan emosional diri sendiri

7. Ketika Mama mulai khawatir kesehatan emosional diri sendiri
Freepik

Pencegahan dengan mengenali perasaan diri sendiri dapat membantu Mama mendapatkan penanganan lebih cepat. 

“Sama seperti ketika badai besar akan datang, hal terbaik yang perlu dilakukan adalah bersiap. Ini sama berlaku untuk emosi kita. Badai emosional yang tak terhindarkan akan melanda, seperti kelelahan orangtua, dan kita dapat mengelolanya dengan lebih baik jika kita telah menjaga diri dan emosi kita." ujar Stuckey.

Stuckey menambahkan bahwa cara pencegahan badai emosional dalam diri adalah kebersihan emosional. Kebersihan emosional adalah tindakan memprioritaskan kesadaran diri emosional untuk memelihara kesehatan mental. Jika Mama khawatir akan mengalami burnout, segera carilah dukungan. 

Nah itulah beberapa tanda Mama sedang burnout yang perlu diperhatikan dan disampaikan pada anak.

Komunikasi adalah hal yang penting, mulai dari meminta pengertian anak, hingga mencari bantuan. Ketahuilah bahwa parental burnout adalah hal yang normal, dan Mama tak perlu takut untuk mencari dukungan dan bantuan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.